I. Pendahuluan
Arung jeram atau rafting adalah kegiatan yang memadukan unsur olahraga, rekreasi, petualangan dan edukasi. Memang tak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan ini, karena hampir semua orang dapat mencobanya. Mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa, bahkan orang tua yang berumur 60 tahun sekalipun. Tidak memiliki kemampuan berenang pun bukan menjadi hambatan untuk mengikuti kegiatan arung jeram. Yang anda perlukan hanya kondisi fisik yang prima dan reservasi 2 minggu sebelum kegiatan.
Guna menunjang kegiatan kita bersama kawan, agar kegiatan arung jeram yang akan anda ikuti lebih berkesan dan penuh makna, berikut kami sampaikan Panduan Kegiatan Arung Jeram.
II. Perlatan Arung Jeram
A. Riverboats (Perahu)
Bagian-bagian yang terdapat pada perahu :
1. Bow and Stern
2. Chamber atau biasa disebut tube
3. Floor
4. Thwart
5. Boat line (tali kapal)
6. D Ring
7. Handling Grip
8. Bilge Hole/self bailing
9. Valve
Cara duduk di perahu berbeda dengan cara duduk di kursi, yaitu dengan menyamping. Peserta duduk pada sisi perahu (baik sisi kiri maupun sisi kanan) dan kaki dalam posisi kuda-kuda pada lantai perahu. Posisi kuda-kuda ini dimaksudkan sebagai pengatur keseimbangan badan selama anda mengikuti pengarungan. Saat duduk di perahu , perhatikan jangan sampai ada bagian tubuh anda yang terikat atau terlilit tali. Ini sangat berbahaya jika perahu mengalami flip atau terbalik. Posisi duduk anda pun harus mudah untuk menggapai boat line.
Bila boat line pada perahu anda terlihat kendur, beritahukan segera pada skipper anda untuk mengencangkan boat line tersebut agar tidak mengganggu selama pengarungan.
Aturlah jarak duduk anda dengan peserta yang lain agar tidak mengganggu pergerakan selama pengarungan, baik untuk mendayung maupun saat menjalankan instruksi ‘moving position atau perpindahan’.
B. PFD (Personal Floating Device) / Life Jackets (Pelampung)
Seperti perahu, PFD atau pelampung memiliki berbagai jenis dan ukuran. Terbuat dari bahan polyfoam yang dibungkus dengan bahan kedap air yang berwarna terang. US Coastal Guard menganjurkan memakai PFD type III pada setiap kegiatan arung jeram, dan ini digunakan pula oleh para rafter dalam setiap pengarungannya.
Setiap PFD Type III ini memiliki daya apung tinggi, yang dihitung berdasarkan berat tubuh rata-rata saat berada didalam air sehingga anda tidak perlu takut tenggelam saat berada didalam air.
Cara pemakaian PFD/Pelampung :
Pilihlah PFD yang berwarna cerah, pastikan tidak ada lubang atau jahitan yang terlepas pada PFD tersebut, serta strap yang ada dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Bila bagian perut anda lebih besar dari bagian dada, pilih dan pakailah PFD dengan ukuran lebih besar.
PFD atau pelampung dipakai seperti menggunakan rompi/jaket. Pastikan setaip strap terpasang dengan benar dan bantalan kepala berada di luar. Atur ke-eratan tali senyaman mungkin, sehingga PFD yang anda gunakan tidak terlalu sempit atau longgar.
Setelah anda selesai memakai PFD, lakukan gerakan berikut :
i. Pada posisi berdiri, putarkan badan anda kekiri dan kekanan. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda dan tidak mengalami pergeseran/perubahan posisi. Ini ditandai dengan letak strap tetap pada 1 garis tegak lurus seperti posisi kancing kemeja. Jika terjadi pegeseran, atur kembali ke-eratan tali pada setiap strap yang ada. Jangan malu dan ragu untuk minta skipper/rekan anda membantu mengatur ke-eratan tali strap ini.
ii. Pada posisi duduk dan kedua kaki diluruskan kedepan, putarkan badan anda kekiri dan kekanan lalu lakukan gerakan membungkuk. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda. Jika terjadi pegeseran, atur kembali ke-eratan setiap strap yang ada.
iii. Masih dalam posisi duduk dan kedua kaki diluruskan kedepan, minta bantuan skipper/rekan anda untuk menarik/mengangkat pelampung yang anda gunakan pada bagian bahu dari arah belakang. Pastikan saat pelampung dan tubuh anda ditarik/diangkat, posisi bahu pelampung tidak melebihi batas telinga anda. Jika ya, atur kembali ke-eratan setiap strap yang ada.
C. Paddle (Dayung)
Setiap dayung terdiri dari 3 bagian, yaitu :
1) Pegangan, berbentuk huruf T, biasa disebut T grip.
2) Gagang, terbuat dari bahan alumunium.
3) Blade/bilah, terbuat dari bahan fiber dilapisi serat karbon yang ringan dan kuat. Namun ada pula yang terbuat dari bahan campuran plastik.
Cara memegang dayung :
Memegang dayung dalam kegiatan arung jeram mirip dengan cara memegang sapu. Yang membedakannya hanya pegangan pada bagian T Grip. T-grip digenggam dengan 4 jari pada bagian atas pada bagian T horisontal (dayung dalam posisi berdiri dan bagian bilah berada dibawah), sementara jari jempol menjepit bagian T horisontal dari bagian bawah bawah. Cara memegang ini sama untuk tangan kiri (peserta yang duduk pada bagian kanan perahu) maupun tangan kanan (peserta yang duduk pada bagian kiri perahu).
Lengan yang lain menggenggam bagian gagang, berjarak lebih kurang 1 jengkal dari bilah dayung, jangan terlalu dekat/rendah ataupun terlalu jauh/tinggi. Biasakan diri anda dengan cara memegang dayung ini, baik dengan tangan kanan maupun dengan tangan kiri, lakukan pemanasan dengan menggunakan dayung bersama rekan-rekan anda.
D. Helm
Pilihlah helm yang akan anda gunakan sesuai dengan ukuran kepala anda. Pastikan tidak ada keretakan pada helm tersebut serta semua tali dan strap masih dalam kondisi yang baik.
Pakailah helm seperti pemakaian helm umumnya. Atur strap senyaman mungkin, jangan terlalu sempit atau terlalu longgar agar tidak mengganggu pandangan anda selama pengarungan. Sekali lagi, pastikan strap sudah terpasang dan pada posisi yang benar.
III. Paddle Command (Instruksi yang diberikan oleh skipper dalam pengarungan)
Setelah anda terbiasa dengan cara memegang dayung, anda akan diberikan instruksi cara menggunakan dayung tersebut. Instruksi ini disebut Paddle command. Prinsip dalam menggunakan dayung adalah tenaga disalurkan pada kedua lengan yang menggerakkan dayung untuk mengatur dan mengarahkan gerak perahu, dimana arah dayungan tersebut dibantu dengan gerakan badan, disesuaikan dengan tenaga yang diperlukan untuk mengatur dan mengarahkan gerak perahu.
Basic Paddle Technic, instruksi tentang teknik dasar mendayung, yaitu :
1) Forward (Maju)
Instruksi yang diberikan untuk dayungan maju, dilakukan oleh seluruh peserta dengan menarik blade/bilah dayung yang berada didalam air kearah belakang searah perahu. Posisi blade/bilah dayung saat menyentuh air adalah tegak lurus terhadap permukaan atau mendekati 900 dan padasaat keluar dari air dayung diarahkan sejajar dengan permukaan terus berputar mendekati 900 hingga bilah dayung kembali menyentuh air.Dilakukan berulang-ulang sampai ada instruksi lanjutan.
2) Backward (Mundur)
Instruksi yang diberikan untuk dayungan mundur, dilakukan oleh seluruh peserta dengan menarik blade/bilah dayung yang berada didalam air kearah depan searah perahu. Posisi blade/bilah dayung saat menyentuh air adalah sejajar dengan permukaan air, begitupun saat keluar dari air dayung diarahkan sejajar dengan permukaan trus berputar hingga bilah dayung kembali menyentuh air. Dilakukan berulang-ulang sampai ada instruksi lanjutan.
3) Turn Left (Belok Kiri)
Instruksi yang diberikan untuk membelokkan perahu kearah kiri,dilakukan dengan dayungan maju oleh peserta yang duduk pada perahu bagian kanan, sementara peserta yang duduk pada perahu bagian kiri berada pada posisi stop mendayung.
Jika skipper merasa perlu untuk membelokkan perahu kekiri dengan cepat,maka posisi peserta yang duduk pada bagian kiri melakukan dayungan mundur.
Untuk memperjelas instruksi, biasanya skipper akan mengatakan kanan maju dan kiri mundur! Artinya peserta yang duduk pada bagian kanan melakukan dayungan maju, sementara peserta yang duduk pada bagian kiri melakukan dayungan mundur.
4) Turn Right (Belok Kanan)
Instruksi yang diberikan untuk membelokkan perahu kearah kanan, kebalikan dari instruksi turn left (belok kiri), dilakukan dengan dayungan maju oleh peserta yang duduk pada perahu bagian kiri,sementara peserta yang duduk pada perahu bagian kanan berada pada posisi stop mendayung.
Jika skipper merasa perlu untuk membelokkan perahu kekanan dengan cepat, maka posisi peserta yang duduk pada bagian kanan melakukan dayungan mundur.
Untuk memperjelas instruksi, biasanya skipper akan mengatakan kiri majudan kanan mundur! Artinya peserta yang duduk pada bagian kiri melakukan dayungan maju, sementara peserta yang duduk pada bagian kanan melakukan dayungan mundur.
5) 5. Stop (Berhenti)
Instruksi yang diberikan untuk menghentikan dayungan, dimana semua dayung tidak berada didalam air, di genggam dengan posisi berada diatas pangkuan.
IV. Self Rescue
Dalam kegiatan arung jeram, keselamatan setiap peserta adalah hal yang utama.Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan kegiatan arung jeram ini. Namun tetap perlu disadari oleh setiap peserta bahwa kegiatan arung jeram ini tidak akan pernah lepas dari segala resiko dan bahaya, baik oleh faktor manusia, peralatan maupun faktor alam yang menyertainya. Tapi anda tidak perlu cemas, karena justru disinilah letak salah satu kegembiraan yang akan anda rasakan saat bermain-main dengan air.
Self rescue atau tindakan penyelamatan diri saat melakukan kegiatan arung jeram ini perlu anda cermati betul. Walau anda akan dipandu oleh skipper yang berpengalaman, namun skipper tersebut tetap memiliki keterbatasan. Sehingga hal terbaik yang harus anda lakukan adalah melakukan tindakan penyelamatan diri sebelum datang team rescue yangakan membantu anda.
Prinsip setiap tindakan penyelamatan dalam kegiatan arung jeram adalah menyelamatkan diri sendiri sebelum melakukan tindakan penyelamatan terhadap orang lain, dan si penyelamat harus benar-benar berada dalam kondisi yang aman dalam melakukan tindakan penyelamatan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko lainnya dan kemungkinan bertambahnya korban.
Berikut dijelaskan hal apa saja yang harus anda lakukan dalam self rescue.
Swimmer
Swimmer adalah istilah yang digunakan oleh kalangan boater untuk menyebut orang yang terlempar keluar dari perahu saat berarung jeram. Jika anda belum pernah mengalaminya, percayalah suatu saat anda akan mengalaminya (Believe Me !!!). Bagi anda yang kali pertama melakukan kegiatan arungjeram, anda tidak perlu khawatir. Banyak peserta yang kali pertama mengikuti kegiatan arung jeram mengalami hal ini dan tidak terjadi apa-apa dengan mereka bahkan menjadi cerita menarik bagi rekan-rekannya dan menimbulkan kesan tersendiri bagi yang mengalami. Namun tidaksedikit pula peserta yang tidak mengalaminya dalam setiap kegiatan yang diikuti.
Hal pertama yang harus anda lakukan jika mengalami swimmer adalah JANGAN PANIK!!!
Mengapa jangan panik? Karena jika terjadi kepanikan, anda tidak akan tahu apa yang harus anda lakukan untuk tindakan self rescue. Setelah anda dapat mengatasi rasa panik, selanjutnya anda harus menyadari dan mengetahui situasi disekeliling anda.
Teknik berenang di arus
a. Defensive swimming position
Defensive swimming position adalah berenang mengikui arus dalam posisi terlentang. dengan kaki dalam keadaan rapat dan selalu berada diatas air untuk menghindari foot entrapment. Defensive swimming dilakukan pada arus yang deras dengan pandangan terarah kehilir. Gunakan tangan sebagai pengatur keseimbangan atau untuk menuju pinggiran sungai dan menghindari berbagai rintangan lainnya.
Ingat... walaupun tidak terjadi sesuatu selama anda melakukan defensive swimming dan anda mulai menikmatinya, tapi anda tidak dalam posisi yangbenar-benar aman. Berusahalah untuk menggapai tepian sungai dan segera keluar dari air. Jangan mencoba untuk berdiri meskipun pada daerah yang dangkal, sebelum anda mencapai tepian sungai atau berada pada arus yang cukup tenang.
b.Aggressive swimming position
Aggressive swimming position adalah berenang dengan cara melawan arus. Dilakukan pada arus yang relatif tenang dengan posisi menghadap ke hulu.Tujuannya untuk mendekati perahu penolong, menghindari strainer,sieves, undercut, dan untuk menyeberang kesisi tepian sungai yang laindengan cepat. Ingat Aggressive swimming ini hanya efektif dilakukan pada arus sungai yang relatif tenang. Jika anda lakukan hal ini pada arus yang deras tenaga anda akan terbuang percuma dan anda tetap terseret oleh arus yang deras.
Berikut ini beberapa pertanyaan yang dapat membantu anda mendefinisikan situasi disekeliling anda saat anda mengalami swimmer dan menentukan tindakan apa yang harus anda lakukan
* Apakah dibelakang anda terdapat perahu? (Baik perahu yang melemparkan anda ataupun perahu lain)
Jika ya,berusahalah untuk mendekatinya dari arah samping pada arus yang relatif tenang dengan Aggressive swimming position, jangan lakukan dari arah depan karena anda dapat terseret oleh perahu tersebut. Jika telah dekat, gapai dan peganglah boat line yang ada pada perahu tersebut.Tunggu sampai rekan anda menarik dan menaikkan anda ke atas perahu kembali dengan cara menarik bahu pelampung yang anda kenakan.
Jika tidak, lakukan Aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.
* Apakah didekat anda terdapat team rescue yang akan melemparkan throw bag/rescue rope pada anda?
Jika ya,raih throw bag/rescue rope yang dilemparkan. Pegang erat pada bagiantali, jangan pada bagian kantong tali. Pegang dengan tetap melakukan teknik defensive swimming, sambil team rescue menarik anda ke tepian sungai.
Jika tidak, lakukan Aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.
* Apakah di dekat anda terdapat rintangan atau obstacle? (Bebatuan, dahan/ranting atau pohon yang tumbang)
Jika ya, hindari daerah tersebut baik dengan Aggressive swimming atau pun defensive swimming.
Jika tidak, lakukan Aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.
* Apakah didekat anda terdapat under cut, strainer dan sieves?
Jika ya, hindari daerah tersebut secepat mungkin dengan Aggressive swimming.
Jika tidak, lakukan Aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.
* Apakah anda berada di bawah perahu yang terbalik?
Jika ya,segeralah keluar dari bawah perahu tersebut dengan cara menyelam kearah hulu atau ke samping, jangan menyelam ke arah hilir karena anda akan tetap terperangkap dibawah perahu.
Jika tidak, lakukan aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.
* Apakah anda berada di dalam hole/hydraulic (Arus yang berputar-putar) ?
Jika ya,lakukan aggressive swimming dengan mengikuti putaran arus kearah luar yang menuju hilir, atau dapat dilakukan dengan menyelam pada bagian tengah pusaran dengan posisi berdiri sampai kaki menyentuh dasar sungai, lalu tolakkan kaki anda sekuat mungkin ke arah hilir.
Jika tidak, lakukan aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.
:: Klasifikasi Tingkat Kesulitan Sungai ::
Tak disangsikan lagi, arung jeram telah menjadi suatu kegiatan yang sangat populer dibandingkan dengan kegiatan ke petualangan lainnya. Dapat dinikmati beramai-ramai tanpa memandang usia, status sosial, tingkat pendidikan dan profesi seseorang.
Saat ini telah banyak sungai yang dapat diarungi serta dikelola secara profesional oleh beberapa operator arung jeram. Mereka menawarkan berbagai paket kegiatan dengan tingkatan umur dan kemampuan dari calon kunsumennya. Mulai dari sungai dengan tingkat kesulitan mudah sampai dengan sungai yang menjanjikan tantangan dan petualangan.
Berikut penjelasan tentang tingkat kesulitan sungai :
Class I
Tingkat kesulitan sungai yang paling rendah, dengan arus yang bervariasi dari flat (datar) dan relatif tenang sampai sedikit beriak pada beberapa tempat. Rintangan yang ada pun sangat sedikit dan dapat terlihat jelas. Resiko berenang di sungai ini sangat rendah dan self-rescue sangat mudah dilakukan.
Class II
Sungai dengan tingkat kesulitan rendah - menengah. Cocok untuk pemula, dengan sungai yang lebar dan arus yang cukup deras, lintasan pengarungan jelas sehingga tidak memerlukan pengamatan terlebih dahulu.
Sesekali manuver perahu perlu dilakukan, namun bebatuan dan jeram medium dapat dengan mudah dilewati oleh pengarung yang terlatih. Penumpang yang terlempar keluar perahu dan terhanyut jarang sekali mengalami cidera.
Pertolongan bantuan masih belum perlu. Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk latihan dasar kegiatan arung jeram.
Class III
Sungai dengan tingkat kesulitan menengah, memiliki jeram yang mulai tidak beraturan dan cukup sulit serta dapat menenggelamkan perahu. Manuver-manuver pada arus yang deras serta kontrol perahu pada lintasan sempit sering diperlukan. Jeram-jeram besar dan "strainers" mungkin ada namun dapat dengan mudah dihindari. Pusaran arus yang kuat dan deras sering ditemukan, terutama pada sungai-sungai besar.
Cidera saat terlempar keluar perahu dan terhanyut masih sangat jarang; self-rescue biasanya masih mudah dilakukan namun pertolongan bantuan sudah mulai diperlukan untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi. Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk kegiatan wisata keluarga atau sebagai rekreasi alternatif karena dapat diikuti oleh anak-anak yang berusia 9 tahun.
Class IV
Sungai dengan tingkat kesulitan menengah - tinggi. Sungai ini memiliki arus yang sangat deras namun masih dapat diprediksi dengan pengendalian perahu yang tepat. Teknik pengarungan pada sungai ini sangat tergantung pada karakter sungai itu sendiri, karena sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat beragam dan berbeda-beda walau memiliki tingkat kesulitan yang sama.
Jeram-jeram besar, hole dan lintasan sempit yang tidak dapat dihindari memerlukan manuver yang cepat. Berhenti sejenak pada arus yang sedikit tenang mungkin diperlukan sebelum memulai maneuvers sekedar mengamati arus atau untuk istirahat. Karena pada jeram-jeram tertentu, bahaya selalu mengancam.
Resiko cidera bagi penumpang yang hanyut cukup besar dan kondisi air menyebabkan self-rescue sulit dilakukan sehingga perlu pertolongan bantuan. Pertolongan bantuan tersebut memerlukan latihan khusus agar teknik penyelamatan dapat dilakukan dengan benar.
Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat menyenangkan dan menjanjikan tantangan lebih, tentunya dengan dukungan peralatan yang memadai, pengetahuan yang cukup dan pemandu yang terampil.
Class V
Sungai dengan tingkat kesulitan tinggi dan hanya cocok untuk pengarung jeram yang sudah menguasai teknik pengarungan dan memiliki pengalaman yang cukup pada sungai
Class IV.
Sungai yang tergolong pada sungai class V memiliki jeram yang banyak dan panjang dengan berbagai rintangan yang dapat menyebabkan resiko tambahan bagi seorang pendayung. "Drops" atau penurunan yang tiba2, Jeram-jeram sulit, "hole" dan tebing terjal yang tidak dapat dihindari sampai dengan waterfall (air terjun) sering dijumpai pada sungai ini. Jeram yang dilewati sering kali beruntun pada jarak yang cukup panjang, sehingga membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi. Kalaupun ada pusaran air yang tenang (eddies), jumlahnya sangat sedikit sekali dan cukup sulit untuk diraih. Pada skala tertinggi, Sungai dengan tingkat kesulitan ini memiliki kombinasi jeram yang sangat beragam, mulai dari curler, hair, hay stakes, headwall, strainer, under cut, wave train sampai dengan pin hole yang sangat berbahaya dan mematikan.
Terlempar keluar dari perahu pada sungai ini sangat berbahaya dan tindakan penyelamatan sering sulit dilakukan bahkan untuk seseorang yang mahir sekalipun. Peralatan yang tepat, pengalaman yang luas dan latihan keterampilan dalam penyelamatan sangat penting.
Class VI
Sungai yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi. Pengarungan di sungai ini hampir tidak mungkin dilakukan kerena jeram yang ada tidak dapat diprediksi dan sangat berbahaya. Konsekwensi dari suatu kesalahan dalam pengarungan disungai ini sangat berat serta tindakan penyelamatan hampir tidak mungkin. Sungai dengan tingkat kesulitan ini hanya untuk tim khusus yang memiliki keahlian tinggi -bukan untuk diarungi perorangan- setelah sering kali melakukan pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class V.
Klasifikasi tingkat kesulitan sungai diatas merupakan tingkat kesulitan sungai yang ditetapkan secara internasional. Namun klasifikasi ini masih sangat variatif dan dapat berubah-ubah walau masih pada sungai yang sama, karena tingkat kesulitan ini sangat tergantung pada debit air dan kemiringan sungai. Sehingga pada waktu-waktu tertentu sungai-sungai tersebut memiliki tingkat kesulitan yang mungkin bertambah atau mungkin berkurang.
Karena itu oleh kalangan penggiat arung jeram dibelakang Class sungai sering ditambah dengan tanda + (plus). Misalnya sungai Citarik memiliki tingkat kesulitan III+ artinya pada jeram-jeram tertentu sungai citarik memiliki tingkat kesulitan yang setara dengan sungai Class IV.
