MAPALA ALFEDYA

MAPALA ALFEDYA
Logo MAPALA ALFEDYA

Rabu, 13 Januari 2010

Konservasi

I.PENDAHULUAN
Sebagaimana yang teelah di ungkapkan dalam GBHN (1998) bahwa pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia seutuhnya, pembangunanbukan berarti hanya menitik beratkan kepada kemajuan lahiriah,tetapi juga harus selaras.
Dalam pelaksanaan pembangunan sumber daya alam Indonesia, baik darat, laut, udara yang berupa tanah, air, mineral, flora, faunadan juga plasmanutfah harus di manfaatkan secara rsional penggalian dan pemanfaaan sumber kekayaan alam harus dilaksanakan secara bijaksana, dengan memperhatikan kebbutuhan generasi yang akan datang.

Manusia dalam menggunakan sumber daya alam sering kali tumpang tindih dan tidak memperhatikan keseimbangan alam, sehingga menimbulkan dampak negatifterhadap lingkungan dan biasa kita sebut pecemaran/ kerusakan lingkungan. Untuk mencegah kerusakan yang semakin parah, pemerintah membuat UU No. 4/1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pengolahan lingkungan, dan juga PP No.51 tentang analisis dampak lingkungan.
II.PENGERTIAN
1.Konservasi adalah suatu usaha pelestarian dan penyelamatan lingkungan. Artinya, memanfaatkan dan memberdayakan lingkungan/ alam dengan tidak mengurangi daya dukung alam. Sumber daya alam dapat diklasifikasikan menurut sifat fisik terbentuknya ada dua yaitu, diperbaruhi dan tidak dapat diperbaharui. SDA yang mempunyai sifat dapat diperbaharui selalu tersedia di alam. SDA yang bersifat tidak dapat diperbaharui artinya persediaan SDA tersebut terbatas di alam sepeti minyak bumi yan tebentuk dari fosil binatang dan tumbuhan yang alamiah dan berencana.
2.Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda,daya,keadaan dan makhluk hidup,termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhhi kelangsungan prikehidupan dan kesehjateraan manusia serta makluk hidup yang lainnya. Oleh karena manusia merupaka bagaian dari kehidupan alam ni, maka sudah seharusnya manusia dengan pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya harus menjaga keseimbangan alamnya bukan merusak alam. Kerusakan lingkungan dijumpaidi mana-mana, demikian juga dengan polusi yang timbul karena dampak kegiatan ekonomi.
3.Masalah lingkungan dibedakan menjadi empat macam, yaitu perubahan iklim global, biodileritas,pencmaran air dan juga limbah beracun.disinila tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk ikut berperan aktifdalam pelestarian pemberdayaan alam agar anak cucu kita masih bisa menikmatinya dan bukan hanya menjadi dongeng belaka.
III.TUJUAN KONSERVASI
Secara garis besar konservasi bertujuan menjaga kelestarian dan keseimbangan alam, seperti yang kita ketahui bersama, manusia dalam mendayagunakan SDA seringkali tumpah tindih dan tidak mengindahkan kemampuan lingkungan alam. Karena itulah, perlu dilakukan pengelolaan, baik terhadap SDA yang ada maupun tindakan manusia sendiri.
Berkaitan dengan upaya pengelolaan lingkungan hidup, maka sesuai dengan keputusan menteri negarakesejahteraan lingkungan hidup No. Kep. 50 dan 51/MENKLH/6/1987, TERTANGGAL 4 Juni 1987,
hal ini mencakup maksud dan tujuan dari rencana pengelolaan lingkungan (RKL), yang harus dikemukakan secara sistematis, singkat dan jelas bagi semua pihak.
Kekayaan bangsa Indonesia yang berupa hutan adalah Anugerah Tuhan YME,
dan merupakan sumber kekayaan alam yang sebaguna sebagai manifestasi sifat Maha Murah serta Maha Asih dari Tuhan Yang Maha Esa.
Pembangunan kehutanan dapat diartikan sebagai pengalokasian hutan sesuai dengan fungsinya sebagai pelindung hidrologis (hutan lindung), konservasi plasmanutfah (suaka alam, taman nasional, hutan wisata), produksi hasil hutan (hutan produksi), serta cadangan untuk penggunaan lainnya(hutan produksi yang dapat di konservasi).
Jika di kaji lebih jauh, konservasi dibedakan menjadi dua garis besar, yaitu :
1.konservasi dalam mengelola hutan dan alam, di Indonesia organisasinya adalah WALHI.
2.konservasi dalam penjagaan kehidupan binatang agar tetap lestari, terutama binatang-binatang yang hamper punah, salah satu organisasinya adalah WWF.
IV.MACAM-MACAM PENCEMARAN
Pencemaran adalah suatu keadaan alam di mana suatu zat atau energi serta unsure lain diintroduksikan ke dalam suatu lingkungan oleh kegiatan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam kadar tertentu, sehingga mengganggu.
Pencemaran Udara
Adapun sumber pencemaran udara dapat digolongkan menjadi dua
1.sumber stasioner, seperti komplek industri, rumah tangga dan pembakaran sampah.
2.sumber bergerak, seperti segala sarana transportasi.
Zat pencemar di golongkan menjadi dua klasifikasi, yaitu partikel dan gas.
Beberapa unsur pencemar udara yang cukup penting untuk di ketahui yang dapat membahayakan dan menyebabkan gangguan yang cukup serius antara lain :
1.benda butiran
2.Sulfur dioksida (SO2)
3.Hidrokarbon (HC)
4.karbon dioksida(CO2)
5.Bromida
6.nitrogen oksida (NO2)
7.karbon monoksida (CO)
8.sulfur
9.Timah hitam(Pb)
10.oksida fotokimia
11.Chlorinated hidro karbon
12.Clorine dan hydrogen klorida
13.mercaptans
14.flurorida
15.dioxin
Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah pada umumnya terjadi sebagai akibat buangan bahan-bahan sisa dan sebagian besar di timbulkan oleh masalah sampah. Sangat jarang terjadi penemaran tanah sebagai akibat hasil industri,meski tidak menutup kemungkinan hal itu ada. Pencemaran tanah berupa sampah, baik itu sampah organik maupun anorganik.
Pencemaran Suara
Menurut Odum, pencemaran udara dapat di definisikan sebagai suara yang tidak di inginkan. Ataupun tidak di senangi manusia secara umum. Suara suara dengan intensitas tinggi seperti yang di keluarkan oleh daerah industri, pesawat idara yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama tidak hanya mengganggu manusia, kemungkinan juga dapat menggangu mengganggu mahluk hidup lainnya dengan rusaknya alatpendengaran secara tetap
Pencemaran Panas
Pencemaran panas/termal pollution dapat di sebabkan oleh limbah radio aktif, limbah industri mesin, pembangkit tenaga listrik, dan lain-lain. Pencemaran panas memang tidak terlalu mencolok pengaruhnya dalam kehidupan. Pengaruhnya baru akan kelihatan jika keadaan sudah sangat parah.
Hujan Asam
Pada dasarnya air hujan sudah bersifat asam rendah dengan pH antara 6-7. hal ini dapat terjadi karena partikel-partikel es yang turun menjadi hujan bersenyawa dengan partikel-partikel atau benda-benda yang ada di angkasa. Sifat air hujan tergantung pada keadaan awan atau udara di mana partikel es berada.
V.SEKILAS TENTANG AMDAL
Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pemanfaatan alam jangan sampai mengganggu factor keseimbangan alam. Karena jika ini sampai terganggu akan mengakibatkan ketimpangan dan tentu saja hal ini akan berpengaruh buruk bagi diri kita maupun bagi anak cucu kita.
Sebuah tim penyusun andal harus terdiri dari anggota-anggota yang mempunyai keahlian di bidangnya masing-masing antara lain fisika, kimia, biologi, sosekbud dan kesehatan masyarakat. Hal ini berujuan untuk melihat lingkungan secara utuh. Dalam tiap kelompok, susunan tim terdiri dar :
1.ketua tim
2.sekretaris tim
3.ketua sub tim : a. fisika-kimia, b. biologi, c. sosekbud dan kesehatan masyarakat
4.anggota, semua anggota adalah satu kesatuan dalam tim dan bertanggung jawab sesuai tugas masing-masing untuk keberhasilan penyusunan laporan.

Manajemen Expedisi

I.PENDAHULUAN

Dorongan untuk melakukan petualangan di alam bebas telah menyebabkan para penggiatnya melakukan berbagai kegiatan perjalanan, mulai dari pendakian gunung, penyusuran pantai, pengarungan sungai berarus deras, dll.

Perjalanan tersebut dilakukan dengan beberapa

tujuan muai dari eksplorasi, survey maupun hanya untuk berjalan- jalan.semua perjalanan tersebut memerlukan persiapan yang baik, mengingat kegiatandi alam bebas seperti ini menghadapkankita pada berbagai kondisi alam yang apabila tidak kita ketahui dengan baik akan menghadapkan kita pada keadaan yan dapat membahanyakan jiwa kita,dan sebaiknya bilakita pahami akan memberikan kenikmatan berpetualang pada penggiatnya. Agar perjalanan di alam bebas dapat berjalan sesuai engan recana kita, ada beberapa hal yang perlu dilakukan :

1.Tujuan
2.Waktu
3.Peserta
4.Anggaran keuangan
5.Pembukuan perjalanan
6.Sponsor dan publikasi
7.Penelitian dan perencanaan perjalanan
8.perencanaan di lapangan
9.chek kesehatan
10.Pelaksanaan di lapangan
11.Setelah perjalanan (Evaluasi)


II.PERLENGAPAN DAN PERBEKALAN

Keberhasilanperjalanan di alam bebas ditentukan juga oleh perencanaan perlengkapan dan perbekalan yang tepat. Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :

1.Menentukan tujuan perjalanan, misal : Sekedar alan-jalan, latihan, penelitian.
2.Mengetaahui informasi dan data tentang jenis medan yang akan dihadapi misal : salju, tebing, dll.
3.Mengetahui lama perjalanan.
4.Keterbatasan kemampuan membawa.
5.Memperhatikan hal-hal khusus, misal : obat-obatan tertentu.

Setelah mengetahui hal-hal tsb, maka kita dapat memiih perlengkapan dan perbekalan yang sesuai dan selengkap mungkin, tetapi bebannya tidak melebihi kemampuan membawanya. Perhitungan beban total untuk perorangan tidak boeh melebihi sepertiga berat badan ( sekitar 15-20 kg).
Perlengkapan perjalanan di alam bebas dapat dikelompokan sbb:

1.Perlengkapan dasar, meliputi : Perlengkapan memasak, makan, minum, perlengkapan untuk MCK, perlengkapan pribadi.
2.Perlengkapan khusus, yang disesuaikan dengan perjalanan : Perlengkapan penelitian, (kamera, buku,alat tulis) perlengkapan pendakian tebing (Karmentel, karabiner)
3.Perlengkapan tambahan, perlengkapan ini dapat di bawa atau tidak misal : Syal, semir, dll.

Sebaiknya perlengkapan disusun terlebih dahulu pada sebuah checklist, perlengkapan dikelompoan kemudian diteliti kembali apa yang perlu dibawa atau tidak.
Pisahkan antara perlengkapan kelompok dengan individu, serta diskripsikan siaoa saja yang membawa perbekalan, apakah semua perlengkapan dan perbekalan kita bawa sejak awal ataukah diperoleh dalam perjalanan.


III.PERENCANAAN DAN PERBEKALAN

Yang perlu diperhatikan :
Lamanya perjalanan yang akan dilakukan.
Aktivitas yang akan dilakukan
Keadaan medan yang akan dihadapi.
Sehubungan dengan hal diatas, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan :
Cukup mengandung kalori
Mempunyai komposisi gizi
Serta tidak asing di lidah
Terlindung dari kerusakan, tahan lama, mudah dan sederhana dalam penanganannya, sebaiknya makanan siap saji.

IV.PACKING

Dalam penyusunan yang menjadi dasar adalah keseimbangan beban, bagaimana kita menumpukan berat beban pada tubuh sedemikian rupa sehingga kaki dapat bekerja secara efisien. Dalam batas-batas tertenttu, rangka yang dimiliki oleh ransel banyak meberikan kenyamanan. Rangka ini membuat posisi tubuh lebih menyenangkan saat menggendong beban.
Namun bagaimanapun desain ransel yang dimiliki akan sedikit artinya apabila anda tidak mampu menyusun barang-barang anda dengan baik.
Beberapa yang harus diperhatikan:
Tempatkan barang-barang yang lebih berat paling atas dan sedekat mungkin dengan badan.
Barang-barang yang relative lebih ringan (Sleeping bag, pakaian tidur) ditempatkan di bagian bawah.
Letakan barang-barang yang sewaktu-waktu diperlukan pada bagian paling atas dan mudah dijangkau setiap waktu (Jas hujan, P3K, kamera, senter, dll)
Kelompokan barang-barang dan dimasukanke dalam kantong-kantong plastic yang tidak tembus air, terutama pakaian tidur/ cadangan, pakaian dalam, kertas, barang elektronik.
Sekali lagi buatlah checklist dari semua perlengkapan, kalau mungkin dengan beratnya agar dapat mudah menyusunnya.

MATERI ROCK CLIMBING

A. Macam – Macam Batuan
Beberapa batuan yang sering dijumpai yang terutama lokasi dimana sering dijadikan ajang pemanjatan di Indonesia.
1. Batuan Beku- Andersit,berwarna hitam keabu-abuan massif dan kompak
- Lava Andersit,seperti andersit dan biasanya dijumpai lubang-lubang kecil bekas keluarnya gas dan dijumpai dengan kesan berlapis
- Breksi lava,menyerupai batu breksi pada umumnya
- Granit,berwarna terang dengan warna dasar putih


2. Batuan Sedimen
- Batu Gamping,berwarna putih kekuningan,kompak,banyak dijumpai retakan atau lubang,dan biasanya berlapis.
- Breksi Sedimen,seperti halnya breksi lava tapi batu ini biasanya berupa batu pasir.
3. Batu Metamorf
Hampir sama dengan batu gamping tapi disini sudah mengalami rekristalisasi dan warnanya sangat beragam.

B. Etika Panjat Tebing
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam etika panjat tebing adalah sebagai berikut :

- Menghormati adat istiadat dan kebiasaan masyarakat setempat.
- Menjaga kelestarian alam.
- Merintis jalur baru.
- Memanjat jalur bernama.
- Pemberian nama jalur.
- Memberi keamanan bagi pemanjat lain

C. Macam – macam Pemanjatan

a. Artificial Climbing
Adalah olah raga yang dilakukan pada tebing-tebing dengan tingkat kesulitan yang tinggi dengan bermodalkan alat yang diselipkan pada celah-celah batu atau memanfaatkan pengaman alam (natural anchor).
Artificial climbing ini dimana alat benar-benar digunakan sebagai penambah ketinggian disampin sebagai pengaman pemanjatan.

b. Top Roof

c. Sport Climbing
Adalah pemanjatan dimana pengaman sudah terpasang tinggal kita memasang tali pengaman pada jalur yang sudah ada namanya.

d. Free Climbing
Pada prinsipnya hampir sama dengan pemanjatan artificial hanya dalam free climbing alat digunakan hanya sebagai pengaman saja sedangkan untuk menambah ketinggian menggunakan pegangan tangan dan friksi (gaya gesek) kaki sebagai pijakan.

Alat-alat yang diguanakan dalam pemanatan artificial

1. Tali carmentel
Biasanya yang digunakan adalah tali yang memiliki tingkat kelenturan atau biasa disebut dynamic rope. Secara umun tali di bagi menjadi dua macam yaitu :
a. Static
Mempunyai daya lentur 6% - 9%, digunakan untuk tali fixed rope yang digunakan untuk ascending atau descending. Standart yang digunakan adalah 10,5 mm.
b. Dynamic
Mempunyai daya lentur hingga 25%, digunakan sebagai tali utama yang menghubungkan pemanjat dengan pengaman pada titik tertinggi.