Minggu, 10 Januari 2010
ROCK CLIMBING
Singkatnya, apa itu Bouldering?
Seni Gerak Memanjat Batu
Apa itu Panjater?
Istilah yang saya pake untuk seorang pelaku bouldering atau tukang manjat batu. Saya bakal pake istilah ini untuk ngebedain dengan Pemanjat Tebing secara umum. Bahasa Inggrisnya Panjater yaitu Boulderer.
Alat apa aja yang diperlukan untuk bouldering?
Sepasang sepatu panjat tebing, kantong kapur berikut kapurnya dan sebuah boulder.
Apa itu Boulder?
Boulder dalam bahasa Inggris berati batu besar. Dalam Bouldering, Boulder bisa diartikan media atau sesuatu yang akan dipanjat oleh seorang panjater. Ini bisa berupa bebatuan, tebing atau dinding yang rendah atau juga struktur bangunan.
Apa itu Problem?
Problem adalah sesuatu yang akan dipanjat yang harus mempunyai titik awal dan titik akhir/ selesai. Problem bisa memiliki banyak gerakan ataupun cuma 2 (dua) gerakan. Dalam Panjat Tebing biasanya disebut rute, yang dimulai dari dasar tebing sampe ke puncak tebing. Disebut problem karena satu batu yang harus dipanjat dianggap sebagai satu masalah yang harus dipecahkan, layaknya satu teka-teki yang perlu perasan otak agar bisa dicari jalan keluarnya. Kalo bouldering bukan cuma perlu perasan otak tapi juga perasan otot.
Bouldering itu cocoknya untuk siapa?
Siapa aja, tua atao muda khususnya kamu2 pecinta alam yang kantongnya enggak tebal. Anak-anak sekolah/ kuliahan yang hidup pas-pasan tapi pengen aktif dan menghindari tawuran. Mereka yang pengen panjat tebing tapi ngeri ama ketinggian atau dilarang ama bokap nyokap yang takut kalo lo’ jatuh. Kamu semua yang sering stress di kerjaan atau punya konflik dengan manusia, Bouldering bisa jadi satu alternatif remedi yang mujarab. Kalo kamu kuper alias kurang pergaulan Bouldering efektif buat ajang mencari kawan, karena paling seru kalo manjat batu rame-rame. Dan kamu yang mau kedamaian, pergilah bouldering sendirian dan rasakan persahabatan akrab dengan tembok-tembok alam. Kamu yang bener-bener suka tantangan dengan melakukan kegiatan alam yang sulit dan perlu otot juga konsentrasi penuh tapi tetep having fun. Dan juga untuk para pemanjat tebing, mereka udah tau kalo Bouldering adalah salah satu training terbaik untuk manjat tebing.
Apakah Bouldering cocok buat cewek?
Terus terang panjater cewek yang sering saya liat adalah cewek2 keren dan ehem..cakep yang punya otot. Banyak dari mereka yang “kick my ass” alias bikin gue malu kalo manjat dengan mereka, soalnya cewek2 itu jago banget manjatnya. Maklum seperti umumnya cowok2 , gue pantang dikalahin ama cewek. Jadi kalo liat cewek manjat problem yang sulit gue jadi ter-MOTIVASI banget ….alias PANAS dan NGIRI..hahaha
Siapa pelopor Bouldering?
Di Amerika sport ini dikukuhkan oleh John Gill tahun 1950-an meskipun pemanjat Eropa dan Inggris sudah melakukan bouldering sebelumnya. Pasalnya kegiatan bouldering di Eropa waktu itu belum dianggap sebagai satu olah raga yang berdiri sendiri dan hanya sekedar aktivitas training untuk panjat tebing. John Gill-lah yang memasyarakatkan bouldering dengan pendekatan jimnastik yang terbukti dengan penggunaan kapur, gerakan2 yang dinamis selain memerlukan otot yang kuat. Selanjutnya pada tahun 1990-an seorang pemanjat muda yang sangat berbakat bernama Chris Sharma dari California, USA menjadi idola di percaturan panjat tebing dan dia aktif melakukan bouldering dengan sangat mengesankan yang menjadi satu titik pangkal promosi olah raga bouldering yang lebih modern.
Apa artinya Grade? (baca: gred)
Di arena Panjat Tebing dan Mountaineering, Grade artinya tingkat keseriusan suatu pemanjatan atau pendakian. Dari segi petualangan kadang diukur dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu jenis pemanjatan. Kebanyakan orang menggunakan istilah Grade dan Rating untuk arti yang sama yaitu (rating) tingkat kesulitan teknis.
Apa artinya Rating? (baca: reiting)
Rating yaitu nilai atau tingkat kesulitan teknis suatu rute atu problem yang biasanya dijelaskan oleh skala tertentu. Setiap problem memiliki rating fungsinya untuk membedakan problem mana yang gampang dipanjat dan mana yang lebih sulit dari segi penguasaan tehnik memanjat juga kekuatan. Dengan menggunakan rating kamu bisa memilih dan menentukan jenis problem yang mau kamu panjat sesuai dengan keahlian tehnik kamu dalam bouldering.
Skala tingkat kesulitan apa yang digunakan pada bouldering?
Saat ini skala tingkat kesulitan problem boulder yang paling populer digunakan yaitu V-Scale (baca: Vi skel) atau dalam bahasa Indonesia disebut Skala-Vi. Skala ini diciptakan oleh John Sherman dari Amerika pada tahun 1990-an saat dia praktek bouldering di Hueco Tanks, Texas. Huruf V berasal dari nama panggilan akrab John Sherman waktu itu yaitu “Vermin”, dipendekkan jadi Vi. Skala ini dimulai dari V0 dan berlanjut V1, V2, V3 … sampe V15. Problem boulder paling sulit sampe sekarang yaitu V15 dan masih ada kemungkinan untuk ditingkatkan.
Bagaimana perbandingannya dengan skala Yosemite?
Skala Yosemite atau YDS adalah skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kesulitan satu rute Panjat Tebing. Diawali dengan angka 5 dan diikuti dengan angka desimal dan huruf dari A sampe D. Contoh 5.6 adalah rute yang mudah dan hampir setiap orang bisa memanjatnya. Pada rute yang makin sulit barulah digunakan huruf seperti 5.10b, 5.12d, 5.14a dan rute tersulit didunia saat ini yaitu sekitar 5.15a.
Seni Gerak Memanjat Batu
Apa itu Panjater?
Istilah yang saya pake untuk seorang pelaku bouldering atau tukang manjat batu. Saya bakal pake istilah ini untuk ngebedain dengan Pemanjat Tebing secara umum. Bahasa Inggrisnya Panjater yaitu Boulderer.
Alat apa aja yang diperlukan untuk bouldering?
Sepasang sepatu panjat tebing, kantong kapur berikut kapurnya dan sebuah boulder.
Apa itu Boulder?
Boulder dalam bahasa Inggris berati batu besar. Dalam Bouldering, Boulder bisa diartikan media atau sesuatu yang akan dipanjat oleh seorang panjater. Ini bisa berupa bebatuan, tebing atau dinding yang rendah atau juga struktur bangunan.
Apa itu Problem?
Problem adalah sesuatu yang akan dipanjat yang harus mempunyai titik awal dan titik akhir/ selesai. Problem bisa memiliki banyak gerakan ataupun cuma 2 (dua) gerakan. Dalam Panjat Tebing biasanya disebut rute, yang dimulai dari dasar tebing sampe ke puncak tebing. Disebut problem karena satu batu yang harus dipanjat dianggap sebagai satu masalah yang harus dipecahkan, layaknya satu teka-teki yang perlu perasan otak agar bisa dicari jalan keluarnya. Kalo bouldering bukan cuma perlu perasan otak tapi juga perasan otot.
Bouldering itu cocoknya untuk siapa?
Siapa aja, tua atao muda khususnya kamu2 pecinta alam yang kantongnya enggak tebal. Anak-anak sekolah/ kuliahan yang hidup pas-pasan tapi pengen aktif dan menghindari tawuran. Mereka yang pengen panjat tebing tapi ngeri ama ketinggian atau dilarang ama bokap nyokap yang takut kalo lo’ jatuh. Kamu semua yang sering stress di kerjaan atau punya konflik dengan manusia, Bouldering bisa jadi satu alternatif remedi yang mujarab. Kalo kamu kuper alias kurang pergaulan Bouldering efektif buat ajang mencari kawan, karena paling seru kalo manjat batu rame-rame. Dan kamu yang mau kedamaian, pergilah bouldering sendirian dan rasakan persahabatan akrab dengan tembok-tembok alam. Kamu yang bener-bener suka tantangan dengan melakukan kegiatan alam yang sulit dan perlu otot juga konsentrasi penuh tapi tetep having fun. Dan juga untuk para pemanjat tebing, mereka udah tau kalo Bouldering adalah salah satu training terbaik untuk manjat tebing.
Apakah Bouldering cocok buat cewek?
Terus terang panjater cewek yang sering saya liat adalah cewek2 keren dan ehem..cakep yang punya otot. Banyak dari mereka yang “kick my ass” alias bikin gue malu kalo manjat dengan mereka, soalnya cewek2 itu jago banget manjatnya. Maklum seperti umumnya cowok2 , gue pantang dikalahin ama cewek. Jadi kalo liat cewek manjat problem yang sulit gue jadi ter-MOTIVASI banget ….alias PANAS dan NGIRI..hahaha
Siapa pelopor Bouldering?
Di Amerika sport ini dikukuhkan oleh John Gill tahun 1950-an meskipun pemanjat Eropa dan Inggris sudah melakukan bouldering sebelumnya. Pasalnya kegiatan bouldering di Eropa waktu itu belum dianggap sebagai satu olah raga yang berdiri sendiri dan hanya sekedar aktivitas training untuk panjat tebing. John Gill-lah yang memasyarakatkan bouldering dengan pendekatan jimnastik yang terbukti dengan penggunaan kapur, gerakan2 yang dinamis selain memerlukan otot yang kuat. Selanjutnya pada tahun 1990-an seorang pemanjat muda yang sangat berbakat bernama Chris Sharma dari California, USA menjadi idola di percaturan panjat tebing dan dia aktif melakukan bouldering dengan sangat mengesankan yang menjadi satu titik pangkal promosi olah raga bouldering yang lebih modern.
Apa artinya Grade? (baca: gred)
Di arena Panjat Tebing dan Mountaineering, Grade artinya tingkat keseriusan suatu pemanjatan atau pendakian. Dari segi petualangan kadang diukur dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu jenis pemanjatan. Kebanyakan orang menggunakan istilah Grade dan Rating untuk arti yang sama yaitu (rating) tingkat kesulitan teknis.
Apa artinya Rating? (baca: reiting)
Rating yaitu nilai atau tingkat kesulitan teknis suatu rute atu problem yang biasanya dijelaskan oleh skala tertentu. Setiap problem memiliki rating fungsinya untuk membedakan problem mana yang gampang dipanjat dan mana yang lebih sulit dari segi penguasaan tehnik memanjat juga kekuatan. Dengan menggunakan rating kamu bisa memilih dan menentukan jenis problem yang mau kamu panjat sesuai dengan keahlian tehnik kamu dalam bouldering.
Skala tingkat kesulitan apa yang digunakan pada bouldering?
Saat ini skala tingkat kesulitan problem boulder yang paling populer digunakan yaitu V-Scale (baca: Vi skel) atau dalam bahasa Indonesia disebut Skala-Vi. Skala ini diciptakan oleh John Sherman dari Amerika pada tahun 1990-an saat dia praktek bouldering di Hueco Tanks, Texas. Huruf V berasal dari nama panggilan akrab John Sherman waktu itu yaitu “Vermin”, dipendekkan jadi Vi. Skala ini dimulai dari V0 dan berlanjut V1, V2, V3 … sampe V15. Problem boulder paling sulit sampe sekarang yaitu V15 dan masih ada kemungkinan untuk ditingkatkan.
Bagaimana perbandingannya dengan skala Yosemite?
Skala Yosemite atau YDS adalah skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kesulitan satu rute Panjat Tebing. Diawali dengan angka 5 dan diikuti dengan angka desimal dan huruf dari A sampe D. Contoh 5.6 adalah rute yang mudah dan hampir setiap orang bisa memanjatnya. Pada rute yang makin sulit barulah digunakan huruf seperti 5.10b, 5.12d, 5.14a dan rute tersulit didunia saat ini yaitu sekitar 5.15a.
Climbing – Perintah dan Signal Memanjat
Perintah dan Signal Memanjat
Agar pemanjatan berjalan dengan lancar dan selamat, komunikasi yang jelas antara si pemanjat dan si pembelay sangat diperlukan. Untuk itulah setiap pemanjat perlu mengetahui perintah dan signal memanjat yang sudah baku dan umum digunakan secara internasional. Perintah ini diucapkan atau diteriakkan dalam bahasa Inggris.
Karena komunikasi ini teramat sangat PENTING untuk dimengerti dan disepakati antar sesama pemanjat, saya masih belum tau dan bertanya-tanya, apakah sudah ada terjemahan bahasa Indonesia yang umum dan standar. Pentingnya penerjemahan ini disebabkan pemanjat yang harus selalu siap meneriakkan perintah dan pembelay yang siap merespon tanpa harus berpikir dua kali (menterjemahkannya dalam bahasa yang langsung dimengerti).
Barangkali ini cuma pengandaian konyol tapi cukup masuk diakal. Bayangkan saja pemanjat yang berteriak “ROCK!” dan pembelay baru yang berusaha menerjemahkannya kedalam bahasa sehari hari, bisa jadi yang masuk kedalam otaknya yaitu celana ROK yang biasa dipake oleh kaum cewek atau juga musik Rock. Kalo lambat dalam penerjemahan dan enggak cepat merespon pembelay bisa jadi udah tertimpa bebatuan yang jatuh.
Dalam dunia panjat tebing teriakan “ROCK!” oleh pemanjat artinya sesuatu jatuh dari atas tebing. Rock artinya batu, tapi dalam prakteknya teriakan ini berarti apa aja yang jatuh dari atas dan dapat mencelakai/ melukai orang yang ada dibawah tebing, apakah itu si pembelay atau orang yang berada disekitar. Sesuatu yang jatuh itu bisa batu, kerikil, karabiner, alat proteksi atau benda lainnya. Pada saat mendengar teiakan ini, pembelay (dan siapa saja yang berada didasar tebing) diharapkan untuk mencari perlindungan untuk keselamatan tanpa membahayakan si pemanjat.
PERSIAPAN
Setelah pemanjat mengikatkan tali ke harnesnya dengan simpul figure eight dan simpul pengunci dan pembelay memasang tali, alat belay keharnesnya lakukan pengecekan balik: Pemanjat mengecek si pembelay dan sebaliknya. Setelah itu lakukan pengecekan ulang! Kalo semua sistem udah yakin betul dipasang dengan benar dan pemanjatan akan segera dilakukan si pemanjat mengucapkan On belay! kepada si pembelay. Kemudian si Pembelay yang sudah siap dengan tali dan alat belaynya yang terpasang ke harnes menjawabnya dengan ucapan Belay on! Kata belay on ini bisa diartikan “saya siap untuk menyetop kalo kamu jatoh!” Selanjutnya pemanjat bilang Climbing! dan dijawab dengan Climb on!
Pemanjat Arti Pembelay Arti
On belay! Udah siap? Belay on! Belay siap!
Climbing! Manjat sekarang! Climb on! Silahkan!
Slack! Ulur tali! Pembelay mengulurkan tali secukupnya.
Clipping! Mau klip sekarang Pembelay mengulurkan tali secukupnya.
Watch me! Liat aku!/ Liat kesini! (Pemanjat dalam posisi sulit dan bakalan jatuh) Pembelay bersiap sedia untuk mengunci tali yang bakal terulur saat pemanjat jatoh
Take! atau
Tension! Kencangkan talinya! (jangan ada yang terulur) Pembelay menarik tali yang terulur sampe tali lurus dan tegang
Falling! Jatoh! Pembelay menyetop jatuhnya pemanjat dengan kuncian alat belaynya.
Off belay! Tolong lepas belay-nya! Belay off! Belay udah dilepas!
Lower me! Turunin aku sekarang! Lowering! Mulai turun!
Taking in! Talinya mau ditarik sekarang! That’s me! Itu aku (yang kamu tarik)!
Di area pemanjatan yang populer dan banyak dikunjungi, sangat disarankan untuk saling meneriakan nama sipemanjat atau si pembelay. Tujuannya supaya enggak salah tangkap perintah dari pemanjat atau pembelay lain yang manjat bersebelahan dengan kita.
Beberapa kecelakaan dalam panjat tebing terjadi disebabkan miskomunikasi antara pemanjat dan pembelay. Sebagai contoh ada seorang pemanjat yang sedang timbal balik komunikasi dengan pembelaynya dan satu saat si pemanjat mengatakan ” OKAY!” yang artinya “Baiklah, kalo begitu”. Celakanya si pembelay salah mendengar dan diartikan “OFF BELAY!” (Lepaskan saya dari belay!). Tanpa konfirmasi ulang sipembelay melepas tali kermantel dan alat belay-nya. Kemudian “AAAAHHHHHHHH!” teriakan si pemanjat yang melayang jatuh dari puncak tebing.
Dari kisah nyata diatas kamu bisa menyimpulkan apalah artinya kenikmatan panjat pemanjat tanpa komunikasi yang jelas dan rasa percaya antara pemanjat dan pembelay. Teriakan “OKAY!” (baca: okey) terdengar mirip dengan “OFF BELAY!” (baca: of biley). Makanya lakukan pengulangan dan konfirmasi kalo kamu enggak jelas dan kurang pasti akan apa yang diucapkan oleh si pemanjat atau si pembelay.
Tak jarang saya ketemu pemanjat yang udah berpengalaman yang karena reputasinya sebagai pemanjat senior udah enggak mempedulikan dan menggunakan dasar-dasar perintah manjat-memanjat. Meskipun ini hak mereka, saya pribadi kurang suka sama sikap dan atitude seperti ini. Kalo mereka lupa itu masalah lain tapi kalo mereka sengaja enggak menggunakan perintah dan signal sebagai pemanjat senior itu bukannya memberikan contoh yang baik dan mereka beresiko dengan keselamatan mereka dan orang-orang yang mereka ajak manjat bersama
Agar pemanjatan berjalan dengan lancar dan selamat, komunikasi yang jelas antara si pemanjat dan si pembelay sangat diperlukan. Untuk itulah setiap pemanjat perlu mengetahui perintah dan signal memanjat yang sudah baku dan umum digunakan secara internasional. Perintah ini diucapkan atau diteriakkan dalam bahasa Inggris.
Karena komunikasi ini teramat sangat PENTING untuk dimengerti dan disepakati antar sesama pemanjat, saya masih belum tau dan bertanya-tanya, apakah sudah ada terjemahan bahasa Indonesia yang umum dan standar. Pentingnya penerjemahan ini disebabkan pemanjat yang harus selalu siap meneriakkan perintah dan pembelay yang siap merespon tanpa harus berpikir dua kali (menterjemahkannya dalam bahasa yang langsung dimengerti).
Barangkali ini cuma pengandaian konyol tapi cukup masuk diakal. Bayangkan saja pemanjat yang berteriak “ROCK!” dan pembelay baru yang berusaha menerjemahkannya kedalam bahasa sehari hari, bisa jadi yang masuk kedalam otaknya yaitu celana ROK yang biasa dipake oleh kaum cewek atau juga musik Rock. Kalo lambat dalam penerjemahan dan enggak cepat merespon pembelay bisa jadi udah tertimpa bebatuan yang jatuh.
Dalam dunia panjat tebing teriakan “ROCK!” oleh pemanjat artinya sesuatu jatuh dari atas tebing. Rock artinya batu, tapi dalam prakteknya teriakan ini berarti apa aja yang jatuh dari atas dan dapat mencelakai/ melukai orang yang ada dibawah tebing, apakah itu si pembelay atau orang yang berada disekitar. Sesuatu yang jatuh itu bisa batu, kerikil, karabiner, alat proteksi atau benda lainnya. Pada saat mendengar teiakan ini, pembelay (dan siapa saja yang berada didasar tebing) diharapkan untuk mencari perlindungan untuk keselamatan tanpa membahayakan si pemanjat.
PERSIAPAN
Setelah pemanjat mengikatkan tali ke harnesnya dengan simpul figure eight dan simpul pengunci dan pembelay memasang tali, alat belay keharnesnya lakukan pengecekan balik: Pemanjat mengecek si pembelay dan sebaliknya. Setelah itu lakukan pengecekan ulang! Kalo semua sistem udah yakin betul dipasang dengan benar dan pemanjatan akan segera dilakukan si pemanjat mengucapkan On belay! kepada si pembelay. Kemudian si Pembelay yang sudah siap dengan tali dan alat belaynya yang terpasang ke harnes menjawabnya dengan ucapan Belay on! Kata belay on ini bisa diartikan “saya siap untuk menyetop kalo kamu jatoh!” Selanjutnya pemanjat bilang Climbing! dan dijawab dengan Climb on!
Pemanjat Arti Pembelay Arti
On belay! Udah siap? Belay on! Belay siap!
Climbing! Manjat sekarang! Climb on! Silahkan!
Slack! Ulur tali! Pembelay mengulurkan tali secukupnya.
Clipping! Mau klip sekarang Pembelay mengulurkan tali secukupnya.
Watch me! Liat aku!/ Liat kesini! (Pemanjat dalam posisi sulit dan bakalan jatuh) Pembelay bersiap sedia untuk mengunci tali yang bakal terulur saat pemanjat jatoh
Take! atau
Tension! Kencangkan talinya! (jangan ada yang terulur) Pembelay menarik tali yang terulur sampe tali lurus dan tegang
Falling! Jatoh! Pembelay menyetop jatuhnya pemanjat dengan kuncian alat belaynya.
Off belay! Tolong lepas belay-nya! Belay off! Belay udah dilepas!
Lower me! Turunin aku sekarang! Lowering! Mulai turun!
Taking in! Talinya mau ditarik sekarang! That’s me! Itu aku (yang kamu tarik)!
Di area pemanjatan yang populer dan banyak dikunjungi, sangat disarankan untuk saling meneriakan nama sipemanjat atau si pembelay. Tujuannya supaya enggak salah tangkap perintah dari pemanjat atau pembelay lain yang manjat bersebelahan dengan kita.