2. Harnest adalah alat pengikat di tubuh sebagai pengaman yg nantinya dihubungkan dengan tali.

3. Carabiner adalah cincin kait yg terbuat dari alumunium alloy sebagai pengait dan dikaitkan dg alat lainnya.
? carabiner srew gate
? carabiner non screw gate

4. Helmet adalah pelindung kepala yg melindungi kepala dari benturan dari benda-benda yang terjatuh dari atas.

5. Descender, peralatan yg digunakan untuk meniti tali ke atas dan peralatan tambahan, untuk meniti tali kebawah serta mengamankan leader disaat membuat jalur, biasanya yg sering digunakan adalah figure of eight dan auto stop.

6. Ascender, peralatan yg digunakan untuk meniti tali ke atas dan secara otomatis akan mengunci bila dibebani. Jenis yang digunakan biasanya jumar dan croll

7. Grigri, alat ini digunakan untuk membelay, alat ini mempunyai tingkat keamanan yg paling tinggi karena dapat membelay dengan sendirinya.

8. Sepatu Panjat, sbg pelindung kaki dan mempunyai daya friksi yg tinggi sehingga dpt melekat di tebing. Jenisnya sendiri yang sering digunakan adalah soft (lentur/fleksibel) dan hard (keras)

9. Calk bag, sebagai tempat MgCo3 (Magnesium Carbonat) yg berfungsi agar tangan tdk licin karena berkeringat sehingga akan membantu dalam pemanjatan.

10. Hammer, berfungsi untuk menanamkan pengaman dan melepaskan kembali, biasanya yg diapakai jenisnya ringan dan mempunyai kekuatan tinggi dan ujungnya berfungsi mengencangkan mur pada saat memasang hanger.

11. Webbing, peralatan panjat yg berbentuk pipih tidak terlalu kaku dan lentur.

12. Prusik, merupakan jenis tali carmentel yg berdiameter 5-6 mm, biasanya digunkan sbg pengganti sling runner dan juga dpt digunakan untuk meniti tali keatas dengan menggunakan simpul prusik.

13. Pulley, mirip katrol, kecil dan ringan tetapi memiliki kemampuan dalam beban yg berat.

14. Handdrill, merupakan media untuk mengebor tebing secara manual, yg berfungsi untuk menempatkan pengaman berupa bolt serta hanger.

Artificial ancor:
1. Paku Piton
Merupakan pengaman sisipan yg berguna sebagai pasak.
2. Stopper
Digunakan untuk celah vertical yg menyempit kebawah dengan prinsip kerja menjepit celah membentuk sudut atau menyempi

3. Sky Hook
Sebagai pengaman sementara dengan prinsip kerja menyisipkan ujung sky hook pada celah bebatuan dan harus terbebani, usahakan meminimalkan gerak.

4. Ramset dan Hanger
Satu set peralatan dalam artificial climbing yg berfungsi untuk menanamkan bolt dan kemudian digabungkan dengan hanger sehingga menjadi pengaman tetap.

5. Friend
Pengaman yg diselipkan pada celah batu dengan bermacam ukuran. Friend ada 2 macam :
- Regular Friend
Terbuat dari allumunium alloy dan mempunyai kelemahan yaitu berbentuk static/tidak mempunyai kelenturan. Alat ini bekerja dengan baik dicelah overhang.
- Fleksibel Friend
Bentuknya sama dengan regular friend hnya mempunyai kelebihan terbuat dari kawat baja yg menjadikan friend ini sangat fleksibel, dan dapat dipasang disemua celah dan segala posisi.

6. Hexa
Prinsip kerja sama dengan stopper hanya berbeda pada bentuk round (bulat) dan hexagonal (segi enam).

7. Chocker
Alat bantu yg berfungsi untuk melepaskan hexa atau stopper yg terkait di celah batu.

8. Etrier/tangga gantung &daisy chain
- Etrier : alat yg terbuat dari webbing yg menyerupai tangga untuk membantu menambah ketinggian.
- Daisy chain : terbuat dari webbing, berfungsi untuk menambah ketinggian serta menjaga apabila etrier jatuh.


D. SIMPUL

1. Simpul untuk penambat

• Overhand Knot
Untuk mengakhiri pembuatan simpul sebelumnya. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 40%.

• Clove hitch knot
Untu mengikat tali pada penambat yg fungsinya sebagai pengaman utama (fixed rope) pada anchor natural dsb. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang sebesar 45%.

• Italian hitch knot
Untuk repeling juka tidak ada figure eight atau grigri. Toleransi terhadap kekuatan tali akan berkurang 45%.

• Butterfly knot
Untuk membuat ditengah atau diantara lintasan horizon. Bisa juga digunakan untuk menghindari tali yang sudah friksi. Toleransi terhadap kekuatan tali 50%.

• Figure of eight knot
Untuk pengaman utama dalam penambatan dan pengaman utama yang dihubungkan dengan tubuh atau harnest. Toleransi 55% - 59%.
• Eight on bight knot
Untuk pengaman utama dalam penambat pada dua anchor. Toleransi 68%.
• Bowline knot
Untuk pengaman utama dalam penambatan atau pengaman utama yang dihubungkan dengan penambat atau harnest. Toleransi 52%.
• Simpul two in one
Simpul ini biasanya digunakan sebagai penambat pada anchor natural saat cleaning, yaitu ketika pemanjat selesai dan turun dari tebing tanpa meninggalkan alat.

• Fisherman Knot
Untuk menyambung 2 tali yang sama besarnya dan bersifat licin. Toleransi 41% – 50%