Beberapa kecelakaan dalam panjat tebing terjadi disebabkan miskomunikasi antara pemanjat dan pembelay. Sebagai contoh ada seorang pemanjat yang sedang timbal balik komunikasi dengan pembelaynya dan satu saat si pemanjat mengatakan ” OKAY!” yang artinya “Baiklah, kalo begitu”. Celakanya si pembelay salah mendengar dan diartikan “OFF BELAY!” (Lepaskan saya dari belay!). Tanpa konfirmasi ulang sipembelay melepas tali kermantel dan alat belay-nya. Kemudian “AAAAHHHHHHHH!” teriakan si pemanjat yang melayang jatuh dari puncak tebing.
Dari kisah nyata diatas kamu bisa menyimpulkan apalah artinya kenikmatan panjat pemanjat tanpa komunikasi yang jelas dan rasa percaya antara pemanjat dan pembelay. Teriakan “OKAY!” (baca: okey) terdengar mirip dengan “OFF BELAY!” (baca: of biley). Makanya lakukan pengulangan dan konfirmasi kalo kamu enggak jelas dan kurang pasti akan apa yang diucapkan oleh si pemanjat atau si pembelay.
Tak jarang saya ketemu pemanjat yang udah berpengalaman yang karena reputasinya sebagai pemanjat senior udah enggak mempedulikan dan menggunakan dasar-dasar perintah manjat-memanjat. Meskipun ini hak mereka, saya pribadi kurang suka sama sikap dan atitude seperti ini. Kalo mereka lupa itu masalah lain tapi kalo mereka sengaja enggak menggunakan perintah dan signal sebagai pemanjat senior itu bukannya memberikan contoh yang baik dan mereka beresiko dengan keselamatan mereka dan orang-orang yang mereka ajak manjat bersama
DAFTAR GUNUNG
Nama Gunung, Tinggi dan Letaknya di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Provinsi
Provinsi Bali Terdapat Gunung Abang Memiliki Tinggi 2.152 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Agung Memiliki Tinggi 3.142 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Batukau Memiliki Tinggi 2.276 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Batur Memiliki Tinggi 1.717 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Catur Memiliki Tinggi 2.098 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Sangiang Memiliki Tinggi 2.087 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Bapagat Memiliki Tinggi 2.732 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Dempo Memiliki Tinggi 3.159 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Dingin Memiliki Tinggi 2.020 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Gadang Memiliki Tinggi 2.466 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Patah Memiliki Tinggi 2.817 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Runcing Memiliki Tinggi 2.221 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Seblat Memiliki Tinggi 2.883 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Tangkitlebak Memiliki Tinggi 2.115 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Abong-abong Memiliki Tinggi 3.015 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bandahara Memiliki Tinggi 3.030 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bateekeubeu Memiliki Tinggi 2.840 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bateemecica Memiliki Tinggi 1.140 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bumi Geureudong Memiliki Tinggi 2.670 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bumi Telong Memiliki Tinggi 2.600 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Geureudong Memiliki Tinggi 2.590 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Leuser Memiliki Tinggi 4.446 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Mueajan Memiliki Tinggi 3.079 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Panet sagu Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Panjang Memiliki Tinggi 2.023 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Perkison Memiliki Tinggi 2.532 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Segama Memiliki Tinggi 2.015 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Sorik Merapi Memiliki Tinggi 2.145 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Tangga Memiliki Tinggi 2.500 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Tinjaulaut Memiliki Tinggi 2.105 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Ulumasen Memiliki Tinggi 2.390 meter
Provinsi Jambi Terdapat Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 2.507 meter
Provinsi Jambi Terdapat Gunung Masurai Memiliki Tinggi 2.935 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Bukittunggul Memiliki Tinggi 2.203 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Burangrang Memiliki Tinggi 2.064 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Cikurai Memiliki Tinggi 2.821 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Cireme Memiliki Tinggi 3.078 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Galunggung Memiliki Tinggi 2.168 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Gede Memiliki Tinggi 2.958 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Guntur Memiliki Tinggi 2.249 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Kancana Memiliki Tinggi 2.182 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Malabar Memiliki Tinggi 2.321 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Masigit Memiliki Tinggi 2.078 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Pangrango Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Papandayan Memiliki Tinggi 2.665 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Patuha Memiliki Tinggi 2.434 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Salak Memiliki Tinggi 2.211 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Tangkuban Perahu Memiliki Tinggi 2.084 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Telaga Bodas Memiliki Tinggi 2.201 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Tilu Memiliki Tinggi 2.040 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Wayang Memiliki Tinggi 2.181 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Windu Memiliki Tinggi 2.054 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Bismo Memiliki Tinggi 2.365 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.914 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Merbabu Memiliki Tinggi 3.142 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Muria Memiliki Tinggi 1.602 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Perahu Memiliki Tinggi 2.565 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Rogojembangan Memiliki Tinggi 2.177 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Slamet Memiliki Tinggi 3.418 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 3.371 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Sundoro Memiliki Tinggi 2.151 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Ungaran Memiliki Tinggi 2.050 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Anjasmoro Memiliki Tinggi 2.282 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Argomayang Memiliki Tinggi 2.198 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Argopuro Memiliki Tinggi 3.088 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Arjuna Memiliki Tinggi 3.339 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Bromo Memiliki Tinggi 2.392 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Butak Memiliki Tinggi 2.868 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Cemarakuning Memiliki Tinggi 2.248 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Jambangan Memiliki Tinggi 2.482 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Kawi Memiliki Tinggi 2.651 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Kelud Memiliki Tinggi 1.731 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Lawu Memiliki Tinggi 3.265 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Liman Memiliki Tinggi 2.512 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Mahameru Memiliki Tinggi 3.676 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.800 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Raung Memiliki Tinggi 3.332 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Semeru Memiliki Tinggi 3.676 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Suket Memiliki Tinggi 2.950 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Welirang Memiliki Tinggi 3.166 meter
Provinsi Jawa TImur Terdapat Gunung Wilis Memiliki Tinggi 2.169 meter
Provinsi Kalimantan Barat Terdapat Gunung Bukitraya Memiliki Tinggi 2.278 meter
Provinsi Kalimantan Timur Terdapat Gunung Harun Memiliki Tinggi 2.160 meter
Provinsi Kalimantan Timur Terdapat Gunung Liangpran Memiliki Tinggi 2.240 meter
Provinsi Lampung Terdapat Gunung Krakatau Memiliki Tinggi 913 meter
Provinsi Lampung Terdapat Gunung Tanggamas Memiliki Tinggi 2.102 meter
Provinsi Lombok Terdapat Gunung Rinjani Memiliki Tinggi 3.726 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Binaiya Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Gamalama Memiliki Tinggi 2.700 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Kapaladmada Memiliki Tinggi 2.429 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Laworkawra Memiliki Tinggi 4.481 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Legatala Memiliki Tinggi 4.241 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Nieuwerkerk Memiliki Tinggi 4.185 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Serawema Memiliki Tinggi 4.355 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Sibela Memiliki Tinggi 2.111 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Wetar Memiliki Tinggi 5.282 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Wurlali Memiliki Tinggi 4.668 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Ebulolobo Memiliki Tinggi 2.123 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Kalimutu Memiliki Tinggi 1.640 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Kondo Memiliki Tinggi 2.947 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Nangi Memiliki Tinggi 2.330 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Tambora Memiliki Tinggi 2.851 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Batutara Memiliki Tinggi 3.750 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Keknemo Memiliki Tinggi 2.070 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Ranakah Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Arfak Memiliki Tinggi 2.940 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Derabaro Memiliki Tinggi 4.150 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Dwikora Memiliki Tinggi 4.750 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Jaya/Ngapulu Memiliki Tinggi 5.030 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Kwoko Memiliki Tinggi 3.000 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Mandala Memiliki Tinggi 4.700 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Redoura Memiliki Tinggi 3.083 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Togwomeri Memiliki Tinggi 2.680 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Trikora Memiliki Tinggi 4.750 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Yamin Memiliki Tinggi 4.595 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Yaramamafaka Memiliki Tinggi 3.370 meter
Provinsi Pulau Flores Terdapat Gunung Inerie Memiliki Tinggi 2.245 meter
Provinsi Pulau Sangir Terdapat Gunung Api Memiliki Tinggi 5.000 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Anuan Memiliki Tinggi 3.673 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Balease Memiliki Tinggi 3.016 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Gandadinata Memiliki Tinggi 3.074 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Kabinturu Memiliki Tinggi 2.655 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Kambuno Memiliki Tinggi 2.950 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Lampobatang Memiliki Tinggi 2.871 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Paroreang Memiliki Tinggi 2.616 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Rantemado Memiliki Tinggi 3.445 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Sinajai Memiliki Tinggi 2.669 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Tolondokalaud Memiliki Tinggi 2.884 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Butumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Daku Memiliki Tinggi 2.304 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Dali Memiliki Tinggi 2.253 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Dampal Memiliki Tinggi 2.304 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Gawalisi Memiliki Tinggi 2.023 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Gentilomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Kulawi Memiliki Tinggi 3.311 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lambuno Memiliki Tinggi 2.443 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lompopana Memiliki Tinggi 2.480 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lumut Memiliki Tinggi 2.234 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Mad Memiliki Tinggi 2.552 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Malino Memiliki Tinggi 2.443 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Maruwali Memiliki Tinggi 2.280 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Nokilalaki Memiliki Tinggi 2.355 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Ogoamas Memiliki Tinggi 2.565 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Pekawa Memiliki Tinggi 2.314 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Rerekautimdu Memiliki Tinggi 2.508 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Salai Memiliki Tinggi 2.040 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Sidole Memiliki Tinggi 2.099 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Sonjo Memiliki Tinggi 3.225 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tambusisi Memiliki Tinggi 2.422 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tanamatua Memiliki Tinggi 2.543 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tinombala Memiliki Tinggi 2.183 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Towengkeli Memiliki Tinggi 2.229 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Sulawesi Tenggara Terdapat Gunung Mengkoka Memiliki Tinggi 2.790 meter
Provinsi Sulawesi Tenggara Terdapat Gunung Watuwila Memiliki Tinggi 2.000 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Awu Memiliki Tinggi 3.330 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Boliohutu Memiliki Tinggi 2.065 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Colo Memiliki Tinggi 2.509 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Karangetung Memiliki Tinggi 2.700 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Klabat Memiliki Tinggi 2.022 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Tentolomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Gedang Memiliki Tinggi 2.050 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Kerinci Memiliki Tinggi 3.800 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Maitang Memiliki Tinggi 2.262 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Marapai Memiliki Tinggi 2.891 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Ophir Memiliki Tinggi 2.191 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Pantai Cermin Memiliki Tinggi 2.690 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Pasaman Memiliki Tinggi 2.900 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Singgalang Memiliki Tinggi 2.877 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Talakmau Memiliki Tinggi 2.912 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Talang Memiliki Tinggi 2.597 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Tandiket Memiliki Tinggi 2.438 meter
Provinsi Sumatra Selatan Terdapat Gunung Besagi Memiliki Tinggi 2.232 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sibayak Memiliki Tinggi 2.094 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sibuatan Memiliki Tinggi 2.457 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sihabuhabu Memiliki Tinggi 2.300 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sinabung Memiliki Tinggi 2.412 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sipoimcim Memiliki Tinggi 2.199 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Tampunanjing Memiliki Tinggi 2.008 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Kalau Memiliki Tinggi 2.171 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Abang Memiliki Tinggi 2.152 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Agung Memiliki Tinggi 3.142 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Batukau Memiliki Tinggi 2.276 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Batur Memiliki Tinggi 1.717 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Catur Memiliki Tinggi 2.098 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Sangiang Memiliki Tinggi 2.087 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Bapagat Memiliki Tinggi 2.732 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Dempo Memiliki Tinggi 3.159 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Dingin Memiliki Tinggi 2.020 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Gadang Memiliki Tinggi 2.466 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Patah Memiliki Tinggi 2.817 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Runcing Memiliki Tinggi 2.221 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Seblat Memiliki Tinggi 2.883 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Tangkitlebak Memiliki Tinggi 2.115 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Abong-abong Memiliki Tinggi 3.015 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bandahara Memiliki Tinggi 3.030 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bateekeubeu Memiliki Tinggi 2.840 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bateemecica Memiliki Tinggi 1.140 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bumi Geureudong Memiliki Tinggi 2.670 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bumi Telong Memiliki Tinggi 2.600 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Geureudong Memiliki Tinggi 2.590 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Leuser Memiliki Tinggi 4.446 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Mueajan Memiliki Tinggi 3.079 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Panet sagu Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Panjang Memiliki Tinggi 2.023 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Perkison Memiliki Tinggi 2.532 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Segama Memiliki Tinggi 2.015 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Sorik Merapi Memiliki Tinggi 2.145 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Tangga Memiliki Tinggi 2.500 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Tinjaulaut Memiliki Tinggi 2.105 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Ulumasen Memiliki Tinggi 2.390 meter
Provinsi Jambi Terdapat Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 2.507 meter
Provinsi Jambi Terdapat Gunung Masurai Memiliki Tinggi 2.935 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Bukittunggul Memiliki Tinggi 2.203 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Burangrang Memiliki Tinggi 2.064 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Cikurai Memiliki Tinggi 2.821 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Cireme Memiliki Tinggi 3.078 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Galunggung Memiliki Tinggi 2.168 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Gede Memiliki Tinggi 2.958 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Guntur Memiliki Tinggi 2.249 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Kancana Memiliki Tinggi 2.182 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Malabar Memiliki Tinggi 2.321 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Masigit Memiliki Tinggi 2.078 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Pangrango Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Papandayan Memiliki Tinggi 2.665 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Patuha Memiliki Tinggi 2.434 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Salak Memiliki Tinggi 2.211 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Tangkuban Perahu Memiliki Tinggi 2.084 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Telaga Bodas Memiliki Tinggi 2.201 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Tilu Memiliki Tinggi 2.040 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Wayang Memiliki Tinggi 2.181 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Windu Memiliki Tinggi 2.054 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Bismo Memiliki Tinggi 2.365 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.914 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Merbabu Memiliki Tinggi 3.142 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Muria Memiliki Tinggi 1.602 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Perahu Memiliki Tinggi 2.565 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Rogojembangan Memiliki Tinggi 2.177 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Slamet Memiliki Tinggi 3.418 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 3.371 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Sundoro Memiliki Tinggi 2.151 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Ungaran Memiliki Tinggi 2.050 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Anjasmoro Memiliki Tinggi 2.282 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Argomayang Memiliki Tinggi 2.198 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Argopuro Memiliki Tinggi 3.088 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Arjuna Memiliki Tinggi 3.339 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Bromo Memiliki Tinggi 2.392 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Butak Memiliki Tinggi 2.868 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Cemarakuning Memiliki Tinggi 2.248 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Jambangan Memiliki Tinggi 2.482 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Kawi Memiliki Tinggi 2.651 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Kelud Memiliki Tinggi 1.731 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Lawu Memiliki Tinggi 3.265 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Liman Memiliki Tinggi 2.512 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Mahameru Memiliki Tinggi 3.676 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.800 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Raung Memiliki Tinggi 3.332 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Semeru Memiliki Tinggi 3.676 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Suket Memiliki Tinggi 2.950 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Welirang Memiliki Tinggi 3.166 meter
Provinsi Jawa TImur Terdapat Gunung Wilis Memiliki Tinggi 2.169 meter
Provinsi Kalimantan Barat Terdapat Gunung Bukitraya Memiliki Tinggi 2.278 meter
Provinsi Kalimantan Timur Terdapat Gunung Harun Memiliki Tinggi 2.160 meter
Provinsi Kalimantan Timur Terdapat Gunung Liangpran Memiliki Tinggi 2.240 meter
Provinsi Lampung Terdapat Gunung Krakatau Memiliki Tinggi 913 meter
Provinsi Lampung Terdapat Gunung Tanggamas Memiliki Tinggi 2.102 meter
Provinsi Lombok Terdapat Gunung Rinjani Memiliki Tinggi 3.726 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Binaiya Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Gamalama Memiliki Tinggi 2.700 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Kapaladmada Memiliki Tinggi 2.429 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Laworkawra Memiliki Tinggi 4.481 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Legatala Memiliki Tinggi 4.241 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Nieuwerkerk Memiliki Tinggi 4.185 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Serawema Memiliki Tinggi 4.355 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Sibela Memiliki Tinggi 2.111 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Wetar Memiliki Tinggi 5.282 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Wurlali Memiliki Tinggi 4.668 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Ebulolobo Memiliki Tinggi 2.123 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Kalimutu Memiliki Tinggi 1.640 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Kondo Memiliki Tinggi 2.947 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Nangi Memiliki Tinggi 2.330 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Tambora Memiliki Tinggi 2.851 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Batutara Memiliki Tinggi 3.750 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Keknemo Memiliki Tinggi 2.070 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Ranakah Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Arfak Memiliki Tinggi 2.940 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Derabaro Memiliki Tinggi 4.150 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Dwikora Memiliki Tinggi 4.750 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Jaya/Ngapulu Memiliki Tinggi 5.030 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Kwoko Memiliki Tinggi 3.000 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Mandala Memiliki Tinggi 4.700 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Redoura Memiliki Tinggi 3.083 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Togwomeri Memiliki Tinggi 2.680 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Trikora Memiliki Tinggi 4.750 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Yamin Memiliki Tinggi 4.595 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Yaramamafaka Memiliki Tinggi 3.370 meter
Provinsi Pulau Flores Terdapat Gunung Inerie Memiliki Tinggi 2.245 meter
Provinsi Pulau Sangir Terdapat Gunung Api Memiliki Tinggi 5.000 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Anuan Memiliki Tinggi 3.673 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Balease Memiliki Tinggi 3.016 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Gandadinata Memiliki Tinggi 3.074 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Kabinturu Memiliki Tinggi 2.655 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Kambuno Memiliki Tinggi 2.950 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Lampobatang Memiliki Tinggi 2.871 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Paroreang Memiliki Tinggi 2.616 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Rantemado Memiliki Tinggi 3.445 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Sinajai Memiliki Tinggi 2.669 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Tolondokalaud Memiliki Tinggi 2.884 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Butumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Daku Memiliki Tinggi 2.304 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Dali Memiliki Tinggi 2.253 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Dampal Memiliki Tinggi 2.304 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Gawalisi Memiliki Tinggi 2.023 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Gentilomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Kulawi Memiliki Tinggi 3.311 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lambuno Memiliki Tinggi 2.443 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lompopana Memiliki Tinggi 2.480 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lumut Memiliki Tinggi 2.234 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Mad Memiliki Tinggi 2.552 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Malino Memiliki Tinggi 2.443 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Maruwali Memiliki Tinggi 2.280 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Nokilalaki Memiliki Tinggi 2.355 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Ogoamas Memiliki Tinggi 2.565 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Pekawa Memiliki Tinggi 2.314 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Rerekautimdu Memiliki Tinggi 2.508 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Salai Memiliki Tinggi 2.040 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Sidole Memiliki Tinggi 2.099 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Sonjo Memiliki Tinggi 3.225 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tambusisi Memiliki Tinggi 2.422 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tanamatua Memiliki Tinggi 2.543 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tinombala Memiliki Tinggi 2.183 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Towengkeli Memiliki Tinggi 2.229 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Sulawesi Tenggara Terdapat Gunung Mengkoka Memiliki Tinggi 2.790 meter
Provinsi Sulawesi Tenggara Terdapat Gunung Watuwila Memiliki Tinggi 2.000 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Awu Memiliki Tinggi 3.330 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Boliohutu Memiliki Tinggi 2.065 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Colo Memiliki Tinggi 2.509 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Karangetung Memiliki Tinggi 2.700 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Klabat Memiliki Tinggi 2.022 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Tentolomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Gedang Memiliki Tinggi 2.050 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Kerinci Memiliki Tinggi 3.800 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Maitang Memiliki Tinggi 2.262 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Marapai Memiliki Tinggi 2.891 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Ophir Memiliki Tinggi 2.191 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Pantai Cermin Memiliki Tinggi 2.690 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Pasaman Memiliki Tinggi 2.900 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Singgalang Memiliki Tinggi 2.877 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Talakmau Memiliki Tinggi 2.912 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Talang Memiliki Tinggi 2.597 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Tandiket Memiliki Tinggi 2.438 meter
Provinsi Sumatra Selatan Terdapat Gunung Besagi Memiliki Tinggi 2.232 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sibayak Memiliki Tinggi 2.094 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sibuatan Memiliki Tinggi 2.457 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sihabuhabu Memiliki Tinggi 2.300 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sinabung Memiliki Tinggi 2.412 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sipoimcim Memiliki Tinggi 2.199 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Tampunanjing Memiliki Tinggi 2.008 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Kalau Memiliki Tinggi 2.171 meter
12 KEBIASAAN DARI BEBERAPA SURVIVOR YANG SUKSES
Dalam suatu krisis, beberapa orang akan terbebani. Sebagian ada yang menyerah untuk berharap, mengapa? Laurence Gonzales mempelajari ratusan dari kasus-kasus yang menunjukkan sesuatu dengan tepat mengenai sikap dan strategi dari beberapa orang yang menolak untuk mati.
Saya telah mempelajari beberapa kecelakaan selama kurang lebih 30 tahun. Pertama, sebagai pilot yang juga wartawan, saya berkonsentrasi pada kecelakaan pesawat terbang. Kemudian, ketika ketertarikan saya beralih pada paddling, climbing dan travelling ke tempat-tempat terpencil, saya mulai mempelajari beberapa kecelakaan yang terjadi pada kegiatan alam terbuka. Silahkan Anda sebut saya sebagai orang yang tidak berperasaan, tetapi bagi saya membaca laporan kecelakaan-kecelakaan tersebut seperti membaca komedi bisu (bisu, karena orang-orangnya sebagian besar meninggal). Saya mencari pengertian mengapa beberapa orang meninggal dengan cepatnya dalam keadaan survive ini. Secara mengejutkan, saya menemukan kengerian yang sama pada beberapa orang yang bertahan hidup dalam keadaan sulit yang sangat ekstrim, kasus-kasus ini saya sebut “deep survival.” Pada dasa warsa dan beberapa abad, terpisah melalui budaya, geografi, ras, agama dan tradisional, beberapa survivor yang sukses menunjukkan pola yang sama dari pikiran dan tindak tanduk yang mengarah pada transformasi keagamaan yang sama dalam mempertahankan hidup mereka. Satu kali kamu pernah melewati hujan salju, kapalmu karam atau kamu tersesat di hutan atau tanganmu terjepit saat boulder, sebagian besar menyangkut mental, berikut adalah cerita yang berhubungan dengan hal tersebut di atas, sebagian besar adalah kisah sebenarnya yang pernah dialami oleh beberapa survivor yang berhasil kembali dari perjalanan yang hampir membuat mereka mati.
ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA
1. PERCAYA DIRI
Orang yang dapat menyelamatkan diri tidak terjebak pada perangkap ketakutan yang mematikan, yaitu ketakutan yang tidak termobilisasi atau penyangkalan terhadap ketakutan. Banyak orang yang seharusnya selamat dalam tragedi World Trade Center pada tanggal 11 September 2001 tewas, karena mereka hanya diam dengan patuh untuk menunggu pertolongan dan bukan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Dan banyak diantara mereka yang dikuasai rasa panik. Panik disini tidak selalu berarti berlari kesana-kemari dengan menjerit-jerit, namun bisa berarti diam dengan tidak melakukan apapun . Para penyelidik kecelakaan pesawat sering menemukan bahwa para penumpang ternyata ditemukan mati dengan keadaan masih terikat erat di tempat duduk mereka. Orang yang dapat menyelamatkan diri sebaliknya menyadari keadaan mereka, “Saya benar-benar dalam keadaan yang membahayakan diri saya dan saya akan berusaha untuk menyelamatkan diri saya.”
Dalam lima menit pertama sejak kecelakaan terjadi, sang korban dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang penting. Presepsi dan fungsi kognitif seseorang yang dapat menyelamatkan diri berada dalam tingkat yang tinggi saat ia menghadapi bahaya. Dengan dipacu oleh ancaman atas nyawanya, seseorang yang dapat menyelamatkan diri mengetahui keadaan sekitar mereka sampai ke hal-hal yang terkecil, selain itu merekapun meyakini naluri mereka. Joe Simpson, seorang pemanjat tebing dari Inggris yang baru saja menjejakkan kaki di gunung berketinggian 21.000 kaki di negara Peru, terjatuh dan mengalami patah kaki. Hal pertama yang muncul dalam benaknya adalah mungkin dia hanya keseleo. Tetapi beberapa saat kemudian dia berkata pada dirinya sendiri,”Kakiku patah, aku akan mati.” Orang yang dapat menyelamatkan dirinya tidak menyangkal kebenaran. Hanya dengan menyadari luka yang dia alami, Simpson mampu untuk menjalani tantangan yang mengerikan di hadapannya.
2. TETAP TENANG
Dalam keadaan yang kritis, orang yang dapat menyelamatkan diri tidak dikuasai oleh rasa takut tapi mereka akan memanfaatkan rasa takut tersebut. Rasa takut yang mereka rasakan seringkali berubah menjadi rasa marah yang akan memotivasi mereka dan membuat mereka dapat berpikir dengan cerdik. Aron Ralston, seorang pemanjat gunung yang harus memotong tangannya untuk melepaskan diri dari batu besar yang telah menjepitnya di sebuah lembah celah di Utah, semula menjadi panik dan membantingkan tubuhnya ke batu yang telah menjepit tangannya. Tapi dia segera berhenti melakukan hal tersebut dan menarik nafas panjang untuk kemudian memperhatikan pilihan-pilihan yang dia miliki. Dia menghabiskan waktu hingga lima hari untuk dapat meyakinkan dirinya untuk menentukan apa yang harus dia lakukan untuk dapat menyelamatkan dirinya. Seseorang yang dapat menyelamatkan dirinya sangat mneyadari bahwa mereka harus tetap tenang. Mereka harus berusaha menghindar dari emosi ingin memberontak yang terlalu meluap-luap.
Dan dengan menghadapi keadaan genting, mereka juga dapat mengatasi penderitaan yang mereka rasakan dengan baik. Dalam buku In Touching The Void, Joe Simpson mengungkapkan penderitaan yang dia hadapi di Peru. Dia menulis bahwa dia dapat “menyesuaikan diri dengan rasa sakit terus menerus yang dia rasakan” yang disebabkan oleh kakinya yang terluka dan patah yang menjadi penghalang baginya untuk dapat menuruni gunung tersebut. James Stockdale, seorang pilot tempur yang ditembak jatuh di Vietnam dan menghabiskan waktu delapan tahun di Hanoi Hilton, julukan bagi camp penjaranya, yakin bahwa “dengan membiasakan diri dengan rasa sakit” adalah alat yang paling penting bagi orang yang dapat menyelamatkan dirinya, “Anda harus mengalami rasa sakit. Tidak boleh ada kata tidak.”
3. BERPIKIR, MENGANALISA, MERENCANAKAN
Orang yang harus menyelamatkan diri dalam jangka panjang dengan cepat akan mengorganisir, menentukan rutinitas yang harus mereka lakukan dan menetapkan disiplin. Dalam kelompok orang-orang yang sedang menyelamatkan diri, akan muncul seorang pemimpin. Seorang yang menyelamatkan diri seorang diri seringkali mengisahkan bahwa mereka mendengar sebuah suara yang mengendalikan situasi mereka. Sementara fenomena mendengar suara dapat mengindikasikan turunnya kondisi mental di dalam kedaan tertentu, hal tersebut juga mudah dijelaskan dalam dua fungsi otak : emosi dan akal. Dalam kasus-kasus tertentu dengan bahaya yang sangat fatal, emosi seringkali mengambil alih. Tapi seorang yang dapat menyelamatkan diri mengesampingkan emosi dan membiarkan akal yang bekerja dan mereka membuat diri mereka menjadi dua pribadi yang berbeda dimana mereka akan melaksanakan ide yang menurut mereka masuk akal.
Steve Callahan, seorang pelaut dan pembuat kapal, sedang dalam pelayaran tunggal di samudera Atlantik di tahun 1982 saat kapalnya tiba-tiba mengalami masalah dan mulai tenggelam. Terombang ambing selama 76 hari di atas sebuah sekoci seluas lima kaki, dia melakukan pelayaran penyelamatan dirinya dengan dipimpin oleh seorang “kapten” yang memberi perintah kepadanya dan menjaganya di saat dia sangat membutuhkan air minum. Bahkan saat dia ingin memberontak. “Kapten”nya dengan rutin melatih “kru” tersebut. Sehingga dalam kendali yang sangat ketat ini dia mampu menyingkirkan pikiran bahwa situasinya tidak mempunyai harapan. Dia harus terombang-ambing sejauh 1800 mil di dataran Karibia dan mengambil langkah-langkah pertama yang harus dilakukan dengan pikiran yang jernih dalam mencapai penyelamatan dirinya, juga menganalisa situasinya dan memformulasikan perencanaan yang akan dia jalani.
4. MENGAMBIL TINDAKAN
Orang yang menyelamatkan diri mau mengambil resiko untuk menyelamatkan diri mereka dan orang lainnya. Namun mereka pun berani dan menyadari apa yang akan mereka lakukan.
Callahan tidak mengerti mengapa kapalnya yang kecil tiba-tiba dipenuhi dengan air, mungkin terbentur oleh ikan paus. Tapi saat kapal tersebut mulai tenggelam dia tidak hanya diam memandang kapalnya dengan rasa tidak percaya. Dengan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan diri, dia masuk ke dalam kabin yang gelap dan telah dipenuhi air untuk dapat mengambil barang-barangnya yang berharga. Dia muncul kembali dengan membawa “tas alat-alat darurat” berisi survival gear dan sleeping bag nya yang basah, dimana jika tanpa alat-alat tersebut dia tidak dapat menyelamatkan dirinya.
Lauren Elder, adalah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan pesawat di dataran tinggi Sierra, California. Terdampar di puncak dengan ketinggian 12.000 kaki, dengan satu lengan yang patah, dia dapat melihat lembah Saint Joaquin di bawahnya, tapi dia terpisah oleh alam liar yang luas dan tebing es yang menyeramkan.
Dengan hanya mengenakan rok panjang, sebuah kemeja, dan sepatu boot dengan hak setinggi dua inci, dia merangkak “dengan kedua tangan dan kakinya” seperti yang dia katakan kemudian, ”menjaga keseimbangan di antara lempengan es, meninju dengan tangan dan kakinya.”
Dia harus memanjat tebing selama 36 jam, suatu hal yang tampak mustahil baginya. Namun Elder hanya memikirkan batu yang didepannya selangkah demi selangkah. Orang yang dapat menyelamatkan dirinya dapat memecahkan apa yang mereka lakukan setahap demi setahap sesuai dengan apa yang dapat mereka lakukan.
Merekapun terobsesi untuk dapat melakukannya dengan baik (Elder selalu menguji terlebih dahulu setiap pijakan yang akan dia lewati sebelum dia melangkah maju dan sering mengambil waktu untuk beristirahat. Orang yang dapat menyelamatkan diri berusaha hanya membuat sedikit kekeliruan. Mereka hanya melakukan apa yang sesuai dengan kekuatan mereka dalam waktu tertentu dari jam ke jam dari waktu ke waktu.
5. RAYAKAN KEBERHASILAN ANDA
Orang yang dapat menyelamatkan diri akan mendapatkan sukacita yang luar biasa dengan pencapaian yang mereka raih, sekecil apapun itu. Hal tersebut dapat menghindarkan mereka dari rasa putus asa yang mematikan dan menjaga mereka untuk terus termotivasi. Sukacita juga melepaskan diri mereka dari stuasi yang mengancam yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Elder berkata bahwa saat telah berhasil menuruni lereng es pertama, dia memandang ke atas lereng tersebut dan hampir tidak percaya atas apa yang telah dia lakukan, dia berkata pada dirinya sendiri, ”Lihat apa yang telah kamu lakukan.” Saya berseru keras hingga terdengar hingga ke lereng di bawah saya. Bahkan dengan lengannya yang patah, Elder merasakan rasa senang yang luar biasa menjadi teman setianya dalam perjalanannya untuk menyelamatkan dirinya. Hitunglah apa yang kamu miliki, kamu masih tetap hidup.
6. JADILAH ORANG YANG MENYELAMATKAN BUKAN MENJADI KORBAN
Orang yang menyelamatkan diri selalu melakukan hal yang sama bagi orang lain, bahkan jika orang tersebut berada ratusan mil jauhnya. Saat penulis Antone de Saint Exupery terdampar di gurun Libya setelah pesawat ekspedisinya mengalami kerusakan mesin, dia memikirkan apa yang akan terjadi dengan istrinya jika dia menyerah dan tidak kembali.
Yossi Ghinsberg seorang pendaki gunung kebangsaan Israel, tersesat di hutan Bolivia lebih dari dua minggu setelah terpisah dengan teman-temannya. Dia berhalusinasi bahwa dia ditemani seorang wanita cantik yang selalu menemaninya setiap malam dalam perjalanannya. Apapun yang dia lakukan, dia lakukan bagi wanita tersebut.
7. MENIKMATI PERJALANAN UNTUK MENYELAMATKAN DIRI
Nampaknya hal ini bertolak belakang dengan keadaan yang ada, namun dalam situasi yang paling sulitpun, orang yang dapat menyelamatkan dirinya menemukan sesuatu yang dapat dinikmati, sesuatu yang dapat dia lakukan. Penyelamatan diri dapat berarti penantian yang membosankan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Elder tertawa terbahak-bahak saat dia menyadari betapa dia takut bahwa seseorang akan melihat ke dalam roknya saat dia memanjat tebing. Bahkan saat kapal Callahan tenggelam, dia hanya berhenti tertawa saat dia harus menyelipkan pisau di mulutnya saat harus menaiki rakit seperti seorang bajak laut.
Uji coba yang dilakukan dengan bermain dalam kedaan yang genting juga akan menghasilkan penemuan dan penemuan akan menghasilkan teknik atau strategi yang baru yang akan menyelamatkan anda. Saat melewati tebing yang hampir vertikal di Peru, Joe simpson menciptakan irama saat dia mengayunkan kapaknya, menjatuhkan tangannya yang lain ke atas permukaan es dan lalu melakukan lompatan yang mengerikan dengan kakinya yang masih sehat. “Saya dengan cermat terus mengulang pola irama tersebut,” tulisnya, “Saya mulai merasa terlepas dari keadaan di sekeliling saya.”
Menyanyi, membayangkan permainan, mengingat puisi, menghitung dan mencoba menemukan solusi matematika yang sulit, akan membuang rasa jenuh karena menunggu dan akan membuat situasi jadi lebih menyenangkan, bahkan saat ada rasa takut yang mengancamnya. Di dalam penjaranya, James Stockdale menulis, ”Orang yang melewati tragedi seperti ini dengan banyak puisi yang dapat diingat adalah orang yang mempunyai karunia.”
Orang yang dapat menyelamatkan diri mengatur masa kritis yang dia alami hampir seperti seorang olahragawan dengan olahraga yang dia tekuni. Mereka terikat pada jimat-jimat. Mereka menemukan hal yang hanya dirasakan oleh seorang yang ahli, “zona” dimana emosi dan akal saling seimbang untuk menghasilkan satu tindakan yang dapat berubah-rubah.
8. MELIHAT KEINDAHAN
Orang yang menyelamatkan diri terpesona dengan keajaiban dunia mereka, khususnya saat menghadapi bahaya kematian. Ungkapan kekaguman akan keindahan, perasaan terpesona, membuka kesadaran akan keadaan di sekitar mereka (saat anda terpesona oleh sesuatu yang indah, pupil mata anda akan membesar). Debbie Kiley dan empat orang lainnya terombang ambing di lautan Atlantik, setelah kapal mereka tenggelam dalam badai pada tahun 1982. Mereka tidak mempunyai persediaan makanan, tidak mempunyai air minum dan dapat saja mati. Dua orang diantara mereka meminum air laut dan mulai menjadi gila. Ketika salah seorang dari mereka melompat dari papan ke laut, segera dia dimakan oleh ikan hiu di bawah papan mereka. Kiley merasa jika dia memandang terus ke laut, maka diapun dapat menjadi gila, maka dia berkata pada dirinya sendiri, “Lihat ke langit, disana tampak sangat indah.”
Saat pesawat Saint Exupery terjatuh di gurun, dia menyadari bahwa dia dalam bahaya, namun dia berkata dalam hati : ”Disini kita berada, akan mati, namun kematian tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan yang saya rasakan. Sukacita yang saya dapat dari setengah buah jeruk yang saya genggam adalah sukacita yang terbesar yang pernah saya rasakan.”
9. MENYERAHKAN DIRI
Ya, anda pasti akan mati. Dalam kenyataanya, anda akan mati, semua orang akan mati walaupun mungkin tidak harus hari ini. Di hari ketiga saat dia terjepit di dalam jurang, Ralston telah kehabisan makanan dan air minum dan dia tahu bahwa dia akan mati jika dia tidak dapat melepaskan dirinya. Namun hal tersebut membawanya menjadi tenang bukan menjadi merasa menderita. “Saya menerima kematian dengan rasa damai,” katanya. Dalam berbagai cara, fase perjalanan penyelamatan bersama berhubungan dengan tahap-tahap kematian dijelaskan dalam buku yang terkenal On Death and Dying (Dalam Menghadapi Kematian) ditulis oleh Elizabeth Kublerloss adalah penyangkalan, kemarahan, penawaran, depresi, dan penerimaan. Hanya dengan menerima kematian, banyak orang yang menyelamatkan diri mengatakan bahwa mereka mampu untuk berjuang dan bertahan hidup. Salah seorang psikolog dalam hal penyelamatan diri menyebutkan “Menyerahkan tanpa menyerah. Penyelamatan diri dilakukan oleh orang yang menyerahkan diri.”
10. YAKIN BAHWA ANDA AKAN BERHASIL
Dalam perjalanan tahap selanjutnya, orang yang menyelamatkan diri mendapat semangat dari keyakinan bahwa dia akan selamat. “Selama dua hari berakhir pada saat saya terjepit di jurang,” kenang Aron Ralston, “Saya merasa sebuah energi yang sangat meningkat memasuki diri saya walaupun waktu itu saya telah kehabisan makanan dan minuman.” Segera setelah itu, dia menemukan kekuatan untuk memotong tangannya yang telah mati. Elder juga menemukan kekuatan ketika waktu terus berjalan : ”Saat itu seolah-olah saya telah mendapatkan energi yang tidak ada batasnya.”
11. LAKUKAN APAPUN YANG PERLU DILAKUKAN
Elder memanjat dan menuruni tebing es dan batu karang tanpa alat-alat dan pengalaman. Simpson menyeret kakinya yang patah sejauh bermil-mil untuk kembali ke posnya. Ralston memotong tangannya sendiri untuk membebaskan dirinya. Orang yang menyelamatkan diri memiliki apa yang disebut para psikolog sebagai pengetahuan-meta: Mereka mengetahui kemampuan mereka, dan tidak merendahkan atau melebih-lebihkannya. Mereka yakin bahwa segala seuatu adalah mungkin dan karena itu mereka harus bertindak.
Mereka seringkali mengucapkan sebuah mantera untuk menolong mereka, saat Yossie Ghinsberg hilang di hutan Bolivia, ia menuliskan,”Ketika saya putus asa, saya membisikkan mantera di telinga saya ”Lelaki sedang beraksi, lelaki sedang beraksi, “ saya tidak tahu darimana saya mendapatkan kata-kata tersebut…saya ulangi terus kata-kata tersebut : ‘Seorang lelaki yang beraksi dapat melakukan apapun yang harus dia lakukan dengan tidak takut dan khawatir.’”
12. TIDAK PERNAH MENYERAH
Saat kantung oksigen Apollo 13 meledak dalam perjalanannya ke bulan pada tahun 1970, tampaknya kru yang ada dalam pesawat itu berada di ambang kematian. Komandan James Lovell memutuskan untuk terus menyampaikan semua data ke pusat kendali bahkan jika pesawat tersebut terbakar dalam perjalanan pulang. Callahan, Elder, Ghinsberg, Kiley, Ralston, Saint Exupery, Simpson, Stockdale –semuanya sama-sama menentukan dan mengetahui kebenaran akhir ini – jika kamu tetap hidup, masih ada yang dapat kamu lakukan.
Orang yang menyelamatkan diri tidak mudah dilemahkan oleh kemunduran. Saat mereka merasa bimbang, mereka akan mendorong diri mereka untuk melakukan sebuah proses dari awal kembali. Mereka menjaga diri mereka untuk tetap bersemangat dengan mengembangkan sebuah alternatif yang diciptakan dari daya ingatan yang kaya, dimana mereka dapat menyelamatkan diri. Mereka melihat kesempatan dalam kesengsaraan. Dalam keadaan yang buruk, orang yang dapat menyelamatkan diri dapat belajar dan menyukai uji coba yang mereka alami. Elder mengatakan, ”Saya tidak akan menjual perjalanan yang saya alami dengan apapun. Bahkan kadang-kadang saya merindukannya. Saya merindukan kejelasan dalam mengetahui dengan tepat apa yang harus saya lakukan selanjutnya.”
Mereka yang dapat menyelamatkan diri dari bahaya dunia ini, baik itu dalam permainan, bisnis ataupun perang, melalui penyakit atau tragedi akan melakukannya melalui suatu perubahan. Tetapi hal tersebut tidak muncul begitu saja saat dibutuhkan. Hal tersebut muncul dari pengalaman seumur hidup, sikap dan tindakan yang kita lakukan yang membentuk kepribadian seseorang, pusat dimana kekuatan yang dibutuhkan bersumber. Pengalaman penyelamatan diri adalah anugerah yang tidak dapat dibandingkan, dan akan menunjukkan siapa sebenarnya anda.
Saya telah mempelajari beberapa kecelakaan selama kurang lebih 30 tahun. Pertama, sebagai pilot yang juga wartawan, saya berkonsentrasi pada kecelakaan pesawat terbang. Kemudian, ketika ketertarikan saya beralih pada paddling, climbing dan travelling ke tempat-tempat terpencil, saya mulai mempelajari beberapa kecelakaan yang terjadi pada kegiatan alam terbuka. Silahkan Anda sebut saya sebagai orang yang tidak berperasaan, tetapi bagi saya membaca laporan kecelakaan-kecelakaan tersebut seperti membaca komedi bisu (bisu, karena orang-orangnya sebagian besar meninggal). Saya mencari pengertian mengapa beberapa orang meninggal dengan cepatnya dalam keadaan survive ini. Secara mengejutkan, saya menemukan kengerian yang sama pada beberapa orang yang bertahan hidup dalam keadaan sulit yang sangat ekstrim, kasus-kasus ini saya sebut “deep survival.” Pada dasa warsa dan beberapa abad, terpisah melalui budaya, geografi, ras, agama dan tradisional, beberapa survivor yang sukses menunjukkan pola yang sama dari pikiran dan tindak tanduk yang mengarah pada transformasi keagamaan yang sama dalam mempertahankan hidup mereka. Satu kali kamu pernah melewati hujan salju, kapalmu karam atau kamu tersesat di hutan atau tanganmu terjepit saat boulder, sebagian besar menyangkut mental, berikut adalah cerita yang berhubungan dengan hal tersebut di atas, sebagian besar adalah kisah sebenarnya yang pernah dialami oleh beberapa survivor yang berhasil kembali dari perjalanan yang hampir membuat mereka mati.
ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA
1. PERCAYA DIRI
Orang yang dapat menyelamatkan diri tidak terjebak pada perangkap ketakutan yang mematikan, yaitu ketakutan yang tidak termobilisasi atau penyangkalan terhadap ketakutan. Banyak orang yang seharusnya selamat dalam tragedi World Trade Center pada tanggal 11 September 2001 tewas, karena mereka hanya diam dengan patuh untuk menunggu pertolongan dan bukan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Dan banyak diantara mereka yang dikuasai rasa panik. Panik disini tidak selalu berarti berlari kesana-kemari dengan menjerit-jerit, namun bisa berarti diam dengan tidak melakukan apapun . Para penyelidik kecelakaan pesawat sering menemukan bahwa para penumpang ternyata ditemukan mati dengan keadaan masih terikat erat di tempat duduk mereka. Orang yang dapat menyelamatkan diri sebaliknya menyadari keadaan mereka, “Saya benar-benar dalam keadaan yang membahayakan diri saya dan saya akan berusaha untuk menyelamatkan diri saya.”
Dalam lima menit pertama sejak kecelakaan terjadi, sang korban dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang penting. Presepsi dan fungsi kognitif seseorang yang dapat menyelamatkan diri berada dalam tingkat yang tinggi saat ia menghadapi bahaya. Dengan dipacu oleh ancaman atas nyawanya, seseorang yang dapat menyelamatkan diri mengetahui keadaan sekitar mereka sampai ke hal-hal yang terkecil, selain itu merekapun meyakini naluri mereka. Joe Simpson, seorang pemanjat tebing dari Inggris yang baru saja menjejakkan kaki di gunung berketinggian 21.000 kaki di negara Peru, terjatuh dan mengalami patah kaki. Hal pertama yang muncul dalam benaknya adalah mungkin dia hanya keseleo. Tetapi beberapa saat kemudian dia berkata pada dirinya sendiri,”Kakiku patah, aku akan mati.” Orang yang dapat menyelamatkan dirinya tidak menyangkal kebenaran. Hanya dengan menyadari luka yang dia alami, Simpson mampu untuk menjalani tantangan yang mengerikan di hadapannya.
2. TETAP TENANG
Dalam keadaan yang kritis, orang yang dapat menyelamatkan diri tidak dikuasai oleh rasa takut tapi mereka akan memanfaatkan rasa takut tersebut. Rasa takut yang mereka rasakan seringkali berubah menjadi rasa marah yang akan memotivasi mereka dan membuat mereka dapat berpikir dengan cerdik. Aron Ralston, seorang pemanjat gunung yang harus memotong tangannya untuk melepaskan diri dari batu besar yang telah menjepitnya di sebuah lembah celah di Utah, semula menjadi panik dan membantingkan tubuhnya ke batu yang telah menjepit tangannya. Tapi dia segera berhenti melakukan hal tersebut dan menarik nafas panjang untuk kemudian memperhatikan pilihan-pilihan yang dia miliki. Dia menghabiskan waktu hingga lima hari untuk dapat meyakinkan dirinya untuk menentukan apa yang harus dia lakukan untuk dapat menyelamatkan dirinya. Seseorang yang dapat menyelamatkan dirinya sangat mneyadari bahwa mereka harus tetap tenang. Mereka harus berusaha menghindar dari emosi ingin memberontak yang terlalu meluap-luap.
Dan dengan menghadapi keadaan genting, mereka juga dapat mengatasi penderitaan yang mereka rasakan dengan baik. Dalam buku In Touching The Void, Joe Simpson mengungkapkan penderitaan yang dia hadapi di Peru. Dia menulis bahwa dia dapat “menyesuaikan diri dengan rasa sakit terus menerus yang dia rasakan” yang disebabkan oleh kakinya yang terluka dan patah yang menjadi penghalang baginya untuk dapat menuruni gunung tersebut. James Stockdale, seorang pilot tempur yang ditembak jatuh di Vietnam dan menghabiskan waktu delapan tahun di Hanoi Hilton, julukan bagi camp penjaranya, yakin bahwa “dengan membiasakan diri dengan rasa sakit” adalah alat yang paling penting bagi orang yang dapat menyelamatkan dirinya, “Anda harus mengalami rasa sakit. Tidak boleh ada kata tidak.”
3. BERPIKIR, MENGANALISA, MERENCANAKAN
Orang yang harus menyelamatkan diri dalam jangka panjang dengan cepat akan mengorganisir, menentukan rutinitas yang harus mereka lakukan dan menetapkan disiplin. Dalam kelompok orang-orang yang sedang menyelamatkan diri, akan muncul seorang pemimpin. Seorang yang menyelamatkan diri seorang diri seringkali mengisahkan bahwa mereka mendengar sebuah suara yang mengendalikan situasi mereka. Sementara fenomena mendengar suara dapat mengindikasikan turunnya kondisi mental di dalam kedaan tertentu, hal tersebut juga mudah dijelaskan dalam dua fungsi otak : emosi dan akal. Dalam kasus-kasus tertentu dengan bahaya yang sangat fatal, emosi seringkali mengambil alih. Tapi seorang yang dapat menyelamatkan diri mengesampingkan emosi dan membiarkan akal yang bekerja dan mereka membuat diri mereka menjadi dua pribadi yang berbeda dimana mereka akan melaksanakan ide yang menurut mereka masuk akal.
Steve Callahan, seorang pelaut dan pembuat kapal, sedang dalam pelayaran tunggal di samudera Atlantik di tahun 1982 saat kapalnya tiba-tiba mengalami masalah dan mulai tenggelam. Terombang ambing selama 76 hari di atas sebuah sekoci seluas lima kaki, dia melakukan pelayaran penyelamatan dirinya dengan dipimpin oleh seorang “kapten” yang memberi perintah kepadanya dan menjaganya di saat dia sangat membutuhkan air minum. Bahkan saat dia ingin memberontak. “Kapten”nya dengan rutin melatih “kru” tersebut. Sehingga dalam kendali yang sangat ketat ini dia mampu menyingkirkan pikiran bahwa situasinya tidak mempunyai harapan. Dia harus terombang-ambing sejauh 1800 mil di dataran Karibia dan mengambil langkah-langkah pertama yang harus dilakukan dengan pikiran yang jernih dalam mencapai penyelamatan dirinya, juga menganalisa situasinya dan memformulasikan perencanaan yang akan dia jalani.
4. MENGAMBIL TINDAKAN
Orang yang menyelamatkan diri mau mengambil resiko untuk menyelamatkan diri mereka dan orang lainnya. Namun mereka pun berani dan menyadari apa yang akan mereka lakukan.
Callahan tidak mengerti mengapa kapalnya yang kecil tiba-tiba dipenuhi dengan air, mungkin terbentur oleh ikan paus. Tapi saat kapal tersebut mulai tenggelam dia tidak hanya diam memandang kapalnya dengan rasa tidak percaya. Dengan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan diri, dia masuk ke dalam kabin yang gelap dan telah dipenuhi air untuk dapat mengambil barang-barangnya yang berharga. Dia muncul kembali dengan membawa “tas alat-alat darurat” berisi survival gear dan sleeping bag nya yang basah, dimana jika tanpa alat-alat tersebut dia tidak dapat menyelamatkan dirinya.
Lauren Elder, adalah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan pesawat di dataran tinggi Sierra, California. Terdampar di puncak dengan ketinggian 12.000 kaki, dengan satu lengan yang patah, dia dapat melihat lembah Saint Joaquin di bawahnya, tapi dia terpisah oleh alam liar yang luas dan tebing es yang menyeramkan.
Dengan hanya mengenakan rok panjang, sebuah kemeja, dan sepatu boot dengan hak setinggi dua inci, dia merangkak “dengan kedua tangan dan kakinya” seperti yang dia katakan kemudian, ”menjaga keseimbangan di antara lempengan es, meninju dengan tangan dan kakinya.”
Dia harus memanjat tebing selama 36 jam, suatu hal yang tampak mustahil baginya. Namun Elder hanya memikirkan batu yang didepannya selangkah demi selangkah. Orang yang dapat menyelamatkan dirinya dapat memecahkan apa yang mereka lakukan setahap demi setahap sesuai dengan apa yang dapat mereka lakukan.
Merekapun terobsesi untuk dapat melakukannya dengan baik (Elder selalu menguji terlebih dahulu setiap pijakan yang akan dia lewati sebelum dia melangkah maju dan sering mengambil waktu untuk beristirahat. Orang yang dapat menyelamatkan diri berusaha hanya membuat sedikit kekeliruan. Mereka hanya melakukan apa yang sesuai dengan kekuatan mereka dalam waktu tertentu dari jam ke jam dari waktu ke waktu.
5. RAYAKAN KEBERHASILAN ANDA
Orang yang dapat menyelamatkan diri akan mendapatkan sukacita yang luar biasa dengan pencapaian yang mereka raih, sekecil apapun itu. Hal tersebut dapat menghindarkan mereka dari rasa putus asa yang mematikan dan menjaga mereka untuk terus termotivasi. Sukacita juga melepaskan diri mereka dari stuasi yang mengancam yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Elder berkata bahwa saat telah berhasil menuruni lereng es pertama, dia memandang ke atas lereng tersebut dan hampir tidak percaya atas apa yang telah dia lakukan, dia berkata pada dirinya sendiri, ”Lihat apa yang telah kamu lakukan.” Saya berseru keras hingga terdengar hingga ke lereng di bawah saya. Bahkan dengan lengannya yang patah, Elder merasakan rasa senang yang luar biasa menjadi teman setianya dalam perjalanannya untuk menyelamatkan dirinya. Hitunglah apa yang kamu miliki, kamu masih tetap hidup.
6. JADILAH ORANG YANG MENYELAMATKAN BUKAN MENJADI KORBAN
Orang yang menyelamatkan diri selalu melakukan hal yang sama bagi orang lain, bahkan jika orang tersebut berada ratusan mil jauhnya. Saat penulis Antone de Saint Exupery terdampar di gurun Libya setelah pesawat ekspedisinya mengalami kerusakan mesin, dia memikirkan apa yang akan terjadi dengan istrinya jika dia menyerah dan tidak kembali.
Yossi Ghinsberg seorang pendaki gunung kebangsaan Israel, tersesat di hutan Bolivia lebih dari dua minggu setelah terpisah dengan teman-temannya. Dia berhalusinasi bahwa dia ditemani seorang wanita cantik yang selalu menemaninya setiap malam dalam perjalanannya. Apapun yang dia lakukan, dia lakukan bagi wanita tersebut.
7. MENIKMATI PERJALANAN UNTUK MENYELAMATKAN DIRI
Nampaknya hal ini bertolak belakang dengan keadaan yang ada, namun dalam situasi yang paling sulitpun, orang yang dapat menyelamatkan dirinya menemukan sesuatu yang dapat dinikmati, sesuatu yang dapat dia lakukan. Penyelamatan diri dapat berarti penantian yang membosankan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Elder tertawa terbahak-bahak saat dia menyadari betapa dia takut bahwa seseorang akan melihat ke dalam roknya saat dia memanjat tebing. Bahkan saat kapal Callahan tenggelam, dia hanya berhenti tertawa saat dia harus menyelipkan pisau di mulutnya saat harus menaiki rakit seperti seorang bajak laut.
Uji coba yang dilakukan dengan bermain dalam kedaan yang genting juga akan menghasilkan penemuan dan penemuan akan menghasilkan teknik atau strategi yang baru yang akan menyelamatkan anda. Saat melewati tebing yang hampir vertikal di Peru, Joe simpson menciptakan irama saat dia mengayunkan kapaknya, menjatuhkan tangannya yang lain ke atas permukaan es dan lalu melakukan lompatan yang mengerikan dengan kakinya yang masih sehat. “Saya dengan cermat terus mengulang pola irama tersebut,” tulisnya, “Saya mulai merasa terlepas dari keadaan di sekeliling saya.”
Menyanyi, membayangkan permainan, mengingat puisi, menghitung dan mencoba menemukan solusi matematika yang sulit, akan membuang rasa jenuh karena menunggu dan akan membuat situasi jadi lebih menyenangkan, bahkan saat ada rasa takut yang mengancamnya. Di dalam penjaranya, James Stockdale menulis, ”Orang yang melewati tragedi seperti ini dengan banyak puisi yang dapat diingat adalah orang yang mempunyai karunia.”
Orang yang dapat menyelamatkan diri mengatur masa kritis yang dia alami hampir seperti seorang olahragawan dengan olahraga yang dia tekuni. Mereka terikat pada jimat-jimat. Mereka menemukan hal yang hanya dirasakan oleh seorang yang ahli, “zona” dimana emosi dan akal saling seimbang untuk menghasilkan satu tindakan yang dapat berubah-rubah.
8. MELIHAT KEINDAHAN
Orang yang menyelamatkan diri terpesona dengan keajaiban dunia mereka, khususnya saat menghadapi bahaya kematian. Ungkapan kekaguman akan keindahan, perasaan terpesona, membuka kesadaran akan keadaan di sekitar mereka (saat anda terpesona oleh sesuatu yang indah, pupil mata anda akan membesar). Debbie Kiley dan empat orang lainnya terombang ambing di lautan Atlantik, setelah kapal mereka tenggelam dalam badai pada tahun 1982. Mereka tidak mempunyai persediaan makanan, tidak mempunyai air minum dan dapat saja mati. Dua orang diantara mereka meminum air laut dan mulai menjadi gila. Ketika salah seorang dari mereka melompat dari papan ke laut, segera dia dimakan oleh ikan hiu di bawah papan mereka. Kiley merasa jika dia memandang terus ke laut, maka diapun dapat menjadi gila, maka dia berkata pada dirinya sendiri, “Lihat ke langit, disana tampak sangat indah.”
Saat pesawat Saint Exupery terjatuh di gurun, dia menyadari bahwa dia dalam bahaya, namun dia berkata dalam hati : ”Disini kita berada, akan mati, namun kematian tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan yang saya rasakan. Sukacita yang saya dapat dari setengah buah jeruk yang saya genggam adalah sukacita yang terbesar yang pernah saya rasakan.”
9. MENYERAHKAN DIRI
Ya, anda pasti akan mati. Dalam kenyataanya, anda akan mati, semua orang akan mati walaupun mungkin tidak harus hari ini. Di hari ketiga saat dia terjepit di dalam jurang, Ralston telah kehabisan makanan dan air minum dan dia tahu bahwa dia akan mati jika dia tidak dapat melepaskan dirinya. Namun hal tersebut membawanya menjadi tenang bukan menjadi merasa menderita. “Saya menerima kematian dengan rasa damai,” katanya. Dalam berbagai cara, fase perjalanan penyelamatan bersama berhubungan dengan tahap-tahap kematian dijelaskan dalam buku yang terkenal On Death and Dying (Dalam Menghadapi Kematian) ditulis oleh Elizabeth Kublerloss adalah penyangkalan, kemarahan, penawaran, depresi, dan penerimaan. Hanya dengan menerima kematian, banyak orang yang menyelamatkan diri mengatakan bahwa mereka mampu untuk berjuang dan bertahan hidup. Salah seorang psikolog dalam hal penyelamatan diri menyebutkan “Menyerahkan tanpa menyerah. Penyelamatan diri dilakukan oleh orang yang menyerahkan diri.”
10. YAKIN BAHWA ANDA AKAN BERHASIL
Dalam perjalanan tahap selanjutnya, orang yang menyelamatkan diri mendapat semangat dari keyakinan bahwa dia akan selamat. “Selama dua hari berakhir pada saat saya terjepit di jurang,” kenang Aron Ralston, “Saya merasa sebuah energi yang sangat meningkat memasuki diri saya walaupun waktu itu saya telah kehabisan makanan dan minuman.” Segera setelah itu, dia menemukan kekuatan untuk memotong tangannya yang telah mati. Elder juga menemukan kekuatan ketika waktu terus berjalan : ”Saat itu seolah-olah saya telah mendapatkan energi yang tidak ada batasnya.”
11. LAKUKAN APAPUN YANG PERLU DILAKUKAN
Elder memanjat dan menuruni tebing es dan batu karang tanpa alat-alat dan pengalaman. Simpson menyeret kakinya yang patah sejauh bermil-mil untuk kembali ke posnya. Ralston memotong tangannya sendiri untuk membebaskan dirinya. Orang yang menyelamatkan diri memiliki apa yang disebut para psikolog sebagai pengetahuan-meta: Mereka mengetahui kemampuan mereka, dan tidak merendahkan atau melebih-lebihkannya. Mereka yakin bahwa segala seuatu adalah mungkin dan karena itu mereka harus bertindak.
Mereka seringkali mengucapkan sebuah mantera untuk menolong mereka, saat Yossie Ghinsberg hilang di hutan Bolivia, ia menuliskan,”Ketika saya putus asa, saya membisikkan mantera di telinga saya ”Lelaki sedang beraksi, lelaki sedang beraksi, “ saya tidak tahu darimana saya mendapatkan kata-kata tersebut…saya ulangi terus kata-kata tersebut : ‘Seorang lelaki yang beraksi dapat melakukan apapun yang harus dia lakukan dengan tidak takut dan khawatir.’”
12. TIDAK PERNAH MENYERAH
Saat kantung oksigen Apollo 13 meledak dalam perjalanannya ke bulan pada tahun 1970, tampaknya kru yang ada dalam pesawat itu berada di ambang kematian. Komandan James Lovell memutuskan untuk terus menyampaikan semua data ke pusat kendali bahkan jika pesawat tersebut terbakar dalam perjalanan pulang. Callahan, Elder, Ghinsberg, Kiley, Ralston, Saint Exupery, Simpson, Stockdale –semuanya sama-sama menentukan dan mengetahui kebenaran akhir ini – jika kamu tetap hidup, masih ada yang dapat kamu lakukan.
Orang yang menyelamatkan diri tidak mudah dilemahkan oleh kemunduran. Saat mereka merasa bimbang, mereka akan mendorong diri mereka untuk melakukan sebuah proses dari awal kembali. Mereka menjaga diri mereka untuk tetap bersemangat dengan mengembangkan sebuah alternatif yang diciptakan dari daya ingatan yang kaya, dimana mereka dapat menyelamatkan diri. Mereka melihat kesempatan dalam kesengsaraan. Dalam keadaan yang buruk, orang yang dapat menyelamatkan diri dapat belajar dan menyukai uji coba yang mereka alami. Elder mengatakan, ”Saya tidak akan menjual perjalanan yang saya alami dengan apapun. Bahkan kadang-kadang saya merindukannya. Saya merindukan kejelasan dalam mengetahui dengan tepat apa yang harus saya lakukan selanjutnya.”
Mereka yang dapat menyelamatkan diri dari bahaya dunia ini, baik itu dalam permainan, bisnis ataupun perang, melalui penyakit atau tragedi akan melakukannya melalui suatu perubahan. Tetapi hal tersebut tidak muncul begitu saja saat dibutuhkan. Hal tersebut muncul dari pengalaman seumur hidup, sikap dan tindakan yang kita lakukan yang membentuk kepribadian seseorang, pusat dimana kekuatan yang dibutuhkan bersumber. Pengalaman penyelamatan diri adalah anugerah yang tidak dapat dibandingkan, dan akan menunjukkan siapa sebenarnya anda.
Survival Dan Pengendalian Diri
Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi.
Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.
Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal.
Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan. karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir. Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.
Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.
Kebutuhan dasar hidup manusia sebenarnya sangat sederhana, bagaimana ribuan tahun yang lalu manusia tidak mempunyai pakaian, rumah, mobil, makan tiga kali sehari setiap hari. tetapi mereka dapat tetap bertahan hidup. daftar barang-barang yang dibutuhkan untuk hidup dan berapa lama orang itu bisa hidup tanpa perlengkapan itu sangatlah bervariasi dengan berbagai pertimbangan.
Berikut adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival :
1. Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik untuk bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.
2. Selanjutnya dibutuhkan perlindungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. api dapat dimasukkan kedalam prioritas kedua
3. Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental. sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. dengan demikian istirahat dapat dimasukkan kedalam prioritas ketiga.
4. Air. kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air. dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari. sehingga air dapat dimasukkan kedalam prioritas keempat. sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.
5. Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. tetapi sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari. keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.
Sikap dalam Survival
Sikap cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus dapat berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. bila semua prioritas telah diperoleh, tetapi masih kehilangan kemauan untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali. kondisi yang demikian sangat membahayakan dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.
Apa saja yang berguna dalam menghadapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan :
1. Kesiapan mendiskusikan dengan jelas apakah anda ingin hidup ?, ungkapan yang sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik ekstrem dan mental stress ke posisi tenang. sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kematian. oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.
2. Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh. sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum dengan temperatur 37 derajat C. mengabaikan temperatur lingkungan akan menyebabkan penyempitan susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi. yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah, menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang akhirnya berakibat fatal. pengetahuan dan pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya. penghematan sumberdaya seperti energi, panas dan air adalah penting.
Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.
Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal.
Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan. karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir. Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.
Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.
Kebutuhan dasar hidup manusia sebenarnya sangat sederhana, bagaimana ribuan tahun yang lalu manusia tidak mempunyai pakaian, rumah, mobil, makan tiga kali sehari setiap hari. tetapi mereka dapat tetap bertahan hidup. daftar barang-barang yang dibutuhkan untuk hidup dan berapa lama orang itu bisa hidup tanpa perlengkapan itu sangatlah bervariasi dengan berbagai pertimbangan.
Berikut adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival :
1. Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik untuk bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.
2. Selanjutnya dibutuhkan perlindungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. api dapat dimasukkan kedalam prioritas kedua
3. Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental. sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. dengan demikian istirahat dapat dimasukkan kedalam prioritas ketiga.
4. Air. kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air. dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari. sehingga air dapat dimasukkan kedalam prioritas keempat. sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.
5. Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. tetapi sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari. keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.
Sikap dalam Survival
Sikap cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus dapat berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. bila semua prioritas telah diperoleh, tetapi masih kehilangan kemauan untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali. kondisi yang demikian sangat membahayakan dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.
Apa saja yang berguna dalam menghadapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan :
1. Kesiapan mendiskusikan dengan jelas apakah anda ingin hidup ?, ungkapan yang sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik ekstrem dan mental stress ke posisi tenang. sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kematian. oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.
2. Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh. sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum dengan temperatur 37 derajat C. mengabaikan temperatur lingkungan akan menyebabkan penyempitan susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi. yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah, menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang akhirnya berakibat fatal. pengetahuan dan pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya. penghematan sumberdaya seperti energi, panas dan air adalah penting.
SURVIVAL GUIDE – 04 Stop Dalam Keadaan Darurat
Kondisi darurat dalam suatu perjalanan sangat lumrah. Keadaan itu sangat dipengaruhi oleh cuaca yang labil di pegunungan dan sangat tidak dianjurkan untuk melawannya. Tetapi bukan berarti kita diam saja, untuk mengatasi situasi buruk tersebut ada berbagai cara, untuk memudahkan kita untuk mengingatnya dipakailah istilah STOP.
Jika kita artikan langsung dalam Bahasa Indonesia berarti menghentikan segala aktivitas.Dalam keadaan darurat kata ini dapat memiliki arti yang lebih luas, dan dapat menyelamatkan kita dari mimpi buruk yang tidak ingin kita alami. STOP jika kita urai kata tersebut merupakan kependekan dari Stop – Thinking – Observe – Planning. Masing-masing dari kata tersebut memiliki arti dan makna sendiri-sendiri.