alamat mapala

DKI JAKARTA
ABAPALA
Kampus Univ.ABA
Jl.Cikini Raya No.64
JAKARTA PUSAT
Aesthetica ISTN
Kampus ISTN
Jl.Moh.Kahfi II .Srenseng
JAKARTA SELATAN
Arga Ganeca
Unika ATMA JAYA Jakarta
Fakultas Ilmu Administrasi
Jl. Jend. Sudirman no.51
Jakarta 12930
Email:argaganeca@yahoo,com
ALPINISTE STIE AHMAD DAHLAN
JL. Ciputat Raya n0.77A
Jakarta Selatan
Telp. (021) 7430930 ps.214
e-mail : pmpa_alpiniste_stiead @hotmail.com
BELATI UNISPA
UNIVERSITAS SURAPATI
jl.Dewi Sartika no.184A Cawang Jak-Tim
Email: oqs76@yahoo.com
Calandra Adventure BSI
Kampus Bina Sarana Informatika
Jl.RS.Fatmawati No.24 Pondok Labu
JAKARTA 12450
Telp.7500282/7500680
CAMP STICK – APP
Kampus APP Jl.Timbul No.34
Cipedak Jagakarsa
JAKARTA 12630
CICERA Univ.Pancasila
Jl Srenseng Indah
Lenteng Agung
JAKARTA SELATAN
Telp.7866327 / 7866365
Dharmapala APP
Kampus APP
Jl.Timbul No.34 Ciganjur
Srenseng Sawah
JAKARTA SELATAN
Djocam Adventure
Kp. Kramat Jl. Ciliwung Ujung
Rt. 009 Rw. 016 No. 34
Cililitan – Jakarta Timur 13640
Telp:08161673836
email: djocamp_adventure@yahoo.com
Edelweis Unika. ATMAJAYA
Kampus Unika.Atmajaya
Jl.Jend. Sudirman No.51
JAKARTA 12930
Ekacitra IKIP JAKARTA
Komp.IKIP Rawamangun
Jl.Pemuda Rawamangun
JAKARTA 13220
Gappala14
Komunitas Pendaki & Pecinta Alam
Jakarta. email: gappala14@yahoo.com
GIRIGAHANA – UPN Veteran
Jl.RS.Fatmawati. 12460
Pondok Labu – Pangkalan Jati
JAKARTA SELATAN
Telp. (021) 75913523
GALASPALA
SMU N 13
Jl. Seroja No. 1 koja Jakarta Utara
Telp. 430 3676
HARSHA PRATALA
Kampus STEKPI
Jl.TMP.Kalibata
JAKARTA 12760
Telp.7981353/64/66 Ext.312
Fax. 7981352
HIMPALA Univ.Nasional
Jl.Sawo Manila. Pasar Minggu
JAKARTA SELATAN
HIMAPALA C’MARA BUANA
Himapala c’mara buana
Fakultas hukum UKI
Jl.diponegoro 80-86 Jakarta Pusat
Email: albert_ablay@yahoo.com
IMAPALA IKIP Muh.Jakarta
Kampus FPIPS IKIP Muh. Jakarta
Jl.Tanah Merdeka . Kp.Rambutan
Pasar Rebo
JAKARTA TIMUR
IMPEESA – STIE Perbanas
Jl.Perbanas. Karet Kuningan
Setiabudi
JAKARTA 12940
Kamuka Parwata (KAPA) – FTUI
Fak.Tehnik – Univ. Indonesia
Kampus Baru UI Depok 16424
Pusgiwa Fak.Teknik Lt.2
http://kapa-ftui.tk
Kembara Insani Ibnu Batutah
Kampus IAIN
Jl.H.Juanda 95
JAKARTA SELATAN
KRISNAPALA
Univ.Krisnadwipayana
Jl.Univ.Krisnadwipayana
Jatiwaringin Km.6,5
Pondok Gede
JAKARTA TIMUR
Email: krisnapala_unkris@yahoo.com
MAPALAYA – Univ.Jayabaya
Jl.Jend a. Yani (By-Pass)
Pulomas Selatan Kav.23
JAKARTA TIMUR
MAPALA UI
Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa)
Lantai Dasar
Kampus Baru Universitas Indonesia,
Depok – 16424
Tlp. 021-78884872
MPA Aranyacala Univ.Trisakti
Kampus Univ. Trisakti
Jl.Kyai Tapa No.1 Grogol
JAKARTA 11440
Telp. (021) 5665851
http://members.nbci.com/aranyacala
MAPA Gunadharma
Kampus Univ.Gunadharma
Jl.Akses UI. Kelapa Dua
Cimanggis
JAKARTA TIMUR
MATASITAS Univ.SAHID
Jl.Prof.Dr.Supomo,SH No.84
JAKARTA SELATAN
MAPALABI
Jl. Matraman Raya 15,
Jakarta Timur
MPA Tradyakala STMI
Jl.Letjen Suprapto N0.26
Cempaka Putih
JAKARTA PUSAT
MPA PALAMATER
STMIK Bunda Mulia
Jl. A.M Sangaji no.20
Jakarta 10130
MAKOPALA – STTK Budi Luhur
Ciledug Raya Pertukangan
JAKARTA 12260
Email: as2_mkp@yahoo.com
MARSIPALA
Univ.Tarumanegara
Jl.S.Parman No.1
JAKARTA 11440
MEGA
Univ.Tarumanegara
Jl.S.Parman No.1
JAKARTA 11440
PANDAPA
Universitas Darma Persada
Jl Raden Intan II
terusan Casablanca Pondok Kelapa
JAKARTA 11440
Telp: 021-8649051 ext 1013
PALATIKA
Kampus STMIK JAKARTA (STI&K)
Jl. BRI Radio Dalam
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12140
Telp: (021) 7397973
bph@palatika.or.id
www.palatika.or.id
PALASETA
STMIK BANI SALEH
JL.Mayor M. Hasibuan No.28
BEKASI 17113
PANDALA
UNIKA WIDYA MANDALA SURABAYA
Jl. dinoyo 42-44 surabaya
telp (031) 5678478 psw 116
P.A. SAKUNTALA – STEI
Kampus STEI
Jl.Kayu Jati Raya 11A
Rawamangun
JAKARTA TIMUR
Telp.4890321
PALAGEAE
SMU 21
Jl. Tanah Mas Raya no.1
Kayu Putih
JAKARTA TIMUR 13210
PASMA54
SMUN 54
Kompl. Pendidikan Rawa Bunga
Kampung Melayu – Jatinegara
Jakarta Timur
Email: pasma54@yahoo.com
PEPALA SMUN 26
Jl. Tebet Barat
Jakarta
RASTALA
JL. Rawa Simprug VIII No. 45 12220
Jakarta Selatan
Telp: 7231713
Sabhawana
SMA 3 Jakarta
Jl. Setiabudi II
JAKARTA Selatan
SAPALA
Kampus Univ.Kristen Indonesia
Jl.Letjen Sutoyo Cawang
JAKARTA TIMUR
STUPALA
Univ. Borobudur
Jl.Kalimalang. Pondok Gede
JAKARTA TIMUR
STAPALA
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN)
Jl. Bintaro Raya Jakarta
Telp:021-7371171
SWATALA
Univ.Mercu Buana
Jl.Meruya Selatan Raya, Kembangan
JAKARTA BARAT 11650
Telp: 021-5840816 #345
Fax: 021-5840813
Email: swatala_umb@yahoo.com
SWAPALA
Kampus Politeknik Swadharma
(gedung BNI Cab. Fatmawati)
Jl. Raya R.S. Fatmawati
JAKARTA SELATAN
Email: agoez78@yahoo.com
SWANARAPALA
Univ. Bina Nusantara
Jl. K.H. Syahdan
Jakarta 11480
SWAKAPASI
Jl.Flamboyan raya perumahan
Harapan Indah
kec medan satria Bekasi
Email: swakapasi@yahoo.com
TALASETA
Fak.Ekonomi Univ. PANCASILA
Jl.Srenseng Indah. Lenteng Agung
JAKARTA 12640
Telp. (021) 7270086/7/9 Psw.202
Fax. (021) 7270088
TRAMP (Tanah Raga Air Madya Pancasila)
Jl. DR. Saharjo, Subur Dalam III/14
Jakarta 12960
Telp: 021-830-5262
Mobile Phone: 0816-773-264
e-mail: TRAMP050675@yahoogroups.com
TRAMP INDONESIA
Posko Gelanggang Olah Raga Bulungan
Jl.Bulungan no.1 Kebayoran Baru
JAKARTA SELATAN
Email: trampadventure@yahoo.com
Taruna Pencinta Alam ( TRUPALA )
SMA Negeri 6 Jakarta
Jl. Mahakam Kby Baru Jakarta
Sekretariat Jl. GOR Bulungan
Jakarta Selatan
UNISASPALA UIA
Kampus Univ.Islam As- Syafiiyah
Jl.Jatiwaringin. Pondok Gede
JAKARTA TIMUR
Wanachala
Kampus Unika. Atmajaya
Jl.Jend.Sudirman No.51
JAKARTA 12930
Wanadri Perwakilan Jakarta
Jl.Pahlawan No.12 A
Kalibata JAKARTA 12760
Telp.7987270
8Adventure
Jl:Panjang no 8a kebon jeruk
Jakarta Barat
Email: 8adventure@gramedia-majalah.com
Jawa Barat & Banten
ASTACALA – PPA STT TELKOM
Kampus STT Ged. I
Jl. Palasari Dayeuhkolot Bandung 40257
http://astacala.org
BEAVER SPELEO CLUB
Jl.glf no.1 citatah dalam Rt004/005
Ciriung Cibinong bogor 16918
Telp: (021)8755965
CLACRA
Club Lintas Alam Ciledug Larangan Utara
Jl. Shinta No.45 Telp. 7338013
Cileduk Larangan Utara Tanggerang 15154
EAST (Eiger Adventure Service Team)
Jl. Cihampelas No. 22
BANDUNG 40116
Telp: (022) 4231668
Fax: (022) 4232173
Email: east@eigeradventure.com
URL: www.eigeradventure.com
GPA SMAN 2 Bandung
Jl. Cihampelas no 173 Bandung Jawa Barat
Email: dewanpengurus@gpa.or.id
Fax: 0224231351
HIMAPA – STIE YPKP
Kampus STIE YPKP
Jl. K.H. Hasan Mustopha
Suci – BANDUNG
Indonesia Green Ranger
Jl Pasar Cibodas Los A no. 29
Pacet, Cipanas, Cianjur
Jawa Barat
Telp: (0263)518255
IKPA LIBEL’STA (ikatan pecinta alam lima belas tangerang)
almt: SMKN 1 TANGERANG
Jl.Perintis kemerdekaan II cikokol,TANGERANG
JANABUANA
Ikatan Mahasiswa Tjimahi
Jl kolonel masturi no 10 Cimahi
Bandung 40525
Telp:022-6629291
Email: morse@bandung.com
LAWALATA IPB
Jl. Agathis No.1 Gd. PKM Lt. dasar
Kampus IPB Darmaga
Bogor 16680
phone +62251 628370
e-mail : lawalataipb@gmail.com
http//www.lawalataipb.netfirms.com
MAHITALA – Univ.Parahyangan
Jl.Ciambeuleuit 94
BANDUNG 40412
Telp: 022-2036332
MAHACITA IKIP Bandung
Jl.Setiabudi No.229
BANDUNG 40154
MAHAPEKA
IAIN Sunan Gunung Jati Serang
Jl. Jend. Soedirman no.30
SERANG 42118
MAHAWANA
KAMPUS LPK Padjajaran Bandung
Jl. Ph. H. Mustopha
BANDUNG
MAPALASKA
Univ.Singaperbangsa
Jl.Ronggowaluyo. Teluk Jambe
KRAWANG 41301
MAPALA Wanasatrya
Kampus STBA YAPARI – ABA
Jl. Cihampelas 194
BANDUNG
MAPEKA Univ.Kristen Maranatha
Jl.Prof.Suria Sumantri 65
BANDUNG
MAKOPALHI STMIK
Jl. Ph.H. Mustopha No. 31 dan 41
BANDUNG
Mapala Djuanda
Univ.Djuanda
Jl.Tol Ciawi No.1
BOGOR
MAPALAUT
MAHASISWA PENJELAJAH ALAM
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Jl Raya Jakarta Km 04 Pakupatan Serang Banten
March Jungle Explorer
SMAN 7 Bandung
Jl.Lengkong kecil 53
Bandung
email: sman7bandung@yahoo.com
http://www.march.zzn.com
MAWARGA PA Fak.Pertanian
Univ.Bandung Raya
Jl.Cikura 171
BANDUNG 40124
MONTANA
Volunteer Taman Nasional Gede-Pangrango
Jl. Raya Cibodas 74 Cipanas
Cianjur – Jawa Barat 43253
PO. BOX. 111
Homepage : http://hijjau.4-all.org
PALAWA Univ. Padjajaran
Jl.Dipati Ukur 35 BANDUNG 40132
Telp. (022) 2509606
PAMPALA
l. Tomat I blok c no.19 Rt.04 Rw.015
Komp. Pantja Motor kel. Harapan Jaya
Bekasi Utara 17124
Telp / Fax : (021)889-60078
Email: pampala02@i2community.com
PPA NAPAK RIMBA SMAN 2
TASIKMALAYA
SMAN 2 Tasikmalaya
Jl. R.E Martadinata No.261
Telp: 0265-331331
Tasikmalaya
Email: napak_rimba_jaya_selalu@yahoo.com
SABAK Adventure Lifestyle
Jl. Alun-alun Utara 12C
SUKABUMI
SATGANA-UNAI
Satuan Tugas Siaga Bencana Universitas Advent
Indonesia.
Kesekretariatan : Jl. Kolonel Masturi No.110,Parongpong,Bandung
SCORPIO
Sanggar Corp Seni Dan Olahraga
PENCINTA ALAM SUKABUMI
Jl. Lettu Bakri No.10
Sukabumi
WANASATRYA
MPA STBA YAPARI – ABA
Jl.Cihampelas 194 BANDUNG
WANADRI
Jl.Aceh 155 BANDUNG 40114
Telp. (022) 4206440
WAPA FISIP Djuanda
Univ.Djuanda
Jl.Tol Ciawi No.1
BOGOR
WAPALAPA-Univ.Pakuan
Jl.Pakuan P.O.BOX 452
BOGOR 1614
WAPP STMIK-LIKMIE
Kampus STMIK-LIKMI
Jl.Ir.H.Juanda 96 Bandung 40132
Telepon 022-2502121
Email: wapp@apakabar.com
Yayasan Kapinis Indonesia
Outdoor Activities Course
Jl. Purwokerto No.7 BANDUNG 40291
Jawa Tengah & Jogjakarta
ARGAJALADRI UNISSULA
Kampus Univ. Sultan Agung
Jl. Raya Kaligawe Km.4
P.O. Box 1054 Semarang 50112
Telp: 024-6583584 ext.433
Fax: 024-6582455
Email: argajaladri@unissula.ac.id
ALDAKA WANASETA
Universitas Dian Nuswantoro
Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM)
Jl. Nakula I/5 Semarang
BUKAPETA
Jl. Taman durian II no 10
Srondol wetan banyumanik
Semarang 50263
Telp. 024 7461863
Email: bukapeta@yahoo.com
DHARMAPALA
Politeknik API Yogyakarta
JL. Wisatababarsari TB XV/15 Depok,
Sleman Yogyakarta
FEPALA UNDIP
d/a Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro
Jl. Erlangga Tengah 17
Semarang
Email : fepalaundip@yahoo.com
Garba Wira Bhuana
Universitas Sebelas Maret
kampus II UNS Mesen Jl. Urip Sumoharjo
no.110 Surakarta Telp: 0271-647199
e-mail : garbawana@lycos.com
GARDAPALA
Jl. Joyoboyo No.22 Sawotratap
Gedangan Sidoarjo
Email : gardapala_jaya@yahoo.com
GEGAMA
Fak. Geografi Universitas Gadjah Mada
Jl. Barek Sekip Utara Jogyakarta 55282
Telp: 0274-902340
email: gegama@usa.net
Site: http://gegama.itgo.com
JAGRAWECYA
Mapala Fak. Ekonomi Unsoed
Kompleks UKM FE Unsoed Grendeng
PURWOKERTO
Email: jagrawecya@yahoogroups.com
KAMAPALA IKIP PGRI
Jl. Lontar No. 1 Semarang 50125
KOMPOS Fak. Pertanian UNS
Kampus UNS
Jl. Ir. Sutami 36 A
SURAKARTA 57126
Telp. 0271-637457
Email: kompos@hotmail.com
KOMPLAS TEGAL
Komunitas Petualang Alam Bebas Tegal
Desa Dukuh jati kidul Pangkah Tegal
Base camp:jl.waringin 1 Griya Pangkah Indah 4A 54271
Tegal (0283)3308162
Email: www.Fajar_hakim02i@yahoo.com
KPALH Sentrajaya
Iromejan 34
YOGJAKARTA 55222
LEKMAPALA
UNNES Fakultas Teknik
Semarang
Email: lekmapala@plasa.com
MACINAL
STIE STIKUBANK
Jl. Kendeng 5 Bendan Ngisor
YOGJAKARTA 5528
MADAWIRNA IKIP JOGJA
Kampus IKIP Jl. Karang Malang
SEMARANG
Email: cmc_sweat@yahoo.com
MAHAFISIPPAE
MAHAFISIPPA PMPA Fisip
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Jl. IR. Sutami 36A Surakarta 57126
Email: MAHAFISIPPA@yahoo.com
MAPALA UNISI
Kampus Univ. Islam Indonesia
Jl.Cik Di Tiro No.1
YOGJAKARTA 55223
Email: info@mapalaunisi.or.id
Site:www.mapalaunisi.or.id
MAPADOKS UNISSULA
Kampus Univ. Sultan Agung
Jl. Raya Kaligawe Km.4
P.O.Box 1235 SEMARANG
Telp: 024-583584 psw. 113
MAPALA UPN Veteran Jogja
Kampus UPN Veteran
Jl.Babarsari, Tambak bayan
YOGJAKARTA
Mapala ATMI Surakarta
Jl Adisucipto / Kotak pos 215
Surakarta 57102
Telp (0271) 214463
Fax (0271) 714390
MAPASADHA
Kampus Univ.Sanata Dharma
Mrican, Tromol Pos 29
YOGJAKARTA
MAPALASBI
Mahasiswa Pecinta Alam STIE’SBI”
Jl. Kusumanegara 222
YOGJAKARTA
MAPALA UMY
Kampus Univ.Muhammadiyah
Jl.HOS Cokroaminoto 17
YOGJAKARTA
Telp. (0274) 514753
Mapala ARRAVANA
STIE Kerja Sama
Jl.Parang Tritis Km.3
YOGJAKARTA
MAPALA SILVAGAMA
Fak.Kehutanan Univ.Gajah Mada
YOGJAKARTA 55281
Telp/Fax : (0274) 901424
MAPASTIE STIE YKPN
Jl.Raya Seturan
YOGJAKARTA 55281
MAPAGAMA UGM
Gelanggang Mahasiswa UGM
Jogyakarta 55281
MALIMPA UMS
Kampus Univ.Muhammadiyah
Jl.A.Yani. Tromol Pos I
Pabelan – Kartosuro Solo 57102
Telp. 0271 717417 exs 312
MAPAJESTIC 55
Fakultas Hukum mahasiswa UGM
Jl Sosio justisia no 1
Bulaksumur
YOGJAKARTA 55281
Email: majestic55@yahoogrops.com
MAYAPALA STMIK AMIKOM
Mahasiswa Amikom Yogyakarta Pecinta Alam
Jl.Ring road utara,condong catur,yogyakarta Indonesia
Telp: (0274) 884201 – 207
Email: myp_177@yahoo.com
MEPA UNS
Kampus UNS
Jl.Ir.Sutami 36A
SURAKARTA 57126
MERMOUNC (Merbabu Mountaineer Club)
Jl. Ks. Tubun 37
Jogjakarta
Telp. 0274 – 518156
MPA MAPAWIWA
Universitas Widya Mataram Yogyakarta
nDlem Mangkubumen KT III/237
YOGJAKARTA 55132
MPPA Carya Bhuana
Fakultas Pertanian Universitas Soedirman
Kampus Grendeng II, Kotak Pos 25
Purwokerto 53123
PLASMA 4 SMUN 4 Surakarta
Jl. Adisucipto No. 1
SURAKARTA
PALABENK
Jl. Plemburan No.2 Ngaglik Sleman
Jogyakarta
PALAKA UNDIP
Jl. Hayam Wuruk no.4A
Fak. Perikanan dan Ilmu Kelautan
Universitas diponegoro
Semarang
Email: palakaundip@yahoo.com
PALLAWA UNIKA Atmajaya
Kampus UNIKA Atmajaya
Jl.Demangan Baru No.29
YOGJAKARTA
PALAPSI Fak.Psikologi UGM
Kampus UGM
Bulaksumur
YOGJAKARTA 55281
PALAGRI
Pecinta alam gunung dan rimba indonesia
SMA N 3 Slawi
Base camp:
-Jl.Prof.Moh Yamin Slawi Tegal 52491
-Pos Gunung Slamet Rute Dukuh Liwung Kedawung kec.Bojong
email: palagri_03@plasa.com
Padmanaba Hiking Club
SMU Negeri 3 Padmanaba Yogyakarta
(3 Bhe) Jl. Yos Sudarso 7, Kotabaru
Yogyakarta 55224
UPL MAPALA UNSOED
Kampus Univ. Jend. Soedirman
Jl. Prof.H.R. Boenyamin No. 14A
PURWOKERTO
Telp:( 0281 ) 635292 ex 233
Email: UPL_MPA@HOTMAIL.COM
WAPEALA UNDIP
PKM Joglo Univ.Dipenogoro
Jl.Imam Bardjo,SH No.2
SEMARANG
WALLET (Wadah Abdi Lingkungan)
Gg. Delima 26 Kebumen 54311
Telp: 0287-81019
Jawa Timur
AVOS VAN MACUMBA
Jl. Bridjen Katamso
Malang Jawa Timur 65117
Telp: 33 (0341) 345208
email: avosvaner@plasa.com
BATURPALA UNDAR
Bk. Audit LT. II Jl. Merdeka 29A
JOMBANG
Telp: 0321-81141/2
DIMPA Univ.Muh.Malang
Student Center Lt.IV
Kampus Univ.Muhamadiyah Malang
Jl.Raya Tlogomas Km.8
MALANG
Telp.(0341) 552318 Psw.146
EDELWEISS STIBA
Terusan Danau Sentani
MALANG
GARDAPALA
Gabungan Pecinta Alam Jember
Jl. Diponegoro 61 (Gd. Berdikari) Kalisat
Jember-Jawa Timur. Telp:(0331) 592338
Email: arye_hid@plasa.com
GEMAPITA FKIP Univ. Jember
Jl.Kalimantan III No. 3
JEMBER 68121
GANENDRA GIRI
Politeknik Negeri Malang
JL. Veteran PO Box 04
MALANG 65145
Ph. (0341) 571029 ext.308
HIMAPALA IKIP Surabaya
Parkir Barat Gedung Putih
Kampus Ketintang Surabaya
Jl.Kendang Sari 146
SURABAYA
IMPALA UNIV. BRAWIJAYA
Jl. M.T. Haryono 161B
MALANG 65145
Telp: 0341-560576
IMAPAL
Mahasiswa Pencinta Alam
STIE JAYANEGARA Malang
Jl. Citanduy
Malang Jawa Timur
MAHIPA
Universitas Muhammadiyah Ponorogo
Jawa Timur
MAJORPALA
Manyar Jojoran Pecinta Alam
Jl. Baratajaya 21/14
SURABAYA
Telp. 031- 5028119 , 08563036092
Email: gendruwogayam@yahoo.com
MATRAPALA
Universitas Kristen PETRA
SURABAYA
MAPALSA
Mahasiswa Pencinta Alam Sunan Ampel
Jl.Jend. A.Yani 117
SURABAYA
MPA JONGGRING SALAKA
IKIP MALANG
Jl. Surabaya No. 6 MALANG
MAPALA Universitas Muhammadiyah
Jl. Mojopahit 45 Sidoarjo
Email: widiharto@plasa.com
MAPALUS
Kampus FISIP Univ. Jember
Jl. Jawa no. 17
JEMBER
MAPALAS
Universitas Dr. Soetomo Surabya
Jl. Nginden Semolowaru
SURABAYA 60118
Telp: 031-5982541
MAHAPALA STIESIA
Kampus STIESIA
Menur Pumpungan 30
SURABAYA
MAHAPENA
Kampus Fak.Ekonomi Univ.Jember
Jl. Jawa No. 17 Jember
Telp (0331)-321367
email: mahapena@yahoo.com
MAHAPALA
Kampus FE (Diploma) Univ.Jember
Jl. Jawa No.17 Jember
MAPARA
Universitas Bhayangkara
Jl.A.Yani 114 wonocolo
Surabaya. 60231
email: office@mapara.or
MAPENSA
Kampus Fak.Peternakan Univ.Jember
Jl. Jawa No.17 Jember
MAHAPALA Malang
Kampus STI Adminstrasi
Jl.Raya Tlogomas No.35
Kotak Pos 94 MALANG 65144
Telp.(0341) 553401
MAPALA UNMER
Kampus Univ. Merdeka Malang
Jl.Terusan Raya Dieng No.62-64
MALANG 65146
Telp.(0341) 568395
MAHAPALA UPN “VETERAN” JATIM
Geduns Serba Guna Sisi Barat UPN “Veteran” Jatim
Jl. Raya Rungkut Madya-Gunung Anyar
Telp: 031-8796901
OPA DIAZ MALANG
Jl. Pintu keluar terminal Landungsari no.01
Kaldera outdoor equipment shop
MALANG 65144
Telp.(0341) 558458
email: ranger_seal@eudoramail.com
PATAGA
Pencinta Alam 17 Agustus 1945
Kampus UNTAG
Graha Wiyata Lt.1 Jl.Semolowaru 45
SURABAYA 60119
Telp.(031) 5931800 Psw.260
Fax. (031) 571945
PALAXXI
Pecinta Alam SMU XXI Surabaya
Jl. Argopuro No.19 Surabaya.
PANDALA
UNIKA WIDYA MANDALA SURABAYA
Jl.Dinoyo 42-44 Surabaya 60265
Surabaya
Email: info@wima.ac.id
TAEK
( the adventure and explorer kingdom )
JL. bantaran indah 7b
MALANG 65141
email: carstenszpiramyd@backpacker.com
UK PLH Siklus ITS
Kampus Institut Tehnologi Surabaya
SURABAYA
V. CARSTENSZ MOUNTAINEER CLUB
Jl. Mayjen Panjaitan 110 MALANG
Telp: 0341-552758
Fax: 0341-588568
WANALA UNAIR
Ged.KOPMA Univ.Airlangga Lt.11
Jl.Dharmawangsa Dalam Selatan
SURABAYA
Telp.(031) 5470200
WIGAPALA Univ. Widya Gama Malang
Kampus II UWG Jl. Borobudur 35 R E 13
MALANG
Telp: 0341-492282
Bali
MAPALA WANAPRASTHA DHARMA
Universitas Udayana
Jl. Panglima Besar Sudirman
telp.0361-241099
email: mapalawd@yahoo.com
Denpasar.
MPA Mitra Satya Bhuana
Univ. Pendidikan Nasional
Jl. Tukad Yeh aya P.O.Box 3261
Panjer Denpasar 8225 BALI
SISPALA BHUANA YASA
SMUN 4 Denpasar
jln. Gunung Rinjani Perumnas Monang – Maning Denpasar 80119
telp/fax. (0361)481216,485363
Nusa Tenggara Barat
Grahapala Rinjani
Universitas Mataram
Jl. Pendidikan 1
Mataram
MAPALA FE UNRAM
Kampus Baru Fak. Ekonomi UNRAM
Jl. Majapahit 62 Mataram 83125
LOMBOK – NTB
WANASATRIA (Pecinta Alam Bima)
Kantor Dinas KSDA Bima
Jl. Soekarno-Hatta, BIMA 84113
Kalimantan Barat
Mapala Universita Tanjung Pura
Kampus Universitas Tanjung Pura
Jl. M. Isya, SH
Pontianak
Kalimantan Selatan
Kompas Borneo
Jl. Cendrawasih no.15
Banjarmasin
MAPALA GRAMINEA
Fak. Pertanian Univ. Lambung Mangkurat
Jl. A. Yani Km. 36 Ged. III Lt.II
P.O.Box 28 Banjar Baru 70714
Telp. (0511-92254)
ARGAPALA Lambung Mangkurat
Jl. Batu Benawa No.31
BANJARMASIN
MERATUS HIJAU
Jl. Letjen Suprapto 10
Kandangan 71211
Telp: 0517-21364
Kalimantan Tengah
Mapala Unpar
Gg. Nyahu
Jl. Yos Soedarso BCX 2P
Palangkaraya
MAPALA COMODO
Univ. Palangkaraya
PALANGKARAYA
Kalimantan Timur
Mahakam Rimba
Jl. KH Abdullah Marisi 8
Samarinda
IMPALA UNMUL
Gedung PKM Univ. Mulawarman
Kampus Gn. Kelua Barong Tangkok
SAMARINDA 75123
TREKKERS CLUB BALIKPAPAN
Klub informal, penggemar trekking
di lingkungan Total Fina Elf Indonesia
Balikpapan / Kalimantan Timur
Sulawesi Utara
Mahasiswa Pencinta Alam ARECA VESTIARIA
Gedung UKM Fakultas Pertanian
Universitas Sam Ratulangi
Kotak Pos 39 Kleak
Manado 95115 A
e-mail : arecavestiaria@hotmail.com
MPA AESTHETICA
Falkutas Bahasa dan seni rupa
Kampus UNIMA
Tondano – Manado
MPA AVESTARIA Fisip Unsrat
Manado-north celebes 95115
avestaria.org
avestariafisipunsrat@yahoo.com
Mahasiswa Pecinta Alam “EQUIL”
Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado
Gedung Equil Lt 1. Kampus Bahu-Manado 95115
mapalaequil@mailcity.com
Sulawesi Selatan
KORPALA
Universitas Hasanuddin
Makasar
Email: korpala_unhas@yahoo.com
Korps Sipil Kawula Alam (KORPS SKALA)
Kampus Politeknik Negeri Makassar
Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10
Tamalanrea Makassar
Email: ary_civilpoltek@yahoo.com
Manakkarra ( MPAM ) Manurung
Jl.Kali Mamuju Kompleks Transmigrasi
dan PPh Kab. Mamuju
Tlp. ( 0426 ) 21744
Mamuju Sulawesi Selatan`
REMPALA (Benteng Ana Gowa)
Jln.Mappala II Blok D5 No.14
(Samping SMF YAMASI) Makassar
TLP-0401-884447
Email: ari_spy@matamata.com
SAR Unit Universitas 45
Universitas 45 Makassar
Gd.PKM Lantai III
Jl.Urip
Sumohardjo KM.4 Makasar
Tlp. (0411) 452-901, 422-310
Fax. 62411 452949
Email: sar_u45@yahoo.com
Sulawesi Tenggara
MAHACALA
Universitas Haluoleo
Jl. S.Parman Kampus UNHALU Kemaraya
Kendari 93121
Telp. 0401-924991
E-mail: alawelle@yahoo.com
Sulawesi Tengah
Tidak ada data/ belum terdata
Maluku
PPSWPA
Jl. Raya Tulehu Km.24
(Depan Mesjid Al. Ikhsan)
AMBON 97382

Senin, 11 Januari 2010

ALAMAT MAPALA di indonesia

ACEH
IKAPALA
Jl.Utama Lorong CMP 3
Neusu TM, Banda Aceh

Mapala Leuser – Univ.Syah Kuala
Jl.Hamzah Fansuri 4 Sektor Utara
Darussalam
Banda Aceh 23111

Sumatera Utara
EUREKA Kampus ISTP
Jl. Syailendra 8

MEDAN
GASI UMA
Universitas Medan Area
Jl. Pancing No.1 Medan
GMPA ITM
Kampus Institut Teknologi Medan
Gedung Arca 52 MEDAN
Telp: 061-7363771

Gema Pencinta Alam (GEMPITA)
UNiversitas Katolik St. Thomas
Jl. Setia budi no 479 F Tanjung Sari
Medan 20132
Telp: 061-8210161
fax: 061-8213269
Email: gempita90@hotmail.com
site: www.gempita.wordpress.com

GENETIKA Fak. Pertanian UISU
Kampus FP UISU
Jl. S.M. Raja No. 191 MEDAN 20217
HIMALAYA UISU
Kampus UISU
Jl. Sisingamangaraja Teladan Barat
MEDAN 20217
Telp: 061-7869790

KEMPA – IBBI
STIE -STMIK IBBI
Kampus Diamond
Jl. Sei Deli no.18 telp. 4567111
Medan Sumatera Utara

KOMAPAL Panca Budi
Kampus Univ. Panca Budi
Jl. Gatot Subroto No. 100 MEDAN

KOMPAS USU
Univ.Sumatera Utara
Jl.Alumni 2
Medan – Sumatera Utara
Telp.(061)814211 Psw.288

LC RINDALA
Kampus Univ. Methodist Indonesia
Jl. Hang Tuah No.8 MEDAN 20152
Telp: 061-6611848/6614317

MAHATALA NOMMENSEN
Kampus Univ. HKBP Nommensen
Jl. Dr. Sutomo 4 Medan

MAPALTEK
Mahasiwa pecinta alam lp3i tekini
Jl.H.Adam Malik no191Glugur By Pass
Medan. Telp(061)6620600
Email: de_antique@yahoo.com

MAPAGRATWA
Politeknik Negeri Medan
Jl. Almamater No.1 Kampus USU
Medan 20155.
Email: mapagratwa@mapagratwa.net
Sites: http://www.mapagratwa.net

MAPALA STMIK MIKROSIL
Jl. Thamrin No. 74/124
MEDAN

MAPALA UMSU
Kampus UMSU
Jl. Kapt. Mukhtar Basri No.3 MEDAN

MAPALA-UDA
UNIV. DARMA AGUNG MEDAN
c/q Kantor PR-III UDA
Jl. Bantam No. 21
MEDAN
SUMATERA UTARA
Telp. (061)4535631 – 4535432
E-mail : mapala_uda89@n2adventure.com

MAPALA-UNIMED
Jl. Wiliem Iskandar Medan estate
MEDAN

PARINTAL FP USU
Jl. Prof. A Sofyan No. 3
MEDAN

Riau
Mapala UIR
Jl. Prof. Yamin
Pekanbaru
Riau

WANAPALHI-STMIK RIAU
(Wahana Pecinta Alam dan Lingkungan)
Jl.puwodadi Indah Panam
Riau
Email: teretereborzhu@yahoo.com

BRIMAPALA SUNGKAI
(Brigade Mahasiswa
Pencinta Alam Sungkai)
Pakultas Pertanian UNRI
Kampus Fakultas Pertanian UNRI Panam
Jl. Bina Widya, Km 12,5 Simpang Panam
Pekanbaru Riau 28293
Telp.0761 – 63271
Fax.0761-63270
Email: brimapalasungkai@yahoo.com
Email: bsungkai@plasa.com

Sumatera Barat
KOMMA FP_UA
Kelompok Mahasiswa Mencintai Alam
Fakultas Pertanian Universitas Andalas
Kampus fakultas pertanian Universitas Andalas
Padang

MPALH IKIP Padang
PKM Kampus IKIP
PADANG 25131

Mapala UNAND
Kampus Univ.Andalas
Jl.Perintis Kemerdekaan No.77
PADANG – Sumatera Barat
Email: abenk_138@yahoo.com

KCA-LH Rafflesia FMIPA UNAND
Kampus FMIPA Univ. Andalas
Komp.Air Tawar
Limau Manih – Padang 25163 Sum-Bar
Email: raff_fmipa@yahoo.com
Mapala Proklamator

Univ. Bung Hatta
Jl.Sumatera Ulak Karang
PADANG – Sumatera Barat
Telp.(0751) 51678
Fax. (0751) 56401

Mapala Politeknik Pertanian Negeri
Payakumbuh
Kampus Politani
Tanjung jln raya tanjung pati
Telp.0752) 92004, 50220
Fax. (0752) 50220
Email: safarta@yahoo.com

MAPASTRA
MAHASISWA PECINTA ALAM FAK.SASTRA UNIVERSITAS ANDALAS
Gedung pusat kegiatan mahasiswa
Fak sastra unand
pobox. 235. PADANG – Sumatera Barat
Jambi

MAPALA Siginjai – Univ.JAMBI
Kampus UNIJA
Jl.Bulian Km.15
Mendalo Darat 36361
JAMBI

KPA.PAMALAYU JAMBI
Jl.hos cokroamainoto lr.serunai malam. no.52B rt.01/01 kelurahan sukakarya
kecamatan kotabaru. simpang kawat jambi.36127
email: pamalayu_jbi@yahoo.com
Sumatera Selatan

MAPALA ALFEDYA
Fak. Ekonomi Univ. Muhammadiyah Palembang
Jl. A. Yani 14 ULU Kampus A UMP Plaju Palembang
telp. 0711-9148655
email : mapala_alfeyda@yahoo.co.id
blog : http//wwwalfedya.blogspot.com

MAFESRIPALA
Fak. Ekonomi Univ.Sriwijaya
Jl.Raya Palembang Prabumulih
Km. 32 Indralaya OKI
Telp.(0711) 580964 Psw.262
Camp : Jl.Kol. H. Burlian Lr. Peristiwa Km.5
PALEMBANG 30153

Mapala IAIN Raden Fatah
Jl.Jend Sudirman Km.3,5
PALEMBANG 30126

MAPALA DOLPHIN
Kampus A STMIK IGM
Jl.Sudirman 629 km.4
PALEMBANG
Email: dolphin_17@plasa.com

MUDAPALA – STMIK-MDP
Jl. Rajawali no. 14
PALEMBANG
Email: mudapala@stmik-mdp.net

DEMPO SAR
Jl. kombes H.umar 1015 Pagaralam
Telp: (0730)621851
Email: dempo@mahasiswa.com

Bengkulu
MAVALAS – Univ.Bengkulu
Jl.Flamboyan Rt.XIII No.60
BENGKULU 38228

Lampung
Edelweiss
SMU Fransiskus
Jl Bumi Manti,Kampung Baru,Kedaton
BandarLampung 35149
Telp:(0721)782351
Fax:(0721)781744

Gumpalan FP Unila
Gd. PKM FP Unila
Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1
Gedung Meneng
Bandar Lampung 35145
Email: kibar3_gumpalan@yahoo.com

Mapala UNILA
Kampus Univ. Lampung
Jl.Sumantri Brojonegoro No.1
Bandar Lampung 35145
LAMPUNG

TOTEM
Jl. Syamratulangi Gg.Randu
Ratulangi Bandar Lampung
Telp 0721.782379
Email: kph_totem@plasa.com

WATALA
Jl.Teuku Umar No.58/64
Penengahan
Bandar Lampung 25112
LAMPUNG

Minggu, 10 Januari 2010

RAFTING

I. Pendahuluan

Arung jeram atau rafting adalah kegiatan yang memadukan unsur olahraga, rekreasi, petualangan dan edukasi. Memang tak ada persyaratan khusus untuk mengikuti kegiatan ini, karena hampir semua orang dapat mencobanya. Mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa, bahkan orang tua yang berumur 60 tahun sekalipun. Tidak memiliki kemampuan berenang pun bukan menjadi hambatan untuk mengikuti kegiatan arung jeram. Yang anda perlukan hanya kondisi fisik yang prima dan reservasi 2 minggu sebelum kegiatan.

Guna menunjang kegiatan kita bersama kawan, agar kegiatan arung jeram yang akan anda ikuti lebih berkesan dan penuh makna, berikut kami sampaikan Panduan Kegiatan Arung Jeram.

II. Perlatan Arung Jeram

A. Riverboats (Perahu)

Bagian-bagian yang terdapat pada perahu :

1. Bow and Stern

2. Chamber atau biasa disebut tube

3. Floor

4. Thwart

5. Boat line (tali kapal)

6. D Ring

7. Handling Grip

8. Bilge Hole/self bailing

9. Valve

Cara duduk di perahu berbeda dengan cara duduk di kursi, yaitu dengan menyamping. Peserta duduk pada sisi perahu (baik sisi kiri maupun sisi kanan) dan kaki dalam posisi kuda-kuda pada lantai perahu. Posisi kuda-kuda ini dimaksudkan sebagai pengatur keseimbangan badan selama anda mengikuti pengarungan. Saat duduk di perahu , perhatikan jangan sampai ada bagian tubuh anda yang terikat atau terlilit tali. Ini sangat berbahaya jika perahu mengalami flip atau terbalik. Posisi duduk anda pun harus mudah untuk menggapai boat line.

Bila boat line pada perahu anda terlihat kendur, beritahukan segera pada skipper anda untuk mengencangkan boat line tersebut agar tidak mengganggu selama pengarungan.

Aturlah jarak duduk anda dengan peserta yang lain agar tidak mengganggu pergerakan selama pengarungan, baik untuk mendayung maupun saat menjalankan instruksi ‘moving position atau perpindahan’.

B. PFD (Personal Floating Device) / Life Jackets (Pelampung)

Seperti perahu, PFD atau pelampung memiliki berbagai jenis dan ukuran. Terbuat dari bahan polyfoam yang dibungkus dengan bahan kedap air yang berwarna terang. US Coastal Guard menganjurkan memakai PFD type III pada setiap kegiatan arung jeram, dan ini digunakan pula oleh para rafter dalam setiap pengarungannya.

Setiap PFD Type III ini memiliki daya apung tinggi, yang dihitung berdasarkan berat tubuh rata-rata saat berada didalam air sehingga anda tidak perlu takut tenggelam saat berada didalam air.

Cara pemakaian PFD/Pelampung :

Pilihlah PFD yang berwarna cerah, pastikan tidak ada lubang atau jahitan yang terlepas pada PFD tersebut, serta strap yang ada dapat dipasang dan dilepas dengan mudah. Bila bagian perut anda lebih besar dari bagian dada, pilih dan pakailah PFD dengan ukuran lebih besar.