Stop berarti berhenti. Hentikan perjalanan anda jika cuaca buruk datang dengan tiba-tiba, atau hentikan kegiatan anda jika situasi tiba-tiba memburuk dan dapat membahayakan peserta. Memaksakan diri atau team untuk melanjutkan perjalanan dalam keadaan kabut tebal dan hujan deras atau tiupan angin kencang sangat beresiko. Pada keadan tersebut jarak pandang kita berkurang terhalang pekatnya kabut, tenaga kita juga terkuras banyak untuk menahan dingin belum lagi beban bertambah berat akibat pakaian basah. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah nyasar atau terjatuh ke jurang.
Berhenti adalah suatu pilihan yang tepat. Carilah tempat berlindung, istirahatkan semua peserta simpan tenaga hingga cuaca normal kembali.
Thinking berarti berpikir. Tanpa disadari kondisi darurat menyebabkan kita panik dan sembrono, mengambil keputusan tanpa pemikiran matang dapat beresiko melakukan kesalahan. Dalam keadaan STOP kita harus dapat menjaga konsentrasi dan ketenangan pikiran, tenangkan teman-teman dalam kelompok dan ajak mereka untuk berdiskusi. Ketenangan dalam berpikir akan menghasilkan banyak alternatif pemecahan masalah yang sedang dihadapi, dan langkah-langkah yang diambil dari berdiskusi dengan tenang akan lebih matang dan tepat.
Berpikir sangat penting, namun keadaan tenang dalam berpikir akan menghasilkan keputusan yang lebih baik. Berdiskusi dengan tenang akan menghasilkan keputusan dengan lebih tepat.
Observe berarti mengamati,. Yang harus diamati dapat bersifat internal maupun eksternal. Mengamati kondisi pendaki atau peserta merupakan bagian dari internal, kondisi fisik yang berbeda dari tiap peserta menuntut perlakuan yang berbeda pula. Kondisi yang sangat ekstrim seperti cuaca dingin dapat menurunkan stamina sangat cepat, terutama jika perut kosong. Berikan perhatian lebih pada peserta yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik, dan ajaklah peserta yang lebih kuat untuk turut membantu temannya yang lebih membutuhkan. Hal itu akan menimbulkan semangat baru bagi team untuk tetap bertahan, dan jika ada peserta yang sakit dapat diketahui dengan cepat dan diambil tindakan dengan segera.
Pengamatan dalam aspek eksternal yaitu dengan memeriksa keadaan logistik yang tersedia dan perlengkapan penunjang lainnya. Hal lain yang wajib diamati adalah kondisi lingkungan. Pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman yang dapat dikonsumsi sangat membantu dalam keadaan ini. Banyaknya korban tewas dalam keadaan tersasar adalah akibat kekurangan bahan makanan yang sebenarnya terdapat disekelilingnya. Patokan sederhana untuk menentukan tumbuhan yang dapat dikonsumsi adalah :
• Permukaan Daun atau Batang yang tidak berbulu atau berduri.
• Tidak mengeluarkan getah yang sangat lekat.
• Tidak menimbulkan rasa gatal, hal ini dapat dicoba dengan mengoleskan daunnya pada kulit atau bibir.
• Tidak menimbulkan rasa pahit yang sangat. dapat dicoba di ujung lidah.
Pengamatan eksternal berikutnya adalah sumber air. Hal utama yang dicari saat kita ingin mendirikan camp adalah sumber air, camp tidak harus berada didekat sumber air tetapi pengetahuan kita tentang letak sumber air itu lebih penting. Sumber air dapat berupa menampung air hujan, pada akar rotan yang menggantung, menggali dari dalam tanah, pada tumbuhan yang berongga pada embun di atas daun, atau dengan memaksa pengembunan dengan cara membungkus ujung daun atau bunga dengan plastik. Tentunya akan lebih baik jika sumber air itu berupa sungai yang bersih.
Dengan malakukan pengamatan yang seksama akan memudahkan kita untuk bertahan dan membantu dalam menentukan langkah berikutnya.
Planning berarti merencanakan. Mulailah merencanakan tindakan berikutnya, berdasarkan pengetahuan tentang kondisi peserta, lingkungan dan cadangan logistik. Rencanakan segala sesuatunya dengan ketenangan dan konsentrasi saat berpikir. Siapkan team dan peralatan, dan menggunakannya dengan efisien, terkoordinasi.
Jangan perlakukan kondisi cuaca dan alam yang buruk dengan cara yang buruk pula. Persiapkan segala sesuatunya, jangan meremehkan situasi. Gunakan alam dan sekitarnya sebagai partner bukan musuh
Jika kita artikan langsung dalam Bahasa Indonesia berarti menghentikan segala aktivitas.Dalam keadaan darurat kata ini dapat memiliki arti yang lebih luas, dan dapat menyelamatkan kita dari mimpi buruk yang tidak ingin kita alami. STOP jika kita urai kata tersebut merupakan kependekan dari Stop – Thinking – Observe – Planning. Masing-masing dari kata tersebut memiliki arti dan makna sendiri-sendiri.
Stop berarti berhenti. Hentikan perjalanan anda jika cuaca buruk datang dengan tiba-tiba, atau hentikan kegiatan anda jika situasi tiba-tiba memburuk dan dapat membahayakan peserta. Memaksakan diri atau team untuk melanjutkan perjalanan dalam keadaan kabut tebal dan hujan deras atau tiupan angin kencang sangat beresiko. Pada keadan tersebut jarak pandang kita berkurang terhalang pekatnya kabut, tenaga kita juga terkuras banyak untuk menahan dingin belum lagi beban bertambah berat akibat pakaian basah. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah nyasar atau terjatuh ke jurang.
Berhenti adalah suatu pilihan yang tepat. Carilah tempat berlindung, istirahatkan semua peserta simpan tenaga hingga cuaca normal kembali.
Thinking berarti berpikir. Tanpa disadari kondisi darurat menyebabkan kita panik dan sembrono, mengambil keputusan tanpa pemikiran matang dapat beresiko melakukan kesalahan. Dalam keadaan STOP kita harus dapat menjaga konsentrasi dan ketenangan pikiran, tenangkan teman-teman dalam kelompok dan ajak mereka untuk berdiskusi. Ketenangan dalam berpikir akan menghasilkan banyak alternatif pemecahan masalah yang sedang dihadapi, dan langkah-langkah yang diambil dari berdiskusi dengan tenang akan lebih matang dan tepat.
Berpikir sangat penting, namun keadaan tenang dalam berpikir akan menghasilkan keputusan yang lebih baik. Berdiskusi dengan tenang akan menghasilkan keputusan dengan lebih tepat.
Observe berarti mengamati,. Yang harus diamati dapat bersifat internal maupun eksternal. Mengamati kondisi pendaki atau peserta merupakan bagian dari internal, kondisi fisik yang berbeda dari tiap peserta menuntut perlakuan yang berbeda pula. Kondisi yang sangat ekstrim seperti cuaca dingin dapat menurunkan stamina sangat cepat, terutama jika perut kosong. Berikan perhatian lebih pada peserta yang tidak memiliki daya tahan tubuh yang baik, dan ajaklah peserta yang lebih kuat untuk turut membantu temannya yang lebih membutuhkan. Hal itu akan menimbulkan semangat baru bagi team untuk tetap bertahan, dan jika ada peserta yang sakit dapat diketahui dengan cepat dan diambil tindakan dengan segera.
Pengamatan dalam aspek eksternal yaitu dengan memeriksa keadaan logistik yang tersedia dan perlengkapan penunjang lainnya. Hal lain yang wajib diamati adalah kondisi lingkungan. Pengetahuan tentang jenis-jenis tanaman yang dapat dikonsumsi sangat membantu dalam keadaan ini. Banyaknya korban tewas dalam keadaan tersasar adalah akibat kekurangan bahan makanan yang sebenarnya terdapat disekelilingnya. Patokan sederhana untuk menentukan tumbuhan yang dapat dikonsumsi adalah :
• Permukaan Daun atau Batang yang tidak berbulu atau berduri.
• Tidak mengeluarkan getah yang sangat lekat.
• Tidak menimbulkan rasa gatal, hal ini dapat dicoba dengan mengoleskan daunnya pada kulit atau bibir.
• Tidak menimbulkan rasa pahit yang sangat. dapat dicoba di ujung lidah.
Pengamatan eksternal berikutnya adalah sumber air. Hal utama yang dicari saat kita ingin mendirikan camp adalah sumber air, camp tidak harus berada didekat sumber air tetapi pengetahuan kita tentang letak sumber air itu lebih penting. Sumber air dapat berupa menampung air hujan, pada akar rotan yang menggantung, menggali dari dalam tanah, pada tumbuhan yang berongga pada embun di atas daun, atau dengan memaksa pengembunan dengan cara membungkus ujung daun atau bunga dengan plastik. Tentunya akan lebih baik jika sumber air itu berupa sungai yang bersih.
Dengan malakukan pengamatan yang seksama akan memudahkan kita untuk bertahan dan membantu dalam menentukan langkah berikutnya.
Planning berarti merencanakan. Mulailah merencanakan tindakan berikutnya, berdasarkan pengetahuan tentang kondisi peserta, lingkungan dan cadangan logistik. Rencanakan segala sesuatunya dengan ketenangan dan konsentrasi saat berpikir. Siapkan team dan peralatan, dan menggunakannya dengan efisien, terkoordinasi.
Jangan perlakukan kondisi cuaca dan alam yang buruk dengan cara yang buruk pula. Persiapkan segala sesuatunya, jangan meremehkan situasi. Gunakan alam dan sekitarnya sebagai partner bukan musuh
Tanpa Persiapan Naik Gunung Tidak Bermakna
BANYAK remaja sering mengisi waktu liburan dengan naik gunung. Namun, karena ketidak-tahuan, kegiatan fisik berat itu sering tidak disiapkan dengan baik.Padahal, mendaki gunung ditentukan oleh faktor ekstern dan intern, dan kebugaran fisik mutlak diperlukan.
Pendaki gunung legendaris asal Inggris, Sir George Leigh Mallory, kerap menjawab pendek pertanyaan mengapa ia begitu tergila-gila naik gunung. *Because
it is there, *ujarnya. Jawaban itu menggambarkan betapa luas pengalamannya mendaki gunung dan bertualang. Selain jawaban itu, masih banyak alasan
mengapa seseorang mendaki gunung atau menggeluti kegiatan petualangan lainnya.
Anggota-anggota Mapala Universitas Indonesia-kelompok pencinta alam tertua (bersama Wanadri Bandung) di Indonesia-contohnya. Mereka punya alasan lebih panjang dari Mallory. Dalam halaman awal buku pegangan petualangan yang dimiliki seluruh anggotanya tertulis, Nasionalisme tidak dapat tumbuh dari slogan atau indoktrinasi. Cinta tanah air hanya tumbuh dari melihat langsung alam dan masyarakatnya. Untuk itulah kami naik gunung.
Yang jelas, tidak seorang petualang alam-komunitas di Indonesia lebih senang menggunakan istilah pencinta alam-melakukan kegiatan itu dengan alasan untuk
gagah-gagahan. Karena bukan untuk gagah-gagahan, maka sebaiknya tidak ada istilah modal nekad dalam mendaki gunung.
Bagaimanapun, gunung dengan rimba liarnya, tebing terjal, udara dingin,kencangnya angin yang membuat tulang ngilu, malam yang gelap dan kabut yang
pekat bukanlah habitat manusia modern. Bahaya yang dikandung alam itu akan menjadi semakin besar bila pendaki gunung tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam, dan navigasi yang baik.
Tanpa persiapan yang baik, naik gunung tidak bermakna apa-apa. Secara umum, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya pendakian gunung. Pertama, faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri
pendaki. Cuaca, kondisi alam, gas beracun yang dikandung gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu, bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan gunung atau
meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif (objective danger). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar dugaan manusia.
Tidak ada seorang pendaki pun yang dapat mengatur bahaya objektif itu. Namun dia dapat menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan itu. Diri pendaki,
segala persiapan, dan kemampuannya itulah yang menjadi faktor intern, faktor kedua yang berpengaruh pada sukses atau gagalnya mendaki gunung.
Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya subyektif. Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya angin.
Tidak bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari
rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat. Daya tahan (endurance) amat diperlukan
karena dibutuhkan perjalanan berjam-jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak.
Bila tidak biasa berolahraga, calon pendaki sebaiknya melakukan jogging dua atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum pendakian.
Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit dengan lari-lari santai.
Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan berenang. Dua olahraga itu sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru-paru menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 max).
Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot-otot.
Saking semangatnya, pendaki muda kerap kali ingin segera mencapai puncak,apalagi bila kegiatan itu dilakukan berkelompok. Persaingan untuk berjalan
paling cepat, paling depan, dan menjadi orang pertama memijak puncak,sebaiknya ditinggalkan.
Mendaki gunung yang baik justru melangkah perlahan dalam langkah-langkah kecil dan dalam irama tetap. Dengan berjalan seperti itu , pendaki dapat
mengatur napas, dan menggunakan tenaga seefisien mungkin. Bagaimanapun mendaki merupakan pekerjaan melelahkan. Selain itu, keindahan alam dan
kebersamaan dalam rombongan, sering menggoda pendaki untuk banyak berhenti dan beristirahat di tengah jalan. Bila dituruti terus, bukan tidak mungkin
pendakian malah gagal mencapai puncak. Karena itu, cobalah membuat target pendakian. Misalnya, harus berjalan nonstop selama satu jam, lalu istirahat
10 menit, kembali mendaki selama satu jam dan seterusnya. Lakukan hal ini hingga mencapai puncak atau hari telah sore untuk berkemah. Pada medan perjalanan yang landai, target waktu seperti itu dapat diganti dengan target tempat. Caranya, tentukanlah titik-titik target di peta sebagai titik beristirahat.
Buatlah jadwal rencana kegiatan sehingga waktu yang tersedia digunakan seefektif mungkin dalam bergiat di alam. Jadwal itu memungkinkan pendaki menghitung berapa banyak makanan, pakaian, peralatan harus dibawa, dan dana yang harus disiapkan. Jadwal itu antara lain mencakup keberangkatan, jadwal dan rute pendakian, kapan tiba di puncak, jadwal dan rute pulang, dan
seterusnya. Jadwal pendakian perhari dapat lebih dirinci dengan berapa jam jatah pendakian, pukul berapa dimulai dan kapan berhenti serta seterusnya.
Untuk menghindari beban bawaan terlalu berat, hindari membawa barang-barang yang tidak perlu. Misalnya, cukup membawa baju dan celana tiga atau empat stel meski pendakian memerlukan waktu cukup lama. Satu stel pakaian dikenakan saat berangkat dari rumah hingga kaki gunung dan saat pulang. Satu stel sebagai baju lapangan saat mendaki. Satu stel yang lain sebagai baju
kering yang digunakan saat berkemah. Rain coat dan payung dapat dicoret dari barang bawaan bila telah membawa ponco. Bila telah membawa lilin, cukup
membawa batu batere seperlunya untuk menyalakan senter dalam keadaan darurat. Piring dapat ditinggal di rumah karena wadah makanan dapat menggunakan rantang memasak atau cangkir.
Bila barang perlengkapan telah terkumpul, masukkan semua ke dalam ransel. Jangan biarkan ada sejumlah barang seperti cangkir atau sandal diikat di lua
ransel. Selain tidak sedap dipandang, risiko hilang selama pendakian, amat besar. Meski demikian, ada beberapa barang yang ditolerir bila ditaruh di
luar ransel dan diikat dengan tali webbing ransel. Misalnya, matras karet dan tiang tenda. Namun, yakinkan, semua telah diikat dengan kencang.
Menaruh barang di dalam ransel amat berbeda dengan cara memasukkan buku-buku pelajaran dalam daypack (ransel kecil yang biasa digunakan ke sekolah).
Buku pelajaran, baju praktikum, kalkulator dapat kita cemplungkan begitu saja ke dalam daypack. Sebaliknya, barang-barang pendakian harus dimasukkan dalam ransel dengan aturan tertentu sehingga mengurangi rasa sakit saat memanggul dan menghindari ruang kosong dalam ransel.
Prinsip pengepakan barang dalam ransel.
1. Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas.
2. Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan kemping dan tidur), ditaruh di bagian bawah dan barang yang sering dikeluar-masukkan(seperti jaket, jas hujan, botol air) di bagian atas.
3. Jangan biarkan ada ruang kosong dalam ransel. Contoh, manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras.
Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan pendakian adalah mengelompokkan barang menurut jenis,
seperti:
a. pakaian dan kantung tidur,
b. alat memasak,
c. tenda,
d. makanan.
Bungkus kelompok-kelompok barang itu dalam kantong-kantong plastik agar mudah dicari.
Sebagian besar pendaki menganggap, mengepak barang merupakan seni tersendiri dan kerap mengasyikkan.
Pendaki gunung legendaris asal Inggris, Sir George Leigh Mallory, kerap menjawab pendek pertanyaan mengapa ia begitu tergila-gila naik gunung. *Because
it is there, *ujarnya. Jawaban itu menggambarkan betapa luas pengalamannya mendaki gunung dan bertualang. Selain jawaban itu, masih banyak alasan
mengapa seseorang mendaki gunung atau menggeluti kegiatan petualangan lainnya.
Anggota-anggota Mapala Universitas Indonesia-kelompok pencinta alam tertua (bersama Wanadri Bandung) di Indonesia-contohnya. Mereka punya alasan lebih panjang dari Mallory. Dalam halaman awal buku pegangan petualangan yang dimiliki seluruh anggotanya tertulis, Nasionalisme tidak dapat tumbuh dari slogan atau indoktrinasi. Cinta tanah air hanya tumbuh dari melihat langsung alam dan masyarakatnya. Untuk itulah kami naik gunung.
Yang jelas, tidak seorang petualang alam-komunitas di Indonesia lebih senang menggunakan istilah pencinta alam-melakukan kegiatan itu dengan alasan untuk
gagah-gagahan. Karena bukan untuk gagah-gagahan, maka sebaiknya tidak ada istilah modal nekad dalam mendaki gunung.
Bagaimanapun, gunung dengan rimba liarnya, tebing terjal, udara dingin,kencangnya angin yang membuat tulang ngilu, malam yang gelap dan kabut yang
pekat bukanlah habitat manusia modern. Bahaya yang dikandung alam itu akan menjadi semakin besar bila pendaki gunung tidak membekali diri dengan peralatan, kekuatan fisik, pengetahuan tentang alam, dan navigasi yang baik.
Tanpa persiapan yang baik, naik gunung tidak bermakna apa-apa. Secara umum, ada dua faktor yang mempengaruhi berhasil tidaknya pendakian gunung. Pertama, faktor ekstern atau faktor yang berasal dari luar diri
pendaki. Cuaca, kondisi alam, gas beracun yang dikandung gunung dan sebagainya yang merupakan sifat dan bagian alam. Karena itu, bahaya yang mungkin timbul seperti angin badai, pohon tumbang, letusan gunung atau
meruapnya gas beracun dikategorikan sebagai bahaya objektif (objective danger). Seringkali faktor itu berubah dengan cepat di luar dugaan manusia.
Tidak ada seorang pendaki pun yang dapat mengatur bahaya objektif itu. Namun dia dapat menyiapkan diri menghadapi segala kemungkinan itu. Diri pendaki,
segala persiapan, dan kemampuannya itulah yang menjadi faktor intern, faktor kedua yang berpengaruh pada sukses atau gagalnya mendaki gunung.
Bila pendaki tidak mempersiapkan pendakian, maka dia hanya memperbesar bahaya subyektif. Misalnya, bahaya kedinginan karena pendaki tidak membawa jaket tebal atau tenda untuk melawan dinginnya udara dan kencangnya angin.
Tidak bisa ditawar, mendaki gunung adalah kegiatan fisik berat. Karena itu, kebugaran fisik adalah hal mutlak. Untuk berjalan dan menarik badan dari
rintangan dahan atau batu, otot tungkai dan tangan harus kuat. Untuk menahan beban ransel, otot bahu harus kuat. Daya tahan (endurance) amat diperlukan
karena dibutuhkan perjalanan berjam-jam hingga hitungan hari untuk bisa tiba di puncak.
Bila tidak biasa berolahraga, calon pendaki sebaiknya melakukan jogging dua atau tiga kali seminggu, dilakukan dua hingga tiga minggu sebelum pendakian.
Mulailah jogging tanpa memaksa diri, misalnya cukup 30 menit dengan lari-lari santai.
Tingkatkan waktu dan kecepatan jogging secara bertahap pada kesempatan berikutnya. Bila kegiatan itu terasa membosankan, dapat diselingi dengan berenang. Dua olahraga itu sangat bermanfaat meningkatkan endurance dan kapasitas maksimum paru-paru menyedot oksigen (Volume O2 maximum/VO2 max).
Latihan push up, sit up, pull up sebaiknya juga dilakukan untuk memperkuat otot-otot.
Saking semangatnya, pendaki muda kerap kali ingin segera mencapai puncak,apalagi bila kegiatan itu dilakukan berkelompok. Persaingan untuk berjalan
paling cepat, paling depan, dan menjadi orang pertama memijak puncak,sebaiknya ditinggalkan.
Mendaki gunung yang baik justru melangkah perlahan dalam langkah-langkah kecil dan dalam irama tetap. Dengan berjalan seperti itu , pendaki dapat
mengatur napas, dan menggunakan tenaga seefisien mungkin. Bagaimanapun mendaki merupakan pekerjaan melelahkan. Selain itu, keindahan alam dan
kebersamaan dalam rombongan, sering menggoda pendaki untuk banyak berhenti dan beristirahat di tengah jalan. Bila dituruti terus, bukan tidak mungkin
pendakian malah gagal mencapai puncak. Karena itu, cobalah membuat target pendakian. Misalnya, harus berjalan nonstop selama satu jam, lalu istirahat
10 menit, kembali mendaki selama satu jam dan seterusnya. Lakukan hal ini hingga mencapai puncak atau hari telah sore untuk berkemah. Pada medan perjalanan yang landai, target waktu seperti itu dapat diganti dengan target tempat. Caranya, tentukanlah titik-titik target di peta sebagai titik beristirahat.