PFD atau pelampung dipakai seperti menggunakan rompi/jaket. Pastikan setaip strap terpasang dengan benar dan bantalan kepala berada di luar. Atur ke-eratan tali senyaman mungkin, sehingga PFD yang anda gunakan tidak terlalu sempit atau longgar.

Setelah anda selesai memakai PFD, lakukan gerakan berikut :

i. Pada posisi berdiri, putarkan badan anda kekiri dan kekanan. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda dan tidak mengalami pergeseran/perubahan posisi. Ini ditandai dengan letak strap tetap pada 1 garis tegak lurus seperti posisi kancing kemeja. Jika terjadi pegeseran, atur kembali ke-eratan tali pada setiap strap yang ada. Jangan malu dan ragu untuk minta skipper/rekan anda membantu mengatur ke-eratan tali strap ini.

ii. Pada posisi duduk dan kedua kaki diluruskan kedepan, putarkan badan anda kekiri dan kekanan lalu lakukan gerakan membungkuk. Pastikan PFD yang digunakan tidak menghambat gerak tubuh anda. Jika terjadi pegeseran, atur kembali ke-eratan setiap strap yang ada.

iii. Masih dalam posisi duduk dan kedua kaki diluruskan kedepan, minta bantuan skipper/rekan anda untuk menarik/mengangkat pelampung yang anda gunakan pada bagian bahu dari arah belakang. Pastikan saat pelampung dan tubuh anda ditarik/diangkat, posisi bahu pelampung tidak melebihi batas telinga anda. Jika ya, atur kembali ke-eratan setiap strap yang ada.

C. Paddle (Dayung)

Setiap dayung terdiri dari 3 bagian, yaitu :

1) Pegangan, berbentuk huruf T, biasa disebut T grip.

2) Gagang, terbuat dari bahan alumunium.

3) Blade/bilah, terbuat dari bahan fiber dilapisi serat karbon yang ringan dan kuat. Namun ada pula yang terbuat dari bahan campuran plastik.

Cara memegang dayung :

Memegang dayung dalam kegiatan arung jeram mirip dengan cara memegang sapu. Yang membedakannya hanya pegangan pada bagian T Grip. T-grip digenggam dengan 4 jari pada bagian atas pada bagian T horisontal (dayung dalam posisi berdiri dan bagian bilah berada dibawah), sementara jari jempol menjepit bagian T horisontal dari bagian bawah bawah. Cara memegang ini sama untuk tangan kiri (peserta yang duduk pada bagian kanan perahu) maupun tangan kanan (peserta yang duduk pada bagian kiri perahu).

Lengan yang lain menggenggam bagian gagang, berjarak lebih kurang 1 jengkal dari bilah dayung, jangan terlalu dekat/rendah ataupun terlalu jauh/tinggi. Biasakan diri anda dengan cara memegang dayung ini, baik dengan tangan kanan maupun dengan tangan kiri, lakukan pemanasan dengan menggunakan dayung bersama rekan-rekan anda.

D. Helm

Pilihlah helm yang akan anda gunakan sesuai dengan ukuran kepala anda. Pastikan tidak ada keretakan pada helm tersebut serta semua tali dan strap masih dalam kondisi yang baik.

Pakailah helm seperti pemakaian helm umumnya. Atur strap senyaman mungkin, jangan terlalu sempit atau terlalu longgar agar tidak mengganggu pandangan anda selama pengarungan. Sekali lagi, pastikan strap sudah terpasang dan pada posisi yang benar.

III. Paddle Command (Instruksi yang diberikan oleh skipper dalam pengarungan)

Setelah anda terbiasa dengan cara memegang dayung, anda akan diberikan instruksi cara menggunakan dayung tersebut. Instruksi ini disebut Paddle command. Prinsip dalam menggunakan dayung adalah tenaga disalurkan pada kedua lengan yang menggerakkan dayung untuk mengatur dan mengarahkan gerak perahu, dimana arah dayungan tersebut dibantu dengan gerakan badan, disesuaikan dengan tenaga yang diperlukan untuk mengatur dan mengarahkan gerak perahu.

Basic Paddle Technic, instruksi tentang teknik dasar mendayung, yaitu :

1) Forward (Maju)

Instruksi yang diberikan untuk dayungan maju, dilakukan oleh seluruh peserta dengan menarik blade/bilah dayung yang berada didalam air kearah belakang searah perahu. Posisi blade/bilah dayung saat menyentuh air adalah tegak lurus terhadap permukaan atau mendekati 900 dan padasaat keluar dari air dayung diarahkan sejajar dengan permukaan terus berputar mendekati 900 hingga bilah dayung kembali menyentuh air.Dilakukan berulang-ulang sampai ada instruksi lanjutan.

2) Backward (Mundur)

Instruksi yang diberikan untuk dayungan mundur, dilakukan oleh seluruh peserta dengan menarik blade/bilah dayung yang berada didalam air kearah depan searah perahu. Posisi blade/bilah dayung saat menyentuh air adalah sejajar dengan permukaan air, begitupun saat keluar dari air dayung diarahkan sejajar dengan permukaan trus berputar hingga bilah dayung kembali menyentuh air. Dilakukan berulang-ulang sampai ada instruksi lanjutan.

3) Turn Left (Belok Kiri)

Instruksi yang diberikan untuk membelokkan perahu kearah kiri,dilakukan dengan dayungan maju oleh peserta yang duduk pada perahu bagian kanan, sementara peserta yang duduk pada perahu bagian kiri berada pada posisi stop mendayung.

Jika skipper merasa perlu untuk membelokkan perahu kekiri dengan cepat,maka posisi peserta yang duduk pada bagian kiri melakukan dayungan mundur.

Untuk memperjelas instruksi, biasanya skipper akan mengatakan kanan maju dan kiri mundur! Artinya peserta yang duduk pada bagian kanan melakukan dayungan maju, sementara peserta yang duduk pada bagian kiri melakukan dayungan mundur.

4) Turn Right (Belok Kanan)

Instruksi yang diberikan untuk membelokkan perahu kearah kanan, kebalikan dari instruksi turn left (belok kiri), dilakukan dengan dayungan maju oleh peserta yang duduk pada perahu bagian kiri,sementara peserta yang duduk pada perahu bagian kanan berada pada posisi stop mendayung.

Jika skipper merasa perlu untuk membelokkan perahu kekanan dengan cepat, maka posisi peserta yang duduk pada bagian kanan melakukan dayungan mundur.

Untuk memperjelas instruksi, biasanya skipper akan mengatakan kiri majudan kanan mundur! Artinya peserta yang duduk pada bagian kiri melakukan dayungan maju, sementara peserta yang duduk pada bagian kanan melakukan dayungan mundur.

5) 5. Stop (Berhenti)

Instruksi yang diberikan untuk menghentikan dayungan, dimana semua dayung tidak berada didalam air, di genggam dengan posisi berada diatas pangkuan.

IV. Self Rescue

Dalam kegiatan arung jeram, keselamatan setiap peserta adalah hal yang utama.Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam melakukan kegiatan arung jeram ini. Namun tetap perlu disadari oleh setiap peserta bahwa kegiatan arung jeram ini tidak akan pernah lepas dari segala resiko dan bahaya, baik oleh faktor manusia, peralatan maupun faktor alam yang menyertainya. Tapi anda tidak perlu cemas, karena justru disinilah letak salah satu kegembiraan yang akan anda rasakan saat bermain-main dengan air.

Self rescue atau tindakan penyelamatan diri saat melakukan kegiatan arung jeram ini perlu anda cermati betul. Walau anda akan dipandu oleh skipper yang berpengalaman, namun skipper tersebut tetap memiliki keterbatasan. Sehingga hal terbaik yang harus anda lakukan adalah melakukan tindakan penyelamatan diri sebelum datang team rescue yangakan membantu anda.

Prinsip setiap tindakan penyelamatan dalam kegiatan arung jeram adalah menyelamatkan diri sendiri sebelum melakukan tindakan penyelamatan terhadap orang lain, dan si penyelamat harus benar-benar berada dalam kondisi yang aman dalam melakukan tindakan penyelamatan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari resiko lainnya dan kemungkinan bertambahnya korban.

Berikut dijelaskan hal apa saja yang harus anda lakukan dalam self rescue.

Swimmer
Swimmer adalah istilah yang digunakan oleh kalangan boater untuk menyebut orang yang terlempar keluar dari perahu saat berarung jeram. Jika anda belum pernah mengalaminya, percayalah suatu saat anda akan mengalaminya (Believe Me !!!). Bagi anda yang kali pertama melakukan kegiatan arungjeram, anda tidak perlu khawatir. Banyak peserta yang kali pertama mengikuti kegiatan arung jeram mengalami hal ini dan tidak terjadi apa-apa dengan mereka bahkan menjadi cerita menarik bagi rekan-rekannya dan menimbulkan kesan tersendiri bagi yang mengalami. Namun tidaksedikit pula peserta yang tidak mengalaminya dalam setiap kegiatan yang diikuti.

Hal pertama yang harus anda lakukan jika mengalami swimmer adalah JANGAN PANIK!!!

Mengapa jangan panik? Karena jika terjadi kepanikan, anda tidak akan tahu apa yang harus anda lakukan untuk tindakan self rescue. Setelah anda dapat mengatasi rasa panik, selanjutnya anda harus menyadari dan mengetahui situasi disekeliling anda.

Teknik berenang di arus

a. Defensive swimming position

Defensive swimming position adalah berenang mengikui arus dalam posisi terlentang. dengan kaki dalam keadaan rapat dan selalu berada diatas air untuk menghindari foot entrapment. Defensive swimming dilakukan pada arus yang deras dengan pandangan terarah kehilir. Gunakan tangan sebagai pengatur keseimbangan atau untuk menuju pinggiran sungai dan menghindari berbagai rintangan lainnya.

Ingat... walaupun tidak terjadi sesuatu selama anda melakukan defensive swimming dan anda mulai menikmatinya, tapi anda tidak dalam posisi yangbenar-benar aman. Berusahalah untuk menggapai tepian sungai dan segera keluar dari air. Jangan mencoba untuk berdiri meskipun pada daerah yang dangkal, sebelum anda mencapai tepian sungai atau berada pada arus yang cukup tenang.

b.Aggressive swimming position

Aggressive swimming position adalah berenang dengan cara melawan arus. Dilakukan pada arus yang relatif tenang dengan posisi menghadap ke hulu.Tujuannya untuk mendekati perahu penolong, menghindari strainer,sieves, undercut, dan untuk menyeberang kesisi tepian sungai yang laindengan cepat. Ingat Aggressive swimming ini hanya efektif dilakukan pada arus sungai yang relatif tenang. Jika anda lakukan hal ini pada arus yang deras tenaga anda akan terbuang percuma dan anda tetap terseret oleh arus yang deras.

Berikut ini beberapa pertanyaan yang dapat membantu anda mendefinisikan situasi disekeliling anda saat anda mengalami swimmer dan menentukan tindakan apa yang harus anda lakukan

* Apakah dibelakang anda terdapat perahu? (Baik perahu yang melemparkan anda ataupun perahu lain)

Jika ya,berusahalah untuk mendekatinya dari arah samping pada arus yang relatif tenang dengan Aggressive swimming position, jangan lakukan dari arah depan karena anda dapat terseret oleh perahu tersebut. Jika telah dekat, gapai dan peganglah boat line yang ada pada perahu tersebut.Tunggu sampai rekan anda menarik dan menaikkan anda ke atas perahu kembali dengan cara menarik bahu pelampung yang anda kenakan.

Jika tidak, lakukan Aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.


* Apakah didekat anda terdapat team rescue yang akan melemparkan throw bag/rescue rope pada anda?

Jika ya,raih throw bag/rescue rope yang dilemparkan. Pegang erat pada bagiantali, jangan pada bagian kantong tali. Pegang dengan tetap melakukan teknik defensive swimming, sambil team rescue menarik anda ke tepian sungai.

Jika tidak, lakukan Aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.


* Apakah di dekat anda terdapat rintangan atau obstacle? (Bebatuan, dahan/ranting atau pohon yang tumbang)

Jika ya, hindari daerah tersebut baik dengan Aggressive swimming atau pun defensive swimming.

Jika tidak, lakukan Aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.


* Apakah didekat anda terdapat under cut, strainer dan sieves?

Jika ya, hindari daerah tersebut secepat mungkin dengan Aggressive swimming.
Jika tidak, lakukan Aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.


* Apakah anda berada di bawah perahu yang terbalik?

Jika ya,segeralah keluar dari bawah perahu tersebut dengan cara menyelam kearah hulu atau ke samping, jangan menyelam ke arah hilir karena anda akan tetap terperangkap dibawah perahu.

Jika tidak, lakukan aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.


* Apakah anda berada di dalam hole/hydraulic (Arus yang berputar-putar) ?

Jika ya,lakukan aggressive swimming dengan mengikuti putaran arus kearah luar yang menuju hilir, atau dapat dilakukan dengan menyelam pada bagian tengah pusaran dengan posisi berdiri sampai kaki menyentuh dasar sungai, lalu tolakkan kaki anda sekuat mungkin ke arah hilir.

Jika tidak, lakukan aggressive swimming atau pun defensive swimming menuju tepian sungai.

:: Klasifikasi Tingkat Kesulitan Sungai ::
Tak disangsikan lagi, arung jeram telah menjadi suatu kegiatan yang sangat populer dibandingkan dengan kegiatan ke petualangan lainnya. Dapat dinikmati beramai-ramai tanpa memandang usia, status sosial, tingkat pendidikan dan profesi seseorang.
Saat ini telah banyak sungai yang dapat diarungi serta dikelola secara profesional oleh beberapa operator arung jeram. Mereka menawarkan berbagai paket kegiatan dengan tingkatan umur dan kemampuan dari calon kunsumennya. Mulai dari sungai dengan tingkat kesulitan mudah sampai dengan sungai yang menjanjikan tantangan dan petualangan.
Berikut penjelasan tentang tingkat kesulitan sungai :

Class I

Tingkat kesulitan sungai yang paling rendah, dengan arus yang bervariasi dari flat (datar) dan relatif tenang sampai sedikit beriak pada beberapa tempat. Rintangan yang ada pun sangat sedikit dan dapat terlihat jelas. Resiko berenang di sungai ini sangat rendah dan self-rescue sangat mudah dilakukan.

Class II

Sungai dengan tingkat kesulitan rendah - menengah. Cocok untuk pemula, dengan sungai yang lebar dan arus yang cukup deras, lintasan pengarungan jelas sehingga tidak memerlukan pengamatan terlebih dahulu.

Sesekali manuver perahu perlu dilakukan, namun bebatuan dan jeram medium dapat dengan mudah dilewati oleh pengarung yang terlatih. Penumpang yang terlempar keluar perahu dan terhanyut jarang sekali mengalami cidera.

Pertolongan bantuan masih belum perlu. Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk latihan dasar kegiatan arung jeram.


Class III

Sungai dengan tingkat kesulitan menengah, memiliki jeram yang mulai tidak beraturan dan cukup sulit serta dapat menenggelamkan perahu. Manuver-manuver pada arus yang deras serta kontrol perahu pada lintasan sempit sering diperlukan. Jeram-jeram besar dan "strainers" mungkin ada namun dapat dengan mudah dihindari. Pusaran arus yang kuat dan deras sering ditemukan, terutama pada sungai-sungai besar.

Cidera saat terlempar keluar perahu dan terhanyut masih sangat jarang; self-rescue biasanya masih mudah dilakukan namun pertolongan bantuan sudah mulai diperlukan untuk menghindari resiko yang mungkin terjadi. Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat cocok untuk kegiatan wisata keluarga atau sebagai rekreasi alternatif karena dapat diikuti oleh anak-anak yang berusia 9 tahun.


Class IV

Sungai dengan tingkat kesulitan menengah - tinggi. Sungai ini memiliki arus yang sangat deras namun masih dapat diprediksi dengan pengendalian perahu yang tepat. Teknik pengarungan pada sungai ini sangat tergantung pada karakter sungai itu sendiri, karena sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat beragam dan berbeda-beda walau memiliki tingkat kesulitan yang sama.

Jeram-jeram besar, hole dan lintasan sempit yang tidak dapat dihindari memerlukan manuver yang cepat. Berhenti sejenak pada arus yang sedikit tenang mungkin diperlukan sebelum memulai maneuvers sekedar mengamati arus atau untuk istirahat. Karena pada jeram-jeram tertentu, bahaya selalu mengancam.

Resiko cidera bagi penumpang yang hanyut cukup besar dan kondisi air menyebabkan self-rescue sulit dilakukan sehingga perlu pertolongan bantuan. Pertolongan bantuan tersebut memerlukan latihan khusus agar teknik penyelamatan dapat dilakukan dengan benar.
Sungai dengan tingkat kesulitan ini sangat menyenangkan dan menjanjikan tantangan lebih, tentunya dengan dukungan peralatan yang memadai, pengetahuan yang cukup dan pemandu yang terampil.


Class V

Sungai dengan tingkat kesulitan tinggi dan hanya cocok untuk pengarung jeram yang sudah menguasai teknik pengarungan dan memiliki pengalaman yang cukup pada sungai

Class IV.

Sungai yang tergolong pada sungai class V memiliki jeram yang banyak dan panjang dengan berbagai rintangan yang dapat menyebabkan resiko tambahan bagi seorang pendayung. "Drops" atau penurunan yang tiba2, Jeram-jeram sulit, "hole" dan tebing terjal yang tidak dapat dihindari sampai dengan waterfall (air terjun) sering dijumpai pada sungai ini. Jeram yang dilewati sering kali beruntun pada jarak yang cukup panjang, sehingga membutuhkan ketahanan fisik yang tinggi. Kalaupun ada pusaran air yang tenang (eddies), jumlahnya sangat sedikit sekali dan cukup sulit untuk diraih. Pada skala tertinggi, Sungai dengan tingkat kesulitan ini memiliki kombinasi jeram yang sangat beragam, mulai dari curler, hair, hay stakes, headwall, strainer, under cut, wave train sampai dengan pin hole yang sangat berbahaya dan mematikan.

Terlempar keluar dari perahu pada sungai ini sangat berbahaya dan tindakan penyelamatan sering sulit dilakukan bahkan untuk seseorang yang mahir sekalipun. Peralatan yang tepat, pengalaman yang luas dan latihan keterampilan dalam penyelamatan sangat penting.

Class VI

Sungai yang memiliki tingkat kesulitan tertinggi. Pengarungan di sungai ini hampir tidak mungkin dilakukan kerena jeram yang ada tidak dapat diprediksi dan sangat berbahaya. Konsekwensi dari suatu kesalahan dalam pengarungan disungai ini sangat berat serta tindakan penyelamatan hampir tidak mungkin. Sungai dengan tingkat kesulitan ini hanya untuk tim khusus yang memiliki keahlian tinggi -bukan untuk diarungi perorangan- setelah sering kali melakukan pengarungan pada sungai dengan tingkat kesulitan class V.
Klasifikasi tingkat kesulitan sungai diatas merupakan tingkat kesulitan sungai yang ditetapkan secara internasional. Namun klasifikasi ini masih sangat variatif dan dapat berubah-ubah walau masih pada sungai yang sama, karena tingkat kesulitan ini sangat tergantung pada debit air dan kemiringan sungai. Sehingga pada waktu-waktu tertentu sungai-sungai tersebut memiliki tingkat kesulitan yang mungkin bertambah atau mungkin berkurang.
Karena itu oleh kalangan penggiat arung jeram dibelakang Class sungai sering ditambah dengan tanda + (plus). Misalnya sungai Citarik memiliki tingkat kesulitan III+ artinya pada jeram-jeram tertentu sungai citarik memiliki tingkat kesulitan yang setara dengan sungai Class IV.

ROCK CLIMBING

Singkatnya, apa itu Bouldering?
Seni Gerak Memanjat Batu

Apa itu Panjater?
Istilah yang saya pake untuk seorang pelaku bouldering atau tukang manjat batu. Saya bakal pake istilah ini untuk ngebedain dengan Pemanjat Tebing secara umum. Bahasa Inggrisnya Panjater yaitu Boulderer.

Alat apa aja yang diperlukan untuk bouldering?
Sepasang sepatu panjat tebing, kantong kapur berikut kapurnya dan sebuah boulder.

Apa itu Boulder?
Boulder dalam bahasa Inggris berati batu besar. Dalam Bouldering, Boulder bisa diartikan media atau sesuatu yang akan dipanjat oleh seorang panjater. Ini bisa berupa bebatuan, tebing atau dinding yang rendah atau juga struktur bangunan.

Apa itu Problem?
Problem adalah sesuatu yang akan dipanjat yang harus mempunyai titik awal dan titik akhir/ selesai. Problem bisa memiliki banyak gerakan ataupun cuma 2 (dua) gerakan. Dalam Panjat Tebing biasanya disebut rute, yang dimulai dari dasar tebing sampe ke puncak tebing. Disebut problem karena satu batu yang harus dipanjat dianggap sebagai satu masalah yang harus dipecahkan, layaknya satu teka-teki yang perlu perasan otak agar bisa dicari jalan keluarnya. Kalo bouldering bukan cuma perlu perasan otak tapi juga perasan otot.

Bouldering itu cocoknya untuk siapa?
Siapa aja, tua atao muda khususnya kamu2 pecinta alam yang kantongnya enggak tebal. Anak-anak sekolah/ kuliahan yang hidup pas-pasan tapi pengen aktif dan menghindari tawuran. Mereka yang pengen panjat tebing tapi ngeri ama ketinggian atau dilarang ama bokap nyokap yang takut kalo lo’ jatuh. Kamu semua yang sering stress di kerjaan atau punya konflik dengan manusia, Bouldering bisa jadi satu alternatif remedi yang mujarab. Kalo kamu kuper alias kurang pergaulan Bouldering efektif buat ajang mencari kawan, karena paling seru kalo manjat batu rame-rame. Dan kamu yang mau kedamaian, pergilah bouldering sendirian dan rasakan persahabatan akrab dengan tembok-tembok alam. Kamu yang bener-bener suka tantangan dengan melakukan kegiatan alam yang sulit dan perlu otot juga konsentrasi penuh tapi tetep having fun. Dan juga untuk para pemanjat tebing, mereka udah tau kalo Bouldering adalah salah satu training terbaik untuk manjat tebing.

Apakah Bouldering cocok buat cewek?
Terus terang panjater cewek yang sering saya liat adalah cewek2 keren dan ehem..cakep yang punya otot. Banyak dari mereka yang “kick my ass” alias bikin gue malu kalo manjat dengan mereka, soalnya cewek2 itu jago banget manjatnya. Maklum seperti umumnya cowok2 , gue pantang dikalahin ama cewek. Jadi kalo liat cewek manjat problem yang sulit gue jadi ter-MOTIVASI banget ….alias PANAS dan NGIRI..hahaha

Siapa pelopor Bouldering?
Di Amerika sport ini dikukuhkan oleh John Gill tahun 1950-an meskipun pemanjat Eropa dan Inggris sudah melakukan bouldering sebelumnya. Pasalnya kegiatan bouldering di Eropa waktu itu belum dianggap sebagai satu olah raga yang berdiri sendiri dan hanya sekedar aktivitas training untuk panjat tebing. John Gill-lah yang memasyarakatkan bouldering dengan pendekatan jimnastik yang terbukti dengan penggunaan kapur, gerakan2 yang dinamis selain memerlukan otot yang kuat. Selanjutnya pada tahun 1990-an seorang pemanjat muda yang sangat berbakat bernama Chris Sharma dari California, USA menjadi idola di percaturan panjat tebing dan dia aktif melakukan bouldering dengan sangat mengesankan yang menjadi satu titik pangkal promosi olah raga bouldering yang lebih modern.

Apa artinya Grade? (baca: gred)
Di arena Panjat Tebing dan Mountaineering, Grade artinya tingkat keseriusan suatu pemanjatan atau pendakian. Dari segi petualangan kadang diukur dengan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu jenis pemanjatan. Kebanyakan orang menggunakan istilah Grade dan Rating untuk arti yang sama yaitu (rating) tingkat kesulitan teknis.

Apa artinya Rating? (baca: reiting)
Rating yaitu nilai atau tingkat kesulitan teknis suatu rute atu problem yang biasanya dijelaskan oleh skala tertentu. Setiap problem memiliki rating fungsinya untuk membedakan problem mana yang gampang dipanjat dan mana yang lebih sulit dari segi penguasaan tehnik memanjat juga kekuatan. Dengan menggunakan rating kamu bisa memilih dan menentukan jenis problem yang mau kamu panjat sesuai dengan keahlian tehnik kamu dalam bouldering.

Skala tingkat kesulitan apa yang digunakan pada bouldering?
Saat ini skala tingkat kesulitan problem boulder yang paling populer digunakan yaitu V-Scale (baca: Vi skel) atau dalam bahasa Indonesia disebut Skala-Vi. Skala ini diciptakan oleh John Sherman dari Amerika pada tahun 1990-an saat dia praktek bouldering di Hueco Tanks, Texas. Huruf V berasal dari nama panggilan akrab John Sherman waktu itu yaitu “Vermin”, dipendekkan jadi Vi. Skala ini dimulai dari V0 dan berlanjut V1, V2, V3 … sampe V15. Problem boulder paling sulit sampe sekarang yaitu V15 dan masih ada kemungkinan untuk ditingkatkan.

Bagaimana perbandingannya dengan skala Yosemite?
Skala Yosemite atau YDS adalah skala yang digunakan untuk mengukur tingkat kesulitan satu rute Panjat Tebing. Diawali dengan angka 5 dan diikuti dengan angka desimal dan huruf dari A sampe D. Contoh 5.6 adalah rute yang mudah dan hampir setiap orang bisa memanjatnya. Pada rute yang makin sulit barulah digunakan huruf seperti 5.10b, 5.12d, 5.14a dan rute tersulit didunia saat ini yaitu sekitar 5.15a.

Climbing – Perintah dan Signal Memanjat

Perintah dan Signal Memanjat

Agar pemanjatan berjalan dengan lancar dan selamat, komunikasi yang jelas antara si pemanjat dan si pembelay sangat diperlukan. Untuk itulah setiap pemanjat perlu mengetahui perintah dan signal memanjat yang sudah baku dan umum digunakan secara internasional. Perintah ini diucapkan atau diteriakkan dalam bahasa Inggris.

Karena komunikasi ini teramat sangat PENTING untuk dimengerti dan disepakati antar sesama pemanjat, saya masih belum tau dan bertanya-tanya, apakah sudah ada terjemahan bahasa Indonesia yang umum dan standar. Pentingnya penerjemahan ini disebabkan pemanjat yang harus selalu siap meneriakkan perintah dan pembelay yang siap merespon tanpa harus berpikir dua kali (menterjemahkannya dalam bahasa yang langsung dimengerti).

Barangkali ini cuma pengandaian konyol tapi cukup masuk diakal. Bayangkan saja pemanjat yang berteriak “ROCK!” dan pembelay baru yang berusaha menerjemahkannya kedalam bahasa sehari hari, bisa jadi yang masuk kedalam otaknya yaitu celana ROK yang biasa dipake oleh kaum cewek atau juga musik Rock. Kalo lambat dalam penerjemahan dan enggak cepat merespon pembelay bisa jadi udah tertimpa bebatuan yang jatuh.

Dalam dunia panjat tebing teriakan “ROCK!” oleh pemanjat artinya sesuatu jatuh dari atas tebing. Rock artinya batu, tapi dalam prakteknya teriakan ini berarti apa aja yang jatuh dari atas dan dapat mencelakai/ melukai orang yang ada dibawah tebing, apakah itu si pembelay atau orang yang berada disekitar. Sesuatu yang jatuh itu bisa batu, kerikil, karabiner, alat proteksi atau benda lainnya. Pada saat mendengar teiakan ini, pembelay (dan siapa saja yang berada didasar tebing) diharapkan untuk mencari perlindungan untuk keselamatan tanpa membahayakan si pemanjat.

PERSIAPAN
Setelah pemanjat mengikatkan tali ke harnesnya dengan simpul figure eight dan simpul pengunci dan pembelay memasang tali, alat belay keharnesnya lakukan pengecekan balik: Pemanjat mengecek si pembelay dan sebaliknya. Setelah itu lakukan pengecekan ulang! Kalo semua sistem udah yakin betul dipasang dengan benar dan pemanjatan akan segera dilakukan si pemanjat mengucapkan On belay! kepada si pembelay. Kemudian si Pembelay yang sudah siap dengan tali dan alat belaynya yang terpasang ke harnes menjawabnya dengan ucapan Belay on! Kata belay on ini bisa diartikan “saya siap untuk menyetop kalo kamu jatoh!” Selanjutnya pemanjat bilang Climbing! dan dijawab dengan Climb on!

Pemanjat Arti Pembelay Arti

On belay! Udah siap? Belay on! Belay siap!

Climbing! Manjat sekarang! Climb on! Silahkan!

Slack! Ulur tali! Pembelay mengulurkan tali secukupnya.

Clipping! Mau klip sekarang Pembelay mengulurkan tali secukupnya.

Watch me! Liat aku!/ Liat kesini! (Pemanjat dalam posisi sulit dan bakalan jatuh) Pembelay bersiap sedia untuk mengunci tali yang bakal terulur saat pemanjat jatoh

Take! atau
Tension! Kencangkan talinya! (jangan ada yang terulur) Pembelay menarik tali yang terulur sampe tali lurus dan tegang

Falling! Jatoh! Pembelay menyetop jatuhnya pemanjat dengan kuncian alat belaynya.

Off belay! Tolong lepas belay-nya! Belay off! Belay udah dilepas!

Lower me! Turunin aku sekarang! Lowering! Mulai turun!

Taking in! Talinya mau ditarik sekarang! That’s me! Itu aku (yang kamu tarik)!

Di area pemanjatan yang populer dan banyak dikunjungi, sangat disarankan untuk saling meneriakan nama sipemanjat atau si pembelay. Tujuannya supaya enggak salah tangkap perintah dari pemanjat atau pembelay lain yang manjat bersebelahan dengan kita.

Beberapa kecelakaan dalam panjat tebing terjadi disebabkan miskomunikasi antara pemanjat dan pembelay. Sebagai contoh ada seorang pemanjat yang sedang timbal balik komunikasi dengan pembelaynya dan satu saat si pemanjat mengatakan ” OKAY!” yang artinya “Baiklah, kalo begitu”. Celakanya si pembelay salah mendengar dan diartikan “OFF BELAY!” (Lepaskan saya dari belay!). Tanpa konfirmasi ulang sipembelay melepas tali kermantel dan alat belay-nya. Kemudian “AAAAHHHHHHHH!” teriakan si pemanjat yang melayang jatuh dari puncak tebing.

Dari kisah nyata diatas kamu bisa menyimpulkan apalah artinya kenikmatan panjat pemanjat tanpa komunikasi yang jelas dan rasa percaya antara pemanjat dan pembelay. Teriakan “OKAY!” (baca: okey) terdengar mirip dengan “OFF BELAY!” (baca: of biley). Makanya lakukan pengulangan dan konfirmasi kalo kamu enggak jelas dan kurang pasti akan apa yang diucapkan oleh si pemanjat atau si pembelay.