Buatlah jadwal rencana kegiatan sehingga waktu yang tersedia digunakan seefektif mungkin dalam bergiat di alam. Jadwal itu memungkinkan pendaki menghitung berapa banyak makanan, pakaian, peralatan harus dibawa, dan dana yang harus disiapkan. Jadwal itu antara lain mencakup keberangkatan, jadwal dan rute pendakian, kapan tiba di puncak, jadwal dan rute pulang, dan
seterusnya. Jadwal pendakian perhari dapat lebih dirinci dengan berapa jam jatah pendakian, pukul berapa dimulai dan kapan berhenti serta seterusnya.
Untuk menghindari beban bawaan terlalu berat, hindari membawa barang-barang yang tidak perlu. Misalnya, cukup membawa baju dan celana tiga atau empat stel meski pendakian memerlukan waktu cukup lama. Satu stel pakaian dikenakan saat berangkat dari rumah hingga kaki gunung dan saat pulang. Satu stel sebagai baju lapangan saat mendaki. Satu stel yang lain sebagai baju
kering yang digunakan saat berkemah. Rain coat dan payung dapat dicoret dari barang bawaan bila telah membawa ponco. Bila telah membawa lilin, cukup
membawa batu batere seperlunya untuk menyalakan senter dalam keadaan darurat. Piring dapat ditinggal di rumah karena wadah makanan dapat menggunakan rantang memasak atau cangkir.
Bila barang perlengkapan telah terkumpul, masukkan semua ke dalam ransel. Jangan biarkan ada sejumlah barang seperti cangkir atau sandal diikat di lua
ransel. Selain tidak sedap dipandang, risiko hilang selama pendakian, amat besar. Meski demikian, ada beberapa barang yang ditolerir bila ditaruh di
luar ransel dan diikat dengan tali webbing ransel. Misalnya, matras karet dan tiang tenda. Namun, yakinkan, semua telah diikat dengan kencang.
Menaruh barang di dalam ransel amat berbeda dengan cara memasukkan buku-buku pelajaran dalam daypack (ransel kecil yang biasa digunakan ke sekolah).
Buku pelajaran, baju praktikum, kalkulator dapat kita cemplungkan begitu saja ke dalam daypack. Sebaliknya, barang-barang pendakian harus dimasukkan dalam ransel dengan aturan tertentu sehingga mengurangi rasa sakit saat memanggul dan menghindari ruang kosong dalam ransel.
Prinsip pengepakan barang dalam ransel.
1. Letakkan barang ringan di bagian bawah dan barang berat di bagian atas.
2. Barang-barang yang diperlukan paling akhir (misalnya peralatan kemping dan tidur), ditaruh di bagian bawah dan barang yang sering dikeluar-masukkan(seperti jaket, jas hujan, botol air) di bagian atas.
3. Jangan biarkan ada ruang kosong dalam ransel. Contoh, manfaatkan bagian dalam panci sebagai tempat menyimpan beras.
Untuk itu, langkah pertama mengepak perlengkapan pendakian adalah mengelompokkan barang menurut jenis,
seperti:
a. pakaian dan kantung tidur,
b. alat memasak,
c. tenda,
d. makanan.
Bungkus kelompok-kelompok barang itu dalam kantong-kantong plastik agar mudah dicari.
Sebagian besar pendaki menganggap, mengepak barang merupakan seni tersendiri dan kerap mengasyikkan.
TEKHNIK PENELUSURAN GOA HORIZONTAL
Medan pada gua horisontal sangat bervariasi, mulai pada lorong-lorong yang dapat dengan mudah di telusuri, sampai lorong yang membutuhkan teknik khusus untuk dapat melewatinya.
1. Lumpur.
Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Tapi dalam kondisi lumpur setinggi lutut bahkan sampai setinggi perut, kita tidak mudah untuk melaluinya.
Untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga.
2. Air.
Untuk kondisi lorong gua yang berair. terutama gua yang belum pernah di masuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi di bawah permukaan air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.
Syarat utama untuk melewati lorong yang berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di kolam renang. Di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.
Pembagian team juga harus di sesuaikan, untuk leader ia tidak boleh membawa beban berat, karena leader harus membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan.
Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung, perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.
Ada juga lorong yang hampir semua di penuhi oleh air hanya ada ruangan sedikit yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan DUCKING ( kepala menengadah). Kadang-kadang kita harus melepas helm untuk menambah ruang gerak kepala. Dalam kondisi tertentu kita melakukan ducking dengan jongkok, bahkan dengan berbaring kalau badan tidak dapat masuk seluruhnya.
Diving, adalah teknik penyelaman dengan alat bantu pernafasan dan pakaian khusus. Teknik ini di lakukan pada lorong yang seluruh bagiannya tertutup oleh air (sump, siphon). Untuk perbandingan resiko kematian di cave diving adalah 60% tewas. Sedang resiko caving 15 %. Dengan melihat perbandingan resiko kematian yang besar ini kita di tuntut untuk ekstra hati-hati, seyogyanya tidak meneruskan penelusuran jika tanpa alat pendukung yang standart.
3. Climbing.
Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya water fall ataupun lorong yang terletak di atas kita. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita harus menggunakan teknik-teknik Rock Climbing. Seperti memasang pengaman sisip dan bor tebing untuk pembuatan lintasan, yang melakukan adalah leader dan kemudian anggota yang lain melewatinya dengan SRT. Teknik rock climbing harus bisa di lakukan pada kondisi medan seperti :
• Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya.
• Gua yang berbentuk celah dan menyempit bagian dasarnya
• Sungai besar atau danau yang dalam.
• Pemasangan rigging pada waterfall.
• Menghindari calcite floor atau oolith floor
1. Lumpur.
Lorong yang berlumpur dapat dengan mudah kalau lumpur tersebut tidak terlalu tebal. Tapi dalam kondisi lumpur setinggi lutut bahkan sampai setinggi perut, kita tidak mudah untuk melaluinya.
Untuk melewatinya kita bergerak dengan posisi seperti berenang. Dengan posisi seperti ini akan lebih mudah bergerak dan menghemat tenaga.
2. Air.
Untuk kondisi lorong gua yang berair. terutama gua yang belum pernah di masuki kita tidak mengetahui kedalaman air dan kondisi di bawah permukaan air, untuk itu kita harus mengetahui prosedur dan mempunyai fasilitas pendukung.
Syarat utama untuk melewati lorong yang berair adalah harus bisa berenang. Tetapi dengan kondisi lorong yang serba terbatas, teknik berenang dalam gua berbeda dengan berenang di kolam renang. Di sini kita memakai pakaian lengkap, sepatu bahkan mungkin membawa beban yang cukup berat.
Pembagian team juga harus di sesuaikan, untuk leader ia tidak boleh membawa beban berat, karena leader harus membuat lintasan dan mempelajari kondisi medan.
Dalam kondisi tertentu kita menggunakan pelampung, perahu karet terutama untuk lorong yang panjang dan berair dalam.
Ada juga lorong yang hampir semua di penuhi oleh air hanya ada ruangan sedikit yang tersisa. Untuk melewatinya kita harus melakukan DUCKING ( kepala menengadah). Kadang-kadang kita harus melepas helm untuk menambah ruang gerak kepala. Dalam kondisi tertentu kita melakukan ducking dengan jongkok, bahkan dengan berbaring kalau badan tidak dapat masuk seluruhnya.
Diving, adalah teknik penyelaman dengan alat bantu pernafasan dan pakaian khusus. Teknik ini di lakukan pada lorong yang seluruh bagiannya tertutup oleh air (sump, siphon). Untuk perbandingan resiko kematian di cave diving adalah 60% tewas. Sedang resiko caving 15 %. Dengan melihat perbandingan resiko kematian yang besar ini kita di tuntut untuk ekstra hati-hati, seyogyanya tidak meneruskan penelusuran jika tanpa alat pendukung yang standart.
3. Climbing.
Dalam suatu penelusuran gua terkadang kita menjumpai adanya water fall ataupun lorong yang terletak di atas kita. Untuk dapat meneruskan penelusuran kita harus menggunakan teknik-teknik Rock Climbing. Seperti memasang pengaman sisip dan bor tebing untuk pembuatan lintasan, yang melakukan adalah leader dan kemudian anggota yang lain melewatinya dengan SRT. Teknik rock climbing harus bisa di lakukan pada kondisi medan seperti :
• Aliran air yang deras dan kita tidak mengetahui kedalamannya.
• Gua yang berbentuk celah dan menyempit bagian dasarnya
• Sungai besar atau danau yang dalam.
• Pemasangan rigging pada waterfall.
• Menghindari calcite floor atau oolith floor
Selasa, 22 Desember 2009
CONTOH PROPOSAL
Seiring berjalannya tahun 2009 yang diharapkan adanya perubahan dan meningkatkan aktivitas serta kreativitas Mahasiswa,Pelajar ,dan Pemuda di daerah maupun di wilayah sumatra selatan bahkan secara nasional.
Dimana pada saat sekarang upaya-upaya Pemerinta dalam mengatasi permasalahan mengenai kepemudaan terutama dalam menyelesaikan tentang narkoba,sex bebas, dan kegiatan lainnya yang dapat menurunkan semangat dari para penerus-penerus bangsa, hal ini juga menjadi program dari kelompok mahasiswa dalam menjalankan Regenerasi Anggota.
Maka kami Mahasiswa Pencinta Alam Alfedya Fakultas Ekonomi Muhammadiyah Palembang bermaksud mengadakan kegiatan yang bernama ’’ ALFEDYA CLIMBING COMPETITION MAPALA ALFEDYA ’’
Kegiatan ini bernama “ALFEDYA CLIMBING COMPETITION MAPALA ALFEDYA”
Bentuk kegiatan
1. PANJAT DINDING TINGKAT REGIONAL SUMATRA
2. DONOR DARAH
Kegiatan ini bernama “”
Maksud Dan Tujuan :
• Meningkatkan tali silaturahmi antar sesama Mahasiswa Pencinta Alam yang ada di kota Palembang dan pemuda/i
• Meningkatkan rasa Sportivitas pada generasi muda
• Membantu keluarga Miskin
• Memerangi Narkoba dan Sex bebas.
Hari / Tanggal :
Waktu : Pkl.08.00-17.00 Wib
Tempat : Lapangan Parkir Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Palembang
• Tri Dharma Perguruan Tinggi
• Kode Etik Pencinta Alam lndonesia
• Program Kerja DPH Mapala Alfedya
1. SUSUNAN KEPANITIAAN
2. ANGARAN DANA
3. JADWAL KEGIATAN
• Sispala (SISWA Pencinta Alam) Tingkat Pelajar
• Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) Tingkat Mahasiswa
• KPA (Kalompok Pencinta Alam) tingkat Umum
• Atlit Panjat Dinding Di Lingkungan Regional Sumatra
• Difficult Putra Umum
• Difficult Putri Umum
• Difficult Putra Umur
• Speed Putra Umum
Demikianlah proposal ini kami buat untuk menjelaskan kepada pihak-paihak yang berkepentingan dengan kegiatan ini, besar harapan kami kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses, tentunya dengan dukungan semua pihak. Atas perhatiannya kami ucapakan terma kasih.
Panitia Pelaksana
Panjat Dinding dan Donor Darah
Mapala Alfedya Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Palembang
Ketua Pelaksana
Jelly Hendro
MPL-ALF/RP/2007/360
Sekretaris
Sumardi
MPL-ALF/BS/2006/355
Mengetahui
Ketua Umum Mapala Alfedya
M. Reihan Sitoh
MPL-ALF/GB/2005/339
Pelindung : Rektor UMP
(H.M.Idris.SE.M.Si)
Dekan FE UMP
(Drs.H.Rosyadi.MM)
Pembina : Abid Djazuli SE. MM
H. Bambang Irawan SE.M.Si
Cinta Mawardi.SE
Akp.Tahar Nahrowi.SE
Nasrullah.SE
Hj. Yuhanis Ladewi, SE.M.Si
Oemar Hendro, SE.M.Si
Penanggung Jawab : Ketua Umum Mapala Alfedya
(M.Rayhan Sitoh )
Sterring Comitte (SC) : Fazlil Abdila Adlu
Organizing Comitte (OC)
Ketua Pelaksana : Jelly Hendro
Sekretaris : Sumardi
Bendahara : Eko Wahid
SEKSI – SEKSI
Koordinator Sekretaritan : Rahmad Afandi
Anggota : Agustina
: Dian yunita
Seksi Perlengkapan
Koordinator : Yunika Agung Satria
Anggota : Lena Satriani
: Mendi
Seksi Acara
Koordinator : Budi Wijaya
Anggota : Ayuna
: Devi
Seksi Humas
Koordinator : Purwanto
Anggota : Airlangga
Seksi Pubdok dan promosi
Koordinator : N.M.Is Rocky
Anggota : Popi
: Dianty
Seksi Konsumsi
Koordinator : Alfiah
Anggota : Alviandri
: Juli yanti
Seksi Kesehatan
Koordinator : Nora.A
Anggota : Melly Tiara Putri
Seksi Dana Dan Usaha
Koordinator : Rahmad Fadli
Anggota : Reiza Hendri
Seksi Keamanan : Tim Satpam Ump
Tim Tehnis Panjat Dinding
Koordinator : Abdul Ghapur
Anggota : Leo
Karantina
Koordinator : Engga Permata
Anggota : M. Aiman
Transit
Koordinator : Yans Marwalanda
Anggota : Hasan
Bek Up Jalur
Koordinator : Dendi Firmansya
Anggota : Didi
: Do’an
PRESIDEN JURI
Koordinator : Maria M, SH
Juri Nilai : Viktor, SE
Juri Peluit : Nurlela, ST
Juri Jalur : Joko Sudarmono
Juri Bilayer : Berry Sandi, SE
: Andi Saputra, SE
Panitia Pelaksana
Panjat Dinding dan Donor Darah Mapala Alfedya Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Palembang
Ketua Pelaksana
Jelly Hendro
MPL-ALF/RP/2007/360
Sekretaris
Sumardi
MPL-ALF/BS/2006/355
Mengetahui
Ketua Umum Mapala Alfedya
M. Reihan Sitoh
MPL-ALF/GB/2005/339
PANJAT DINDING dan DONOR DARAH
MAPALA ALFEDYA FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
A. PANJAT DINDING
I. Kesekretariatan
Foto copy ursi ar,Undangan,dan Brosur Kegiatan Rp 500.000,-
ATK dan Surat Menyurat Rp 500.000,-
Jilid Proposal Rp 200.000,-
Biaya Pengiriman Undangan Rp 300.000,-
Rp. 1.500.000,-
VII. Perlengkapan
Papan panjat dinding @ 32 Keping x Rp.500,000,- Rp. 16.000.000,-
cat kayu+cat besi+ngemal papan Rp. 3.000.000,-
tali panjat dinding 1 Rol Rp. 2.000.000,-
harnes @ 2 buah x Rp 500.000 Rp. 1.000.000,-
tenda @ 5 unit x Rp 200.000 Rp. 1.000.000,-
kaos panitia @ 80 buah x Rp 30.000 Rp. 2.400.000,-
kaos peserta @ 200 buah x Rp 20.000 Rp. 4.000.000,-
ursi @ 50 buah x 8 x Rp 2.000 Rp. 800.000,-
Rp. 20.200.000,-
VIII. konsumsi
Snack @ 300 kotak x Rp 5000 Rp. 1.500,000,-
Snack vip 100 kotak x Rp10.000 Rp. 1.000.000,-
Nasi Panitia 80 bks x 3 hr x 8.500 Rp. 2.040.000,-
Nasi perserta 200 bks x 3 hr x 7.500 Rp. 4.500.000,-
Rp. 9.040.000,-
IX. Publikasi dan Dokumentasi
Spanduk 20 x Rp 150.000,- Rp 3.000.000,-
Sewa Handy Camp Rp. 1.000.000,-
Beli Kaset Handy camp 10 bh x Rp 70.000,- Rp. 700.000,-
Negatif + Cuci Cetak 3 x Rp 120.000 Rp. 360.000,-
Leepled 400 x Rp 12.000 Rp. 4.800.000,-
Rp. 9.860.000,-
X. Humas
Transportasi antar Undangan Rp 200.000,-
Pembelian Pulsa/ Komunikasi Rp 200.000,-
Rp. 400.000,-
XI. Kesehatan
P3K Rp. 200.000,-
XII. Kategori Panjat Dinding
Katagori Difficulty Putra
1. Juara l Rp. 1.500.000,-
2. Juara ll Rp. 1.000.000,-
3. Juara lll Rp. 750.000,-
Katagori Difficulty Putri
1. Juara l Rp. 1.500.000,-
2. Juara ll Rp. 1.000.000,
3. Juara lll Rp. 750.000,
katagori Pelajar
1. Juara l Rp. 1.000.000,-
2. Juara ll Rp. 750.000,
3. Juara lll Rp. 500.000,-
katagori Speed Umum putra
1. Juara l Rp. 800.000,-
2. Juara ll Rp. 600.000,
3. Juara lll Rp. 400.000,-
4. Juara Lv Rp. 200.000,-
Jumlah Total Hadiah Rp. 10.750.000,-
B. DONOR DARAH
1. Perlengkapan
• Perlengkapan donor darah Rp. 250.000,-
2. Kosumsi
• Telor Rp. 200.000,-
• Susu Rp. 350.000,-
• Pil penambah darah Rp. 500.000,-
3. Honor
• Honor pegawai @ 10 x Rp. 50.000,- Rp. 500.000,-
Rp. 1.800.000,-
PANJAT DINDING dan DONOR DARAH
MAPALA ALFEDYA FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
1. Kesetariatan Rp. 1.500.000,-
2. Perlengkapan Rp. 20.200.000,-
3. Konsumsi RP. 9.040.000,-
4. Pubdok Rp. 9.860.000,-
5. Humas Rp. 400.000,-
6. Kesehatan Rp. 200.000,-
7. Hadiah panjat Dinding Rp. 10.750.000,-
8. Donor Darah Rp. 1.800.000,-
RP. 53.750.000,-
Total Dana kegiatan panjat Dinding Mapala Alfedya
Terbilang ’’ Lima Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah’’
Panitia Pelaksana
PANJAT DINDING dan DONOR DARAH
MAPALA ALFEDYA FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Ketua Pelaksana
Jelly Hendro
MPL-ALF/RP/2007/360
Sekretaris
Eko Wahid
MPL-ALF/RP/2007/361
Mengetahui
Ketua Umum Mapala Alfedya
M. Reihan Sitoh
MPL-ALF/GB/2005/339
Hari/Tanggal Kegiatan
Senin,11 Mei 2009
08.00-09.00 Wib
09.00-09.30Wib
09.30-10.00.Wib
10.00-11.00.Wib
11.00-11.30 wib
11.30-12.00 wib
12-00-13.00.Wib
13.00-14.00.Wib
14.00-14.30 wib
14.30-15.00 wib
15.00-17.00.Wib
Acara pembukaan
Karantina kesulitan umum putra dibuka
Karantina kesulitan umum putra ditutup
Babak kualifilasi kesulitan umum putra
Karantina kesulitan umum puteri dibuka
Karantina kesulitan umum puteri ditutup
Ishoma
Babak kualifikasi kesulitan umum puteri
Karantina kesulitan pelajar dibuka
Karantina kesulitan pelajar ditutup
Babak kualifikasi kesulitan pelajar
Selasa.12 mei 2009
07.30-08.00.Wib
08.00-08.30.Wib
08.30-10.30.Wib
10.30-11.00.Wib
11.00-12.00 wib
12.00-13.00.Wib
13.00-15.00.Wib
15.00-15.30.Wib
15.30-16.00.Wib
16.00-17.30.Wib
Karantina kesulitan umum putra dibuka
Karantina kesulitan umum putra ditutup
Babak Semi Final Umum Putra
Karantina kesulitan umum puteri dibuka
Karantina kesulitan umum puteri ditutup
isoma
Babak Semi Final Umum Puteri
Karantina kesulitan pelajar dibuka
Karantina kesulitan pelajar ditutup
Babak Semi Final Pelajar
Rabu 13 Mei 2009
07.30-08.00.Wib
08.00-08.30.Wib
08.30-09.30.Wib
09.30-10.00.Wib
10.00-10.30 wib
10.30-12.00 wib
12.00-13.00.Wib
13.00-13.30.Wib
13.30-14.00.Wib
14.00-15.00.Wib
15.00-15.30.Wib
15.30-16.00.Wib
16.00-17.00.Wib
17.00-17.30.Wib
17.30-18.00.Wib
18.00-19.00.Wib
19.00-20.00.Wib
Karantina kesulitan umum putra dibuka
Karantina kesulitan umum putra ditutup
Babak Final Umum Putra
Karantina kesulitan umum puteri dibuka
Karantina kesulitan umum puteri ditutup
Babak Final Umum Puteri
isoma
Karantina kesulitan pelajar dibuka
Karantina kesulitan pelajar ditutup
Babak Final Pelajar
Karantina speed umum putra dibuka
Karantina speed umum putra ditutup
Babak penyisihan speed umum putra
Karantina speed umum putra dibuka
Karantina speed umum putra ditutup
Babak Semi Final speed umum putra
Babak final speed umum putra
Kamis 14 Mei 2009
08.00-14.00.Wib
14.00-15.00.Wib
15.00.Wib
Donor Darah
.Pembagian hadiah Panjat Dinding
Penutupan kegiatan Panjat Dinding
Koordinator Sponsorship
Panjat Dinding Regional Sumatra dan Danor Darah
Sekreteriatan
JLN. Ahmad Yani 13 Ulu Plaju – Palembang 30263
Phone : ( 0711 ) 511433
E-mail : alfedya 301286@yahoo.com
Contact Person
0812-71-232-739 ( M. REYHAN SITOH )
0813-67-046-088 ( JELLY HENDRO )
SPONSOR TUNGGAL
Sposor tunggal adalah pihak sponsor yang bersedia bekerja sama dengan panitia penyelenggara dalm satu ikatan kontrak kerjasama, dimana pihak sponsor tunggal bersedia memenuhi seluruh kebutuhan anggaran dana.
Sebagai sponsor tunggal keuntungan yang diambilsari item ini adalah :
• Nama kegiatan dinamakan dengan nama produk dari perusahaan yang mensponsori
• Pencantuman nama dan logo sponsor pada 5 buah spanduk publikasi yang akan dipasang sebelum pelaksanaan sampai dengan pelaksanaan selesai di tempat – tempat yang strategis di kota palembang dan lokasi kegiatan.
• Pemasangan umbul – ubul disekitar lingkungan kegiatan.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada stiker kegiatan.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada brosur - brosur kegiatan.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada kaos kegiatan.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada ID kegiatan.