Tak jarang saya ketemu pemanjat yang udah berpengalaman yang karena reputasinya sebagai pemanjat senior udah enggak mempedulikan dan menggunakan dasar-dasar perintah manjat-memanjat. Meskipun ini hak mereka, saya pribadi kurang suka sama sikap dan atitude seperti ini. Kalo mereka lupa itu masalah lain tapi kalo mereka sengaja enggak menggunakan perintah dan signal sebagai pemanjat senior itu bukannya memberikan contoh yang baik dan mereka beresiko dengan keselamatan mereka dan orang-orang yang mereka ajak manjat bersama

DAFTAR GUNUNG

Nama Gunung, Tinggi dan Letaknya di Indonesia Diurutkan Berdasarkan Provinsi

Provinsi Bali Terdapat Gunung Abang Memiliki Tinggi 2.152 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Agung Memiliki Tinggi 3.142 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Batukau Memiliki Tinggi 2.276 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Batur Memiliki Tinggi 1.717 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Catur Memiliki Tinggi 2.098 meter
Provinsi Bali Terdapat Gunung Sangiang Memiliki Tinggi 2.087 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Bapagat Memiliki Tinggi 2.732 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Dempo Memiliki Tinggi 3.159 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Dingin Memiliki Tinggi 2.020 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Gadang Memiliki Tinggi 2.466 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Patah Memiliki Tinggi 2.817 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Runcing Memiliki Tinggi 2.221 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Seblat Memiliki Tinggi 2.883 meter
Provinsi Bengkulu Terdapat Gunung Tangkitlebak Memiliki Tinggi 2.115 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Abong-abong Memiliki Tinggi 3.015 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bandahara Memiliki Tinggi 3.030 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bateekeubeu Memiliki Tinggi 2.840 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bateemecica Memiliki Tinggi 1.140 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bumi Geureudong Memiliki Tinggi 2.670 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Bumi Telong Memiliki Tinggi 2.600 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Geureudong Memiliki Tinggi 2.590 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Leuser Memiliki Tinggi 4.446 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Mueajan Memiliki Tinggi 3.079 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Panet sagu Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Panjang Memiliki Tinggi 2.023 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Perkison Memiliki Tinggi 2.532 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Segama Memiliki Tinggi 2.015 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Sorik Merapi Memiliki Tinggi 2.145 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Tangga Memiliki Tinggi 2.500 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Tinjaulaut Memiliki Tinggi 2.105 meter
Provinsi DI Aceh Terdapat Gunung Ulumasen Memiliki Tinggi 2.390 meter
Provinsi Jambi Terdapat Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 2.507 meter
Provinsi Jambi Terdapat Gunung Masurai Memiliki Tinggi 2.935 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Bukittunggul Memiliki Tinggi 2.203 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Burangrang Memiliki Tinggi 2.064 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Cikurai Memiliki Tinggi 2.821 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Cireme Memiliki Tinggi 3.078 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Galunggung Memiliki Tinggi 2.168 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Gede Memiliki Tinggi 2.958 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Guntur Memiliki Tinggi 2.249 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Kancana Memiliki Tinggi 2.182 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Malabar Memiliki Tinggi 2.321 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Masigit Memiliki Tinggi 2.078 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Pangrango Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Papandayan Memiliki Tinggi 2.665 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Patuha Memiliki Tinggi 2.434 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Salak Memiliki Tinggi 2.211 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Tangkuban Perahu Memiliki Tinggi 2.084 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Telaga Bodas Memiliki Tinggi 2.201 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Tilu Memiliki Tinggi 2.040 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Wayang Memiliki Tinggi 2.181 meter
Provinsi Jawa Barat Terdapat Gunung Windu Memiliki Tinggi 2.054 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Bismo Memiliki Tinggi 2.365 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.914 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Merbabu Memiliki Tinggi 3.142 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Muria Memiliki Tinggi 1.602 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Perahu Memiliki Tinggi 2.565 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Rogojembangan Memiliki Tinggi 2.177 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Slamet Memiliki Tinggi 3.418 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Sumbing Memiliki Tinggi 3.371 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Sundoro Memiliki Tinggi 2.151 meter
Provinsi Jawa Tengah Terdapat Gunung Ungaran Memiliki Tinggi 2.050 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Anjasmoro Memiliki Tinggi 2.282 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Argomayang Memiliki Tinggi 2.198 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Argopuro Memiliki Tinggi 3.088 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Arjuna Memiliki Tinggi 3.339 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Bromo Memiliki Tinggi 2.392 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Butak Memiliki Tinggi 2.868 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Cemarakuning Memiliki Tinggi 2.248 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Jambangan Memiliki Tinggi 2.482 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Kawi Memiliki Tinggi 2.651 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Kelud Memiliki Tinggi 1.731 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Lawu Memiliki Tinggi 3.265 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Liman Memiliki Tinggi 2.512 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Mahameru Memiliki Tinggi 3.676 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Merapi Memiliki Tinggi 2.800 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Raung Memiliki Tinggi 3.332 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Semeru Memiliki Tinggi 3.676 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Suket Memiliki Tinggi 2.950 meter
Provinsi Jawa Timur Terdapat Gunung Welirang Memiliki Tinggi 3.166 meter
Provinsi Jawa TImur Terdapat Gunung Wilis Memiliki Tinggi 2.169 meter
Provinsi Kalimantan Barat Terdapat Gunung Bukitraya Memiliki Tinggi 2.278 meter
Provinsi Kalimantan Timur Terdapat Gunung Harun Memiliki Tinggi 2.160 meter
Provinsi Kalimantan Timur Terdapat Gunung Liangpran Memiliki Tinggi 2.240 meter
Provinsi Lampung Terdapat Gunung Krakatau Memiliki Tinggi 913 meter
Provinsi Lampung Terdapat Gunung Tanggamas Memiliki Tinggi 2.102 meter
Provinsi Lombok Terdapat Gunung Rinjani Memiliki Tinggi 3.726 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Binaiya Memiliki Tinggi 3.019 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Gamalama Memiliki Tinggi 2.700 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Kapaladmada Memiliki Tinggi 2.429 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Laworkawra Memiliki Tinggi 4.481 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Legatala Memiliki Tinggi 4.241 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Nieuwerkerk Memiliki Tinggi 4.185 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Serawema Memiliki Tinggi 4.355 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Sibela Memiliki Tinggi 2.111 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Wetar Memiliki Tinggi 5.282 meter
Provinsi Maluku Terdapat Gunung Wurlali Memiliki Tinggi 4.668 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Ebulolobo Memiliki Tinggi 2.123 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Kalimutu Memiliki Tinggi 1.640 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Kondo Memiliki Tinggi 2.947 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Nangi Memiliki Tinggi 2.330 meter
Provinsi NTB Terdapat Gunung Tambora Memiliki Tinggi 2.851 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Batutara Memiliki Tinggi 3.750 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Keknemo Memiliki Tinggi 2.070 meter
Provinsi NTT Terdapat Gunung Ranakah Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Arfak Memiliki Tinggi 2.940 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Derabaro Memiliki Tinggi 4.150 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Dwikora Memiliki Tinggi 4.750 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Jaya/Ngapulu Memiliki Tinggi 5.030 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Kwoko Memiliki Tinggi 3.000 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Mandala Memiliki Tinggi 4.700 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Redoura Memiliki Tinggi 3.083 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Togwomeri Memiliki Tinggi 2.680 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Trikora Memiliki Tinggi 4.750 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Yamin Memiliki Tinggi 4.595 meter
Provinsi Papua Terdapat Gunung Yaramamafaka Memiliki Tinggi 3.370 meter
Provinsi Pulau Flores Terdapat Gunung Inerie Memiliki Tinggi 2.245 meter
Provinsi Pulau Sangir Terdapat Gunung Api Memiliki Tinggi 5.000 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Anuan Memiliki Tinggi 3.673 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Balease Memiliki Tinggi 3.016 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Gandadinata Memiliki Tinggi 3.074 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Kabinturu Memiliki Tinggi 2.655 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Kambuno Memiliki Tinggi 2.950 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Lampobatang Memiliki Tinggi 2.871 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Paroreang Memiliki Tinggi 2.616 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Rantemado Memiliki Tinggi 3.445 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Sinajai Memiliki Tinggi 2.669 meter
Provinsi Sulawesi Selatan Terdapat Gunung Tolondokalaud Memiliki Tinggi 2.884 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Butumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Daku Memiliki Tinggi 2.304 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Dali Memiliki Tinggi 2.253 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Dampal Memiliki Tinggi 2.304 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Gawalisi Memiliki Tinggi 2.023 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Gentilomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Kulawi Memiliki Tinggi 3.311 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lambuno Memiliki Tinggi 2.443 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lompopana Memiliki Tinggi 2.480 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Lumut Memiliki Tinggi 2.234 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Mad Memiliki Tinggi 2.552 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Malino Memiliki Tinggi 2.443 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Maruwali Memiliki Tinggi 2.280 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Nokilalaki Memiliki Tinggi 2.355 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Ogoamas Memiliki Tinggi 2.565 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Pekawa Memiliki Tinggi 2.314 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Rerekautimdu Memiliki Tinggi 2.508 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Salai Memiliki Tinggi 2.040 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Sidole Memiliki Tinggi 2.099 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Sonjo Memiliki Tinggi 3.225 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tambusisi Memiliki Tinggi 2.422 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tanamatua Memiliki Tinggi 2.543 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tinombala Memiliki Tinggi 2.183 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Towengkeli Memiliki Tinggi 2.229 meter
Provinsi Sulawesi Tengah Terdapat Gunung Tumpu Memiliki Tinggi 2.400 meter
Provinsi Sulawesi Tenggara Terdapat Gunung Mengkoka Memiliki Tinggi 2.790 meter
Provinsi Sulawesi Tenggara Terdapat Gunung Watuwila Memiliki Tinggi 2.000 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Awu Memiliki Tinggi 3.330 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Boliohutu Memiliki Tinggi 2.065 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Colo Memiliki Tinggi 2.509 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Karangetung Memiliki Tinggi 2.700 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Klabat Memiliki Tinggi 2.022 meter
Provinsi Sulawesi Utara Terdapat Gunung Tentolomatinan Memiliki Tinggi 2.207 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Gedang Memiliki Tinggi 2.050 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Kerinci Memiliki Tinggi 3.800 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Maitang Memiliki Tinggi 2.262 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Marapai Memiliki Tinggi 2.891 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Ophir Memiliki Tinggi 2.191 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Pantai Cermin Memiliki Tinggi 2.690 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Pasaman Memiliki Tinggi 2.900 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Singgalang Memiliki Tinggi 2.877 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Talakmau Memiliki Tinggi 2.912 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Talang Memiliki Tinggi 2.597 meter
Provinsi Sumatra Barat Terdapat Gunung Tandiket Memiliki Tinggi 2.438 meter
Provinsi Sumatra Selatan Terdapat Gunung Besagi Memiliki Tinggi 2.232 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sibayak Memiliki Tinggi 2.094 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sibuatan Memiliki Tinggi 2.457 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sihabuhabu Memiliki Tinggi 2.300 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sinabung Memiliki Tinggi 2.412 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Sipoimcim Memiliki Tinggi 2.199 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Tampunanjing Memiliki Tinggi 2.008 meter
Provinsi Sumatra Utara Terdapat Gunung Kalau Memiliki Tinggi 2.171 meter

12 KEBIASAAN DARI BEBERAPA SURVIVOR YANG SUKSES

Dalam suatu krisis, beberapa orang akan terbebani. Sebagian ada yang menyerah untuk berharap, mengapa? Laurence Gonzales mempelajari ratusan dari kasus-kasus yang menunjukkan sesuatu dengan tepat mengenai sikap dan strategi dari beberapa orang yang menolak untuk mati.
Saya telah mempelajari beberapa kecelakaan selama kurang lebih 30 tahun. Pertama, sebagai pilot yang juga wartawan, saya berkonsentrasi pada kecelakaan pesawat terbang. Kemudian, ketika ketertarikan saya beralih pada paddling, climbing dan travelling ke tempat-tempat terpencil, saya mulai mempelajari beberapa kecelakaan yang terjadi pada kegiatan alam terbuka. Silahkan Anda sebut saya sebagai orang yang tidak berperasaan, tetapi bagi saya membaca laporan kecelakaan-kecelakaan tersebut seperti membaca komedi bisu (bisu, karena orang-orangnya sebagian besar meninggal). Saya mencari pengertian mengapa beberapa orang meninggal dengan cepatnya dalam keadaan survive ini. Secara mengejutkan, saya menemukan kengerian yang sama pada beberapa orang yang bertahan hidup dalam keadaan sulit yang sangat ekstrim, kasus-kasus ini saya sebut “deep survival.” Pada dasa warsa dan beberapa abad, terpisah melalui budaya, geografi, ras, agama dan tradisional, beberapa survivor yang sukses menunjukkan pola yang sama dari pikiran dan tindak tanduk yang mengarah pada transformasi keagamaan yang sama dalam mempertahankan hidup mereka. Satu kali kamu pernah melewati hujan salju, kapalmu karam atau kamu tersesat di hutan atau tanganmu terjepit saat boulder, sebagian besar menyangkut mental, berikut adalah cerita yang berhubungan dengan hal tersebut di atas, sebagian besar adalah kisah sebenarnya yang pernah dialami oleh beberapa survivor yang berhasil kembali dari perjalanan yang hampir membuat mereka mati.

ATURAN PENYELAMATAN DIRI DALAM KEADAAN BERBAHAYA

1. PERCAYA DIRI
Orang yang dapat menyelamatkan diri tidak terjebak pada perangkap ketakutan yang mematikan, yaitu ketakutan yang tidak termobilisasi atau penyangkalan terhadap ketakutan. Banyak orang yang seharusnya selamat dalam tragedi World Trade Center pada tanggal 11 September 2001 tewas, karena mereka hanya diam dengan patuh untuk menunggu pertolongan dan bukan berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Dan banyak diantara mereka yang dikuasai rasa panik. Panik disini tidak selalu berarti berlari kesana-kemari dengan menjerit-jerit, namun bisa berarti diam dengan tidak melakukan apapun . Para penyelidik kecelakaan pesawat sering menemukan bahwa para penumpang ternyata ditemukan mati dengan keadaan masih terikat erat di tempat duduk mereka. Orang yang dapat menyelamatkan diri sebaliknya menyadari keadaan mereka, “Saya benar-benar dalam keadaan yang membahayakan diri saya dan saya akan berusaha untuk menyelamatkan diri saya.”
Dalam lima menit pertama sejak kecelakaan terjadi, sang korban dipenuhi dengan pemikiran-pemikiran yang penting. Presepsi dan fungsi kognitif seseorang yang dapat menyelamatkan diri berada dalam tingkat yang tinggi saat ia menghadapi bahaya. Dengan dipacu oleh ancaman atas nyawanya, seseorang yang dapat menyelamatkan diri mengetahui keadaan sekitar mereka sampai ke hal-hal yang terkecil, selain itu merekapun meyakini naluri mereka. Joe Simpson, seorang pemanjat tebing dari Inggris yang baru saja menjejakkan kaki di gunung berketinggian 21.000 kaki di negara Peru, terjatuh dan mengalami patah kaki. Hal pertama yang muncul dalam benaknya adalah mungkin dia hanya keseleo. Tetapi beberapa saat kemudian dia berkata pada dirinya sendiri,”Kakiku patah, aku akan mati.” Orang yang dapat menyelamatkan dirinya tidak menyangkal kebenaran. Hanya dengan menyadari luka yang dia alami, Simpson mampu untuk menjalani tantangan yang mengerikan di hadapannya.

2. TETAP TENANG
Dalam keadaan yang kritis, orang yang dapat menyelamatkan diri tidak dikuasai oleh rasa takut tapi mereka akan memanfaatkan rasa takut tersebut. Rasa takut yang mereka rasakan seringkali berubah menjadi rasa marah yang akan memotivasi mereka dan membuat mereka dapat berpikir dengan cerdik. Aron Ralston, seorang pemanjat gunung yang harus memotong tangannya untuk melepaskan diri dari batu besar yang telah menjepitnya di sebuah lembah celah di Utah, semula menjadi panik dan membantingkan tubuhnya ke batu yang telah menjepit tangannya. Tapi dia segera berhenti melakukan hal tersebut dan menarik nafas panjang untuk kemudian memperhatikan pilihan-pilihan yang dia miliki. Dia menghabiskan waktu hingga lima hari untuk dapat meyakinkan dirinya untuk menentukan apa yang harus dia lakukan untuk dapat menyelamatkan dirinya. Seseorang yang dapat menyelamatkan dirinya sangat mneyadari bahwa mereka harus tetap tenang. Mereka harus berusaha menghindar dari emosi ingin memberontak yang terlalu meluap-luap.
Dan dengan menghadapi keadaan genting, mereka juga dapat mengatasi penderitaan yang mereka rasakan dengan baik. Dalam buku In Touching The Void, Joe Simpson mengungkapkan penderitaan yang dia hadapi di Peru. Dia menulis bahwa dia dapat “menyesuaikan diri dengan rasa sakit terus menerus yang dia rasakan” yang disebabkan oleh kakinya yang terluka dan patah yang menjadi penghalang baginya untuk dapat menuruni gunung tersebut. James Stockdale, seorang pilot tempur yang ditembak jatuh di Vietnam dan menghabiskan waktu delapan tahun di Hanoi Hilton, julukan bagi camp penjaranya, yakin bahwa “dengan membiasakan diri dengan rasa sakit” adalah alat yang paling penting bagi orang yang dapat menyelamatkan dirinya, “Anda harus mengalami rasa sakit. Tidak boleh ada kata tidak.”

3. BERPIKIR, MENGANALISA, MERENCANAKAN
Orang yang harus menyelamatkan diri dalam jangka panjang dengan cepat akan mengorganisir, menentukan rutinitas yang harus mereka lakukan dan menetapkan disiplin. Dalam kelompok orang-orang yang sedang menyelamatkan diri, akan muncul seorang pemimpin. Seorang yang menyelamatkan diri seorang diri seringkali mengisahkan bahwa mereka mendengar sebuah suara yang mengendalikan situasi mereka. Sementara fenomena mendengar suara dapat mengindikasikan turunnya kondisi mental di dalam kedaan tertentu, hal tersebut juga mudah dijelaskan dalam dua fungsi otak : emosi dan akal. Dalam kasus-kasus tertentu dengan bahaya yang sangat fatal, emosi seringkali mengambil alih. Tapi seorang yang dapat menyelamatkan diri mengesampingkan emosi dan membiarkan akal yang bekerja dan mereka membuat diri mereka menjadi dua pribadi yang berbeda dimana mereka akan melaksanakan ide yang menurut mereka masuk akal.
Steve Callahan, seorang pelaut dan pembuat kapal, sedang dalam pelayaran tunggal di samudera Atlantik di tahun 1982 saat kapalnya tiba-tiba mengalami masalah dan mulai tenggelam. Terombang ambing selama 76 hari di atas sebuah sekoci seluas lima kaki, dia melakukan pelayaran penyelamatan dirinya dengan dipimpin oleh seorang “kapten” yang memberi perintah kepadanya dan menjaganya di saat dia sangat membutuhkan air minum. Bahkan saat dia ingin memberontak. “Kapten”nya dengan rutin melatih “kru” tersebut. Sehingga dalam kendali yang sangat ketat ini dia mampu menyingkirkan pikiran bahwa situasinya tidak mempunyai harapan. Dia harus terombang-ambing sejauh 1800 mil di dataran Karibia dan mengambil langkah-langkah pertama yang harus dilakukan dengan pikiran yang jernih dalam mencapai penyelamatan dirinya, juga menganalisa situasinya dan memformulasikan perencanaan yang akan dia jalani.

4. MENGAMBIL TINDAKAN
Orang yang menyelamatkan diri mau mengambil resiko untuk menyelamatkan diri mereka dan orang lainnya. Namun mereka pun berani dan menyadari apa yang akan mereka lakukan.
Callahan tidak mengerti mengapa kapalnya yang kecil tiba-tiba dipenuhi dengan air, mungkin terbentur oleh ikan paus. Tapi saat kapal tersebut mulai tenggelam dia tidak hanya diam memandang kapalnya dengan rasa tidak percaya. Dengan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan diri, dia masuk ke dalam kabin yang gelap dan telah dipenuhi air untuk dapat mengambil barang-barangnya yang berharga. Dia muncul kembali dengan membawa “tas alat-alat darurat” berisi survival gear dan sleeping bag nya yang basah, dimana jika tanpa alat-alat tersebut dia tidak dapat menyelamatkan dirinya.
Lauren Elder, adalah satu-satunya orang yang selamat dari kecelakaan pesawat di dataran tinggi Sierra, California. Terdampar di puncak dengan ketinggian 12.000 kaki, dengan satu lengan yang patah, dia dapat melihat lembah Saint Joaquin di bawahnya, tapi dia terpisah oleh alam liar yang luas dan tebing es yang menyeramkan.
Dengan hanya mengenakan rok panjang, sebuah kemeja, dan sepatu boot dengan hak setinggi dua inci, dia merangkak “dengan kedua tangan dan kakinya” seperti yang dia katakan kemudian, ”menjaga keseimbangan di antara lempengan es, meninju dengan tangan dan kakinya.”
Dia harus memanjat tebing selama 36 jam, suatu hal yang tampak mustahil baginya. Namun Elder hanya memikirkan batu yang didepannya selangkah demi selangkah. Orang yang dapat menyelamatkan dirinya dapat memecahkan apa yang mereka lakukan setahap demi setahap sesuai dengan apa yang dapat mereka lakukan.
Merekapun terobsesi untuk dapat melakukannya dengan baik (Elder selalu menguji terlebih dahulu setiap pijakan yang akan dia lewati sebelum dia melangkah maju dan sering mengambil waktu untuk beristirahat. Orang yang dapat menyelamatkan diri berusaha hanya membuat sedikit kekeliruan. Mereka hanya melakukan apa yang sesuai dengan kekuatan mereka dalam waktu tertentu dari jam ke jam dari waktu ke waktu.

5. RAYAKAN KEBERHASILAN ANDA
Orang yang dapat menyelamatkan diri akan mendapatkan sukacita yang luar biasa dengan pencapaian yang mereka raih, sekecil apapun itu. Hal tersebut dapat menghindarkan mereka dari rasa putus asa yang mematikan dan menjaga mereka untuk terus termotivasi. Sukacita juga melepaskan diri mereka dari stuasi yang mengancam yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Elder berkata bahwa saat telah berhasil menuruni lereng es pertama, dia memandang ke atas lereng tersebut dan hampir tidak percaya atas apa yang telah dia lakukan, dia berkata pada dirinya sendiri, ”Lihat apa yang telah kamu lakukan.” Saya berseru keras hingga terdengar hingga ke lereng di bawah saya. Bahkan dengan lengannya yang patah, Elder merasakan rasa senang yang luar biasa menjadi teman setianya dalam perjalanannya untuk menyelamatkan dirinya. Hitunglah apa yang kamu miliki, kamu masih tetap hidup.

6. JADILAH ORANG YANG MENYELAMATKAN BUKAN MENJADI KORBAN
Orang yang menyelamatkan diri selalu melakukan hal yang sama bagi orang lain, bahkan jika orang tersebut berada ratusan mil jauhnya. Saat penulis Antone de Saint Exupery terdampar di gurun Libya setelah pesawat ekspedisinya mengalami kerusakan mesin, dia memikirkan apa yang akan terjadi dengan istrinya jika dia menyerah dan tidak kembali.
Yossi Ghinsberg seorang pendaki gunung kebangsaan Israel, tersesat di hutan Bolivia lebih dari dua minggu setelah terpisah dengan teman-temannya. Dia berhalusinasi bahwa dia ditemani seorang wanita cantik yang selalu menemaninya setiap malam dalam perjalanannya. Apapun yang dia lakukan, dia lakukan bagi wanita tersebut.

7. MENIKMATI PERJALANAN UNTUK MENYELAMATKAN DIRI
Nampaknya hal ini bertolak belakang dengan keadaan yang ada, namun dalam situasi yang paling sulitpun, orang yang dapat menyelamatkan dirinya menemukan sesuatu yang dapat dinikmati, sesuatu yang dapat dia lakukan. Penyelamatan diri dapat berarti penantian yang membosankan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Elder tertawa terbahak-bahak saat dia menyadari betapa dia takut bahwa seseorang akan melihat ke dalam roknya saat dia memanjat tebing. Bahkan saat kapal Callahan tenggelam, dia hanya berhenti tertawa saat dia harus menyelipkan pisau di mulutnya saat harus menaiki rakit seperti seorang bajak laut.
Uji coba yang dilakukan dengan bermain dalam kedaan yang genting juga akan menghasilkan penemuan dan penemuan akan menghasilkan teknik atau strategi yang baru yang akan menyelamatkan anda. Saat melewati tebing yang hampir vertikal di Peru, Joe simpson menciptakan irama saat dia mengayunkan kapaknya, menjatuhkan tangannya yang lain ke atas permukaan es dan lalu melakukan lompatan yang mengerikan dengan kakinya yang masih sehat. “Saya dengan cermat terus mengulang pola irama tersebut,” tulisnya, “Saya mulai merasa terlepas dari keadaan di sekeliling saya.”
Menyanyi, membayangkan permainan, mengingat puisi, menghitung dan mencoba menemukan solusi matematika yang sulit, akan membuang rasa jenuh karena menunggu dan akan membuat situasi jadi lebih menyenangkan, bahkan saat ada rasa takut yang mengancamnya. Di dalam penjaranya, James Stockdale menulis, ”Orang yang melewati tragedi seperti ini dengan banyak puisi yang dapat diingat adalah orang yang mempunyai karunia.”
Orang yang dapat menyelamatkan diri mengatur masa kritis yang dia alami hampir seperti seorang olahragawan dengan olahraga yang dia tekuni. Mereka terikat pada jimat-jimat. Mereka menemukan hal yang hanya dirasakan oleh seorang yang ahli, “zona” dimana emosi dan akal saling seimbang untuk menghasilkan satu tindakan yang dapat berubah-rubah.

8. MELIHAT KEINDAHAN
Orang yang menyelamatkan diri terpesona dengan keajaiban dunia mereka, khususnya saat menghadapi bahaya kematian. Ungkapan kekaguman akan keindahan, perasaan terpesona, membuka kesadaran akan keadaan di sekitar mereka (saat anda terpesona oleh sesuatu yang indah, pupil mata anda akan membesar). Debbie Kiley dan empat orang lainnya terombang ambing di lautan Atlantik, setelah kapal mereka tenggelam dalam badai pada tahun 1982. Mereka tidak mempunyai persediaan makanan, tidak mempunyai air minum dan dapat saja mati. Dua orang diantara mereka meminum air laut dan mulai menjadi gila. Ketika salah seorang dari mereka melompat dari papan ke laut, segera dia dimakan oleh ikan hiu di bawah papan mereka. Kiley merasa jika dia memandang terus ke laut, maka diapun dapat menjadi gila, maka dia berkata pada dirinya sendiri, “Lihat ke langit, disana tampak sangat indah.”
Saat pesawat Saint Exupery terjatuh di gurun, dia menyadari bahwa dia dalam bahaya, namun dia berkata dalam hati : ”Disini kita berada, akan mati, namun kematian tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan yang saya rasakan. Sukacita yang saya dapat dari setengah buah jeruk yang saya genggam adalah sukacita yang terbesar yang pernah saya rasakan.”

9. MENYERAHKAN DIRI
Ya, anda pasti akan mati. Dalam kenyataanya, anda akan mati, semua orang akan mati walaupun mungkin tidak harus hari ini. Di hari ketiga saat dia terjepit di dalam jurang, Ralston telah kehabisan makanan dan air minum dan dia tahu bahwa dia akan mati jika dia tidak dapat melepaskan dirinya. Namun hal tersebut membawanya menjadi tenang bukan menjadi merasa menderita. “Saya menerima kematian dengan rasa damai,” katanya. Dalam berbagai cara, fase perjalanan penyelamatan bersama berhubungan dengan tahap-tahap kematian dijelaskan dalam buku yang terkenal On Death and Dying (Dalam Menghadapi Kematian) ditulis oleh Elizabeth Kublerloss adalah penyangkalan, kemarahan, penawaran, depresi, dan penerimaan. Hanya dengan menerima kematian, banyak orang yang menyelamatkan diri mengatakan bahwa mereka mampu untuk berjuang dan bertahan hidup. Salah seorang psikolog dalam hal penyelamatan diri menyebutkan “Menyerahkan tanpa menyerah. Penyelamatan diri dilakukan oleh orang yang menyerahkan diri.”

10. YAKIN BAHWA ANDA AKAN BERHASIL
Dalam perjalanan tahap selanjutnya, orang yang menyelamatkan diri mendapat semangat dari keyakinan bahwa dia akan selamat. “Selama dua hari berakhir pada saat saya terjepit di jurang,” kenang Aron Ralston, “Saya merasa sebuah energi yang sangat meningkat memasuki diri saya walaupun waktu itu saya telah kehabisan makanan dan minuman.” Segera setelah itu, dia menemukan kekuatan untuk memotong tangannya yang telah mati. Elder juga menemukan kekuatan ketika waktu terus berjalan : ”Saat itu seolah-olah saya telah mendapatkan energi yang tidak ada batasnya.”

11. LAKUKAN APAPUN YANG PERLU DILAKUKAN
Elder memanjat dan menuruni tebing es dan batu karang tanpa alat-alat dan pengalaman. Simpson menyeret kakinya yang patah sejauh bermil-mil untuk kembali ke posnya. Ralston memotong tangannya sendiri untuk membebaskan dirinya. Orang yang menyelamatkan diri memiliki apa yang disebut para psikolog sebagai pengetahuan-meta: Mereka mengetahui kemampuan mereka, dan tidak merendahkan atau melebih-lebihkannya. Mereka yakin bahwa segala seuatu adalah mungkin dan karena itu mereka harus bertindak.
Mereka seringkali mengucapkan sebuah mantera untuk menolong mereka, saat Yossie Ghinsberg hilang di hutan Bolivia, ia menuliskan,”Ketika saya putus asa, saya membisikkan mantera di telinga saya ”Lelaki sedang beraksi, lelaki sedang beraksi, “ saya tidak tahu darimana saya mendapatkan kata-kata tersebut…saya ulangi terus kata-kata tersebut : ‘Seorang lelaki yang beraksi dapat melakukan apapun yang harus dia lakukan dengan tidak takut dan khawatir.’”

12. TIDAK PERNAH MENYERAH
Saat kantung oksigen Apollo 13 meledak dalam perjalanannya ke bulan pada tahun 1970, tampaknya kru yang ada dalam pesawat itu berada di ambang kematian. Komandan James Lovell memutuskan untuk terus menyampaikan semua data ke pusat kendali bahkan jika pesawat tersebut terbakar dalam perjalanan pulang. Callahan, Elder, Ghinsberg, Kiley, Ralston, Saint Exupery, Simpson, Stockdale –semuanya sama-sama menentukan dan mengetahui kebenaran akhir ini – jika kamu tetap hidup, masih ada yang dapat kamu lakukan.
Orang yang menyelamatkan diri tidak mudah dilemahkan oleh kemunduran. Saat mereka merasa bimbang, mereka akan mendorong diri mereka untuk melakukan sebuah proses dari awal kembali. Mereka menjaga diri mereka untuk tetap bersemangat dengan mengembangkan sebuah alternatif yang diciptakan dari daya ingatan yang kaya, dimana mereka dapat menyelamatkan diri. Mereka melihat kesempatan dalam kesengsaraan. Dalam keadaan yang buruk, orang yang dapat menyelamatkan diri dapat belajar dan menyukai uji coba yang mereka alami. Elder mengatakan, ”Saya tidak akan menjual perjalanan yang saya alami dengan apapun. Bahkan kadang-kadang saya merindukannya. Saya merindukan kejelasan dalam mengetahui dengan tepat apa yang harus saya lakukan selanjutnya.”
Mereka yang dapat menyelamatkan diri dari bahaya dunia ini, baik itu dalam permainan, bisnis ataupun perang, melalui penyakit atau tragedi akan melakukannya melalui suatu perubahan. Tetapi hal tersebut tidak muncul begitu saja saat dibutuhkan. Hal tersebut muncul dari pengalaman seumur hidup, sikap dan tindakan yang kita lakukan yang membentuk kepribadian seseorang, pusat dimana kekuatan yang dibutuhkan bersumber. Pengalaman penyelamatan diri adalah anugerah yang tidak dapat dibandingkan, dan akan menunjukkan siapa sebenarnya anda.

Jalur Barat Laut

Jalur Barat Laut
Jalur Barat Laut