SPONSOR UTAMA
Sposor utama adalah pihak sponsor yang bersedia bekerjasama dengan panitia penyelenggara dalam satu ikatan kotrak kerjasama, dimana pihak sponsor utama brsedia memenuhi 75 % jebutuhan anggaran dana.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada 5 buah spsnduk publikasi yang akan dipasang sebelum pelaksanaan sampai pelaksanaan selesai di tempat yang strategis di kota palembang
• Pencantuman nama dan logo sponsor pada ID card kaartu pengenal panitia dan pesserta.
• Pencantuaman nama dan logo sponsor pada T-Shirt panitia dan peserta.
• Pemasangan umbul –umbul di lingkungan kegiatan.
• Pencantuman nama dan logo pada stiker dan brosur.
SPONSOR BIASA
Sponsor biasa adlah pihak yang bersedia melakukan hubungan kejasama dengan pihak penyelenggara dalam satu ikatan verja sama dimana pihak sponsor bersedia memberikan bantuan dana yang terikat.
• Nama institusi dan logonya akan dicetak pada media promosi.
• Pencantuman nama dan logo dilokasi kegiatan.
• Logo institusi akan ditampilkan di ID card dan Stiker kegiatan.
• Brosur.
PERSYARATAN KERJASAMA SPONSORSHIP
Pihak sponsor yang berpatisipasi dalam kegiatan ini,mengerti tentang ketentuan – ketentuan kerjasama sebagai berikut :
• Publikasi tentang pihak sponsor akan diberikan dalam halaman khusus seperti : Spanduk, brosur, T- Shirt, ID Card, papan panjat sesuai dengan ketentuan sebagai sponsor apa institusi anda.
• Penyediaan banner, trnsparan, dan bentuk promo lain (brosur,leafet, dll) adalah menjadi tanggung jawab pihak sponsor.
• Teknisi dan perlengkapan instusi perusahaan disediakan sendiri
• Warna dalam nama san logo institusi akan dibuat identik atau diusahakan sedekat mungkin dengan warna aslinya yabg diberikan sponsor.
• Informasi dalam Proposal Sponsorship ini adalah benar pada saat dokumen ini dicetak. Akan tetapi bilamana terjadi perubahan isi dari proposal akan diberitahukan sebelum perjanjian kerjacama ditandatangani.
• Pihak sponsor akan dikonfirmasi ulang secara tertulis oleh panitia, dalam dpkumen perjanjian kerjasama,bersamaan dengan surat tagihan jumlah biaya keikutsertaan sebagai sponsor.
• Pembayaran dengan menggunakan cek (cheque) bank yang situjukan kepada koordinator sponsorship sebailnya dalam mata uang rupiah, Deposit pertama 50% sari total dikirimkan bersamaan pengembalian formulir ini, deposit tidak dapat diambil kembali setelah kerjasama di konfirmasikan oleh panitia.
• Pembayaran penuh dari pihak sponsor harus sudah diterima panitia paling lambat 05 Mei 2009
SURAT PERJANJIAN KERJASAMA SPONSOR
No : ............
Yang bertanda tangan dibawah ini a;
1. Panitia ” KEJUARAAN PANJAT DINDING MAPALA ALFEDYA 2009”
Atau yang diwakili oleh :
Nama :
N.A :
Pekerjaan :
Alamat :
Selanjutnya disebut sebagai pihak ke 1 (satu)
2. Pihak sponsor dari :
Perusahaan :
Alamat :
Diwakili oleh :
Nama :
Jabatan :
Selanjutnya disebut pihak ke 2 ( dua )
Dengan ini pihak ke 2 (dua), menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi pada pihak ke 1 (satu) sebagai sponsor pada kegiatan ” KEJUARAAN PANJAT DINDING MAPALA ALFEDYA 2009 ” Dalam bentuk :
Jenis sponsor :
Biaya/ Fasilitas :
Dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Membayar uang muka sebagai pemdayaran pertama, pada saat
panandatangannan perjanjian sebesar 50% atau Rp..............................
..........................
Terbilang
(.................................................................................)
2. Pembayaran kedua, sebagai sisanya sebesar 50% atau Rp......................
.............................
Terbilang
(.................................................................................)
Pada tanggal :............................2009
Dimana pada saat sekarang upaya-upaya Pemerinta dalam mengatasi permasalahan mengenai kepemudaan terutama dalam menyelesaikan tentang narkoba,sex bebas, dan kegiatan lainnya yang dapat menurunkan semangat dari para penerus-penerus bangsa, hal ini juga menjadi program dari kelompok mahasiswa dalam menjalankan Regenerasi Anggota.
Maka kami Mahasiswa Pencinta Alam Alfedya Fakultas Ekonomi Muhammadiyah Palembang bermaksud mengadakan kegiatan yang bernama ’’ ALFEDYA CLIMBING COMPETITION MAPALA ALFEDYA ’’
Kegiatan ini bernama “ALFEDYA CLIMBING COMPETITION MAPALA ALFEDYA”
Bentuk kegiatan
1. PANJAT DINDING TINGKAT REGIONAL SUMATRA
2. DONOR DARAH
Kegiatan ini bernama “”
Maksud Dan Tujuan :
• Meningkatkan tali silaturahmi antar sesama Mahasiswa Pencinta Alam yang ada di kota Palembang dan pemuda/i
• Meningkatkan rasa Sportivitas pada generasi muda
• Membantu keluarga Miskin
• Memerangi Narkoba dan Sex bebas.
Hari / Tanggal :
Waktu : Pkl.08.00-17.00 Wib
Tempat : Lapangan Parkir Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Palembang
• Tri Dharma Perguruan Tinggi
• Kode Etik Pencinta Alam lndonesia
• Program Kerja DPH Mapala Alfedya
1. SUSUNAN KEPANITIAAN
2. ANGARAN DANA
3. JADWAL KEGIATAN
• Sispala (SISWA Pencinta Alam) Tingkat Pelajar
• Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam) Tingkat Mahasiswa
• KPA (Kalompok Pencinta Alam) tingkat Umum
• Atlit Panjat Dinding Di Lingkungan Regional Sumatra
• Difficult Putra Umum
• Difficult Putri Umum
• Difficult Putra Umur
• Speed Putra Umum
Demikianlah proposal ini kami buat untuk menjelaskan kepada pihak-paihak yang berkepentingan dengan kegiatan ini, besar harapan kami kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan sukses, tentunya dengan dukungan semua pihak. Atas perhatiannya kami ucapakan terma kasih.
Panitia Pelaksana
Panjat Dinding dan Donor Darah
Mapala Alfedya Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Palembang
Ketua Pelaksana
Jelly Hendro
MPL-ALF/RP/2007/360
Sekretaris
Sumardi
MPL-ALF/BS/2006/355
Mengetahui
Ketua Umum Mapala Alfedya
M. Reihan Sitoh
MPL-ALF/GB/2005/339
Pelindung : Rektor UMP
(H.M.Idris.SE.M.Si)
Dekan FE UMP
(Drs.H.Rosyadi.MM)
Pembina : Abid Djazuli SE. MM
H. Bambang Irawan SE.M.Si
Cinta Mawardi.SE
Akp.Tahar Nahrowi.SE
Nasrullah.SE
Hj. Yuhanis Ladewi, SE.M.Si
Oemar Hendro, SE.M.Si
Penanggung Jawab : Ketua Umum Mapala Alfedya
(M.Rayhan Sitoh )
Sterring Comitte (SC) : Fazlil Abdila Adlu
Organizing Comitte (OC)
Ketua Pelaksana : Jelly Hendro
Sekretaris : Sumardi
Bendahara : Eko Wahid
SEKSI – SEKSI
Koordinator Sekretaritan : Rahmad Afandi
Anggota : Agustina
: Dian yunita
Seksi Perlengkapan
Koordinator : Yunika Agung Satria
Anggota : Lena Satriani
: Mendi
Seksi Acara
Koordinator : Budi Wijaya
Anggota : Ayuna
: Devi
Seksi Humas
Koordinator : Purwanto
Anggota : Airlangga
Seksi Pubdok dan promosi
Koordinator : N.M.Is Rocky
Anggota : Popi
: Dianty
Seksi Konsumsi
Koordinator : Alfiah
Anggota : Alviandri
: Juli yanti
Seksi Kesehatan
Koordinator : Nora.A
Anggota : Melly Tiara Putri
Seksi Dana Dan Usaha
Koordinator : Rahmad Fadli
Anggota : Reiza Hendri
Seksi Keamanan : Tim Satpam Ump
Tim Tehnis Panjat Dinding
Koordinator : Abdul Ghapur
Anggota : Leo
Karantina
Koordinator : Engga Permata
Anggota : M. Aiman
Transit
Koordinator : Yans Marwalanda
Anggota : Hasan
Bek Up Jalur
Koordinator : Dendi Firmansya
Anggota : Didi
: Do’an
PRESIDEN JURI
Koordinator : Maria M, SH
Juri Nilai : Viktor, SE
Juri Peluit : Nurlela, ST
Juri Jalur : Joko Sudarmono
Juri Bilayer : Berry Sandi, SE
: Andi Saputra, SE
Panitia Pelaksana
Panjat Dinding dan Donor Darah Mapala Alfedya Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Palembang
Ketua Pelaksana
Jelly Hendro
MPL-ALF/RP/2007/360
Sekretaris
Sumardi
MPL-ALF/BS/2006/355
Mengetahui
Ketua Umum Mapala Alfedya
M. Reihan Sitoh
MPL-ALF/GB/2005/339
PANJAT DINDING dan DONOR DARAH
MAPALA ALFEDYA FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
A. PANJAT DINDING
I. Kesekretariatan
Foto copy ursi ar,Undangan,dan Brosur Kegiatan Rp 500.000,-
ATK dan Surat Menyurat Rp 500.000,-
Jilid Proposal Rp 200.000,-
Biaya Pengiriman Undangan Rp 300.000,-
Rp. 1.500.000,-
VII. Perlengkapan
Papan panjat dinding @ 32 Keping x Rp.500,000,- Rp. 16.000.000,-
cat kayu+cat besi+ngemal papan Rp. 3.000.000,-
tali panjat dinding 1 Rol Rp. 2.000.000,-
harnes @ 2 buah x Rp 500.000 Rp. 1.000.000,-
tenda @ 5 unit x Rp 200.000 Rp. 1.000.000,-
kaos panitia @ 80 buah x Rp 30.000 Rp. 2.400.000,-
kaos peserta @ 200 buah x Rp 20.000 Rp. 4.000.000,-
ursi @ 50 buah x 8 x Rp 2.000 Rp. 800.000,-
Rp. 20.200.000,-
VIII. konsumsi
Snack @ 300 kotak x Rp 5000 Rp. 1.500,000,-
Snack vip 100 kotak x Rp10.000 Rp. 1.000.000,-
Nasi Panitia 80 bks x 3 hr x 8.500 Rp. 2.040.000,-
Nasi perserta 200 bks x 3 hr x 7.500 Rp. 4.500.000,-
Rp. 9.040.000,-
IX. Publikasi dan Dokumentasi
Spanduk 20 x Rp 150.000,- Rp 3.000.000,-
Sewa Handy Camp Rp. 1.000.000,-
Beli Kaset Handy camp 10 bh x Rp 70.000,- Rp. 700.000,-
Negatif + Cuci Cetak 3 x Rp 120.000 Rp. 360.000,-
Leepled 400 x Rp 12.000 Rp. 4.800.000,-
Rp. 9.860.000,-
X. Humas
Transportasi antar Undangan Rp 200.000,-
Pembelian Pulsa/ Komunikasi Rp 200.000,-
Rp. 400.000,-
XI. Kesehatan
P3K Rp. 200.000,-
XII. Kategori Panjat Dinding
Katagori Difficulty Putra
1. Juara l Rp. 1.500.000,-
2. Juara ll Rp. 1.000.000,-
3. Juara lll Rp. 750.000,-
Katagori Difficulty Putri
1. Juara l Rp. 1.500.000,-
2. Juara ll Rp. 1.000.000,
3. Juara lll Rp. 750.000,
katagori Pelajar
1. Juara l Rp. 1.000.000,-
2. Juara ll Rp. 750.000,
3. Juara lll Rp. 500.000,-
katagori Speed Umum putra
1. Juara l Rp. 800.000,-
2. Juara ll Rp. 600.000,
3. Juara lll Rp. 400.000,-
4. Juara Lv Rp. 200.000,-
Jumlah Total Hadiah Rp. 10.750.000,-
B. DONOR DARAH
1. Perlengkapan
• Perlengkapan donor darah Rp. 250.000,-
2. Kosumsi
• Telor Rp. 200.000,-
• Susu Rp. 350.000,-
• Pil penambah darah Rp. 500.000,-
3. Honor
• Honor pegawai @ 10 x Rp. 50.000,- Rp. 500.000,-
Rp. 1.800.000,-
PANJAT DINDING dan DONOR DARAH
MAPALA ALFEDYA FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
1. Kesetariatan Rp. 1.500.000,-
2. Perlengkapan Rp. 20.200.000,-
3. Konsumsi RP. 9.040.000,-
4. Pubdok Rp. 9.860.000,-
5. Humas Rp. 400.000,-
6. Kesehatan Rp. 200.000,-
7. Hadiah panjat Dinding Rp. 10.750.000,-
8. Donor Darah Rp. 1.800.000,-
RP. 53.750.000,-
Total Dana kegiatan panjat Dinding Mapala Alfedya
Terbilang ’’ Lima Puluh Tiga Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah’’
Panitia Pelaksana
PANJAT DINDING dan DONOR DARAH
MAPALA ALFEDYA FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG
Ketua Pelaksana
Jelly Hendro
MPL-ALF/RP/2007/360
Sekretaris
Eko Wahid
MPL-ALF/RP/2007/361
Mengetahui
Ketua Umum Mapala Alfedya
M. Reihan Sitoh
MPL-ALF/GB/2005/339
Hari/Tanggal Kegiatan
Senin,11 Mei 2009
08.00-09.00 Wib
09.00-09.30Wib
09.30-10.00.Wib
10.00-11.00.Wib
11.00-11.30 wib
11.30-12.00 wib
12-00-13.00.Wib
13.00-14.00.Wib
14.00-14.30 wib
14.30-15.00 wib
15.00-17.00.Wib
Acara pembukaan
Karantina kesulitan umum putra dibuka
Karantina kesulitan umum putra ditutup
Babak kualifilasi kesulitan umum putra
Karantina kesulitan umum puteri dibuka
Karantina kesulitan umum puteri ditutup
Ishoma
Babak kualifikasi kesulitan umum puteri
Karantina kesulitan pelajar dibuka
Karantina kesulitan pelajar ditutup
Babak kualifikasi kesulitan pelajar
Selasa.12 mei 2009
07.30-08.00.Wib
08.00-08.30.Wib
08.30-10.30.Wib
10.30-11.00.Wib
11.00-12.00 wib
12.00-13.00.Wib
13.00-15.00.Wib
15.00-15.30.Wib
15.30-16.00.Wib
16.00-17.30.Wib
Karantina kesulitan umum putra dibuka
Karantina kesulitan umum putra ditutup
Babak Semi Final Umum Putra
Karantina kesulitan umum puteri dibuka
Karantina kesulitan umum puteri ditutup
isoma
Babak Semi Final Umum Puteri
Karantina kesulitan pelajar dibuka
Karantina kesulitan pelajar ditutup
Babak Semi Final Pelajar
Rabu 13 Mei 2009
07.30-08.00.Wib
08.00-08.30.Wib
08.30-09.30.Wib
09.30-10.00.Wib
10.00-10.30 wib
10.30-12.00 wib
12.00-13.00.Wib
13.00-13.30.Wib
13.30-14.00.Wib
14.00-15.00.Wib
15.00-15.30.Wib
15.30-16.00.Wib
16.00-17.00.Wib
17.00-17.30.Wib
17.30-18.00.Wib
18.00-19.00.Wib
19.00-20.00.Wib
Karantina kesulitan umum putra dibuka
Karantina kesulitan umum putra ditutup
Babak Final Umum Putra
Karantina kesulitan umum puteri dibuka
Karantina kesulitan umum puteri ditutup
Babak Final Umum Puteri
isoma
Karantina kesulitan pelajar dibuka
Karantina kesulitan pelajar ditutup
Babak Final Pelajar
Karantina speed umum putra dibuka
Karantina speed umum putra ditutup
Babak penyisihan speed umum putra
Karantina speed umum putra dibuka
Karantina speed umum putra ditutup
Babak Semi Final speed umum putra
Babak final speed umum putra
Kamis 14 Mei 2009
08.00-14.00.Wib
14.00-15.00.Wib
15.00.Wib
Donor Darah
.Pembagian hadiah Panjat Dinding
Penutupan kegiatan Panjat Dinding
Koordinator Sponsorship
Panjat Dinding Regional Sumatra dan Danor Darah
Sekreteriatan
JLN. Ahmad Yani 13 Ulu Plaju – Palembang 30263
Phone : ( 0711 ) 511433
E-mail : alfedya 301286@yahoo.com
Contact Person
0812-71-232-739 ( M. REYHAN SITOH )
0813-67-046-088 ( JELLY HENDRO )
SPONSOR TUNGGAL
Sposor tunggal adalah pihak sponsor yang bersedia bekerja sama dengan panitia penyelenggara dalm satu ikatan kontrak kerjasama, dimana pihak sponsor tunggal bersedia memenuhi seluruh kebutuhan anggaran dana.
Sebagai sponsor tunggal keuntungan yang diambilsari item ini adalah :
• Nama kegiatan dinamakan dengan nama produk dari perusahaan yang mensponsori
• Pencantuman nama dan logo sponsor pada 5 buah spanduk publikasi yang akan dipasang sebelum pelaksanaan sampai dengan pelaksanaan selesai di tempat – tempat yang strategis di kota palembang dan lokasi kegiatan.
• Pemasangan umbul – ubul disekitar lingkungan kegiatan.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada stiker kegiatan.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada brosur - brosur kegiatan.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada kaos kegiatan.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada ID kegiatan.
SPONSOR UTAMA
Sposor utama adalah pihak sponsor yang bersedia bekerjasama dengan panitia penyelenggara dalam satu ikatan kotrak kerjasama, dimana pihak sponsor utama brsedia memenuhi 75 % jebutuhan anggaran dana.
• Pencatuman nama dan logo sponsor pada 5 buah spsnduk publikasi yang akan dipasang sebelum pelaksanaan sampai pelaksanaan selesai di tempat yang strategis di kota palembang
• Pencantuman nama dan logo sponsor pada ID card kaartu pengenal panitia dan pesserta.
• Pencantuaman nama dan logo sponsor pada T-Shirt panitia dan peserta.
• Pemasangan umbul –umbul di lingkungan kegiatan.
• Pencantuman nama dan logo pada stiker dan brosur.
SPONSOR BIASA
Sponsor biasa adlah pihak yang bersedia melakukan hubungan kejasama dengan pihak penyelenggara dalam satu ikatan verja sama dimana pihak sponsor bersedia memberikan bantuan dana yang terikat.
• Nama institusi dan logonya akan dicetak pada media promosi.
• Pencantuman nama dan logo dilokasi kegiatan.
• Logo institusi akan ditampilkan di ID card dan Stiker kegiatan.
• Brosur.
PERSYARATAN KERJASAMA SPONSORSHIP
Pihak sponsor yang berpatisipasi dalam kegiatan ini,mengerti tentang ketentuan – ketentuan kerjasama sebagai berikut :
• Publikasi tentang pihak sponsor akan diberikan dalam halaman khusus seperti : Spanduk, brosur, T- Shirt, ID Card, papan panjat sesuai dengan ketentuan sebagai sponsor apa institusi anda.
• Penyediaan banner, trnsparan, dan bentuk promo lain (brosur,leafet, dll) adalah menjadi tanggung jawab pihak sponsor.
• Teknisi dan perlengkapan instusi perusahaan disediakan sendiri
• Warna dalam nama san logo institusi akan dibuat identik atau diusahakan sedekat mungkin dengan warna aslinya yabg diberikan sponsor.
• Informasi dalam Proposal Sponsorship ini adalah benar pada saat dokumen ini dicetak. Akan tetapi bilamana terjadi perubahan isi dari proposal akan diberitahukan sebelum perjanjian kerjacama ditandatangani.
• Pihak sponsor akan dikonfirmasi ulang secara tertulis oleh panitia, dalam dpkumen perjanjian kerjasama,bersamaan dengan surat tagihan jumlah biaya keikutsertaan sebagai sponsor.
• Pembayaran dengan menggunakan cek (cheque) bank yang situjukan kepada koordinator sponsorship sebailnya dalam mata uang rupiah, Deposit pertama 50% sari total dikirimkan bersamaan pengembalian formulir ini, deposit tidak dapat diambil kembali setelah kerjasama di konfirmasikan oleh panitia.
• Pembayaran penuh dari pihak sponsor harus sudah diterima panitia paling lambat 05 Mei 2009
SURAT PERJANJIAN KERJASAMA SPONSOR
No : ............
Yang bertanda tangan dibawah ini a;
1. Panitia ” KEJUARAAN PANJAT DINDING MAPALA ALFEDYA 2009”
Atau yang diwakili oleh :
Nama :
N.A :
Pekerjaan :
Alamat :
Selanjutnya disebut sebagai pihak ke 1 (satu)
2. Pihak sponsor dari :
Perusahaan :
Alamat :
Diwakili oleh :
Nama :
Jabatan :
Selanjutnya disebut pihak ke 2 ( dua )
Dengan ini pihak ke 2 (dua), menyatakan kesediaannya untuk berpartisipasi pada pihak ke 1 (satu) sebagai sponsor pada kegiatan ” KEJUARAAN PANJAT DINDING MAPALA ALFEDYA 2009 ” Dalam bentuk :
Jenis sponsor :
Biaya/ Fasilitas :
Dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Membayar uang muka sebagai pemdayaran pertama, pada saat
panandatangannan perjanjian sebesar 50% atau Rp..............................
..........................
Terbilang
(.................................................................................)
2. Pembayaran kedua, sebagai sisanya sebesar 50% atau Rp......................
.............................
Terbilang
(.................................................................................)
Pada tanggal :............................2009
Langganan:
Postingan (Atom)
Jalur Barat Laut
Jalur Barat Laut